Fariz RM Merasa Dikhianati Orang yang Pernah Dibantu, Soroti Etika dalam Kasus Hak Cipta

1 hour ago 5

Jadi intinya...

  • Fariz RM kecewa atas dugaan pelanggaran hak cipta oleh kenalan dekatnya.
  • Ia menyoroti etika dan pentingnya menghormati hak cipta, bukan hanya kerugian materiil.
  • Proses hukum dilanjutkan karena mediasi gagal dan untuk melindungi hak cipta serta hak waris keluarga.

Liputan6.com, Jakarta - Musisi Fariz RM kecewa dan merasa dikhianati pihak yang dilaporkannya dalam kasus dugaan pelanggaran hak cipta. Kekecewaan itu diungkap saat menjalani pemeriksaan lanjutan di Polda Metro Jaya, Jakarta. Menurut Fariz RM, pihak yang dilaporkan bukan orang asing. Ia mengaku memiliki hubungan baik dengan mereka dan bahkan pernah memberi bantuan ketika dibutuhkan.

"Saya kenal dengan pihak-pihaknya. Mereka pernah meminta bantuan kepada saya dan saya bantu. Tapi saya kecewa dengan tindakan dan itikad mereka. Ke mana persahabatan lama itu?" ujar Fariz RM di Polda Metro Jaya, Selasa (23/6/2026).

Bagi Fariz RM, persoalan ini bukan semata-mata tentang kerugian materiel. Ia lebih menyorot aspek etika dalam penggunaan karya intelektual milik orang lain. "Kerugian terbesar saya sebenarnya kekecewaan dan persoalan etika. Hak cipta harus dihormati. Penggunaan karya orang lain harus melalui izin yang benar," kata pemilik album Panggung Perak dan Living In The Western World.

Fariz RM telah memberi waktu setahun agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik lewat mediasi. Kesempatan itu tak dimanfaatkan pihak terlapor. "Satu tahun saya memberikan waktu. Kami menunggu mediasi dan itikad baik, tapi tidak ada respons yang proporsional. Saya kecewa," akunya.

Bukan Hanya Milik Saya

Fariz RM mengingatkan, karya-karyanya bukan hanya menjadi miliknya pribadi, melainkan bagian dari hak waris keluarga. Bahkan, anak-anaknya yang meminta penggunaan seluruh aset sang musisi ditertibkan.

"Sering kali orang lupa bahwa aset karya itu bukan hanya milik saya, tapi juga milik keluarga saya. Menyepelekan hak itu sama saja dengan tidak menghormati hak waris keluarga pencipta," tutur Fariz RM.

Proses Hukum Tetap Berjalan

Fariz RM tetap memilih jalur hukum demi memberikan contoh kepada masyarakat dan pelaku industri kreatif mengenai pentingnya menghormati hak cipta.

"Untuk sementara saya memilih proses hukum tetap berjalan. Saya ingin memberikan contoh bahwa hak cipta harus dihormati dan dilindungi," pungkas Fariz RM.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Saksikan Sinetron Istiqomah Cinta Episode Kamis 25 Juni Pukul 21.30 WIB di SCTV

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |