Puncak Arus Mudik H-2 Lebaran 2026, Korlantas Pastikan Terkendali

13 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan puncak arus mudik lebaran terjadi pada Rabu (18/3) malam atau H-2 Lebaran 2026/Idulfitri 1447 Hijriah.

Dia menyebut penetapan puncak arus terjadi berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan terhadap pergerakan kendaraan di jalur tol maupun arteri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika dibandingkan dengan Selasa 17 Maret 2026, terjadi peningkatan volume kendaraan. Pada Selasa 17 Maret 2026 sekitar 221 ribu kendaraan, dan Rabu malam (18 Maret 2026) diproyeksikan mencapai sekitar 250 ribu kendaraan. Kondisi memang cukup padat, namun tetap bergerak. Diperkirakan puncak arus mudik terjadi Rabu malam (Rabu 18 Maret 2026)," kata dia di KM 29, Tol Jakarta -Cikampek, Kamis (19/3) dini hari dikutip dari keterangan yang diterima.

Agus mengatakan sejak Rabu pagi hingga malam kemarin volume kendaraan terpantau mengalami peningkatan signifikan. Meski demikian, kondisi lalu lintas secara umum masih dalam keadaan padat namun tetap bergerak dan terkendali.

"Dengan penerapan one way nasional yang dimulai sejak Rabu 18 Maret 2026 pukul 12.30 WIB hingga wilayah Jawa Tengah, kondisi arus terpantau cukup terkendali," tuturnya.

"Jawa Tengah juga memberlakukan one way lokal dari KM 414 ke arah Bawen dan masih dalam kondisi terkendali," imbuh jenderal bintang dua itu.

Selain di jalan tol, kondisi di jalur arteri juga terpantau mengalami peningkatan volume kendaraan. Namun, arus lalu lintas masih relatif lancar meskipun terdapat perlambatan di beberapa titik.

"Dari sisi arteri, tol, dan pelabuhan, seluruhnya dalam kondisi terkendali. Penyeberangan Merak-Bakauheni juga terpantau lancar," ungkapnya.

Dari sisi keselamatan, Kakorlantas menyebut angka fatalitas kecelakaan lalu lintas menunjukkan tren penurunan sekitar 40 persen dibandingkan periode arus mudik sebelumnya pada tahun lalu. Menurutnya hal tersebut mencerminkan efektivitas langkah pengamanan, pelayanan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kelancaran mudik.

"Untuk angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sekitar 40%. Hal ini menunjukkan upaya negara melalui pos pengamanan, pos pelayanan, serta dukungan teknologi informasi mudik sudah dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi lonjakan volume arus kendaraan dengan perencanaan perjalanan yang matang.

"Kami mengimbau kepada seluruh pemudik untuk tetap berhati-hati di jalan. Mudik adalah perjalanan penuh kebahagiaan dan kerinduan kepada keluarga di kampung halaman, dan kami berharap seluruh masyarakat dapat kembali dengan selamat," kata Agus.

(kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |