Penyanyi Icha Yang Manggung di Malam Cap Go Meh 2026, Suasana Hangat Bagai Reuni Keluarga Besar

2 weeks ago 20

Jadi intinya...

  • Icha Yang tampil di perayaan Cap Go Meh 2026 Hotel Borobudur dengan tema "Discover Timeless Harmony."
  • Penampilannya lebih eksplosif, membawakan setlist lagu Mandarin penuh, menciptakan koor massal.
  • Acara ini menunjukkan keterbukaan masyarakat Indonesia terhadap budaya Tionghoa dan toleransi.

Liputan6.com, Jakarta - Membuka Maret 2026, penyanyi Icha Yang beroleh kesempatan istimewa untuk manggung dalam perayaan malam Cap Go Meh 2026. Digelar di Hotel Borobudur Jakarta dengan tema “Discover Timeless Harmony,” pergelaran ini merayakan Harmoni Imlek Nusantara.

Acara mencapai klimaks dalam malam penutupan Cap Go Meh yang megah, gemerlap, dan sarat atmosfer budaya. Cahaya lampion merah dan dekorasi emas mendominasi ballroom legendaris Hotel Borobudur. Sejurus kemudian penampilan Icha Yang jadi pusat perhatian.

Ini kali kedua Icha Yang manggung di hotel bersejarah tersebut. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, energi yang tercipta jauh lebih eksplosif. Sejak intro dimainkan, para tamu langsung larut dalam suasana. Ballroom tak sekadar menjadi ruang pertunjukan.

Lokasi ini berubah jadi panggung kebersamaan karena para undangan ikut nyanyi, bergoyang, dan menyatu dalam irama. Jika sebelumnya Icha Yang membawakan repertoar lintas genre dan bahasa, kali ini seluruh setlist dirancang khusus dengan dominasi lagu Mandarin.

“Tahun ini konsepnya memang berbeda,” kata Icha Yang setelah manggung. Menurutnya, konsep yang diusung selaras dengan momen Cap Go Meh sebagai puncak perayaan Imlek dengan menghadirkan nuansa Tionghoa yang kental sekaligus autentik.

Deretan lagu energik seperti “Lai Lai Guo Xin Nian,” “He Xin Nian,” hingga “Wo Zhi Zai Hu Ni” menghangatkan panggung. Tak hanya itu, Icha Yang melantun lagu Mandarin populer lain seperti “Yan Wu,” “Lan Da Tou De Yue,” hingga “Peng You” dan “Xiao Wei.”

Menjadi Koor Massal

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, pada Jumat (6/3/2026), Icha Yang bahagia bisa berbagi energi postif dengan para tamu. Beberapa lagu bahkan menjelma koor massal hingga suasana terasa lebih hidup.

“Beberapa di antaranya bahkan berubah menjadi koor massal, menghadirkan suasana hangat bak reuni keluarga besar,” ujarnya seraya membenarkan tak ada satu pun lagu berbahasa Indonesia yang dibawakan pada malam itu.

Imlek dan Cap Go Meh

Keputusan ini sepenuhnya mengikuti konsep acara yang memang dirancang full Mandarin. Meski seluruh lagu berbahasa Mandarin, respons audiens tetap luar biasa lintas etnis dan generasi. Hati Icha Yang terasa penuh.

“Karena ini momen Imlek dan Cap Go Meh, jadi nuansanya total Mandarin. Kalau acaranya berbeda, tentu bisa saja saya bawakan lagu Indonesia,” Icha Yang menyambung. Baginya, musik adalah bahasa universal.

Keterbukaan Masyarakat Indonesia

Icha Yang melihat keterbukaan masyarakat Indonesia terhadap budaya Tionghoa, termasuk melalui musik, makin terasa kuat dari tahun ke tahun. Ia pun berharap Imlek dan Cap Go Meh jadi momen penebal toleransi maupun persaudaraan.

Icha Yang menyimpulkan, perayaan ini menegaskan Imlek kini bukan lagi sekadar selebrasi komunitas tertentu, melainkan bagian dari mozaik kebudayaan Indonesia yang dirayakan bersama dalam damai dan cinta.

Saksikan FTV Kisah Nyata di Indosiar, Sabtu 7 Maret Via Live Streaming Pukul 14.00 WIB

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |