OpenAI bakal Rilis Speaker Pintar Berbasis AI, Berapa Harganya?

1 month ago 43

Liputan6.com, Jakarta - OpenAI dilaporkan tengah mempercepat langkahnya masuk ke industri perangkat keras (hardware). Perusahaan pembesut ChatGPT ini dikabarkan sedang mengembangkan rangkaian perangkat bertenaga kecerdasan buatan (AI), termasuk speaker pintar, kacamata pintar, hingga lampu pintar.

Laporan dari The Information, sebagaimana dikutip dari Engadget, Senin (23/2/2026), menyebutkan bahwa OpenAI telah mengerahkan tim khusus yang terdiri dari lebih dari 200 karyawan untuk menyukseskan ambisi ini.

Produk pertama yang dijadwalkan meluncur adalah speaker pintar yang dilengkapi dengan kamera terintegrasi. Berbeda dengan speaker konvensional, perangkat ini dirancang untuk menyerap informasi visual dari penggunanya dan lingkungan sekitar secara lebih mendalam.

Menurut sumber yang mengetahui proyek tersebut, kamera ini memiliki kemampuan untuk:

  • Identifikasi Objek: Mengenali benda-benda yang ada di atas meja atau di sekitar perangkat.
  • Analisis Konteks: Memantau percakapan yang terjadi di sekitar speaker untuk memberikan respons yang lebih relevan.
  • Keamanan Biometrik: Mendukung fitur pengenalan wajah (facial recognition) serupa dengan Face ID milik Apple untuk autentikasi pembelian.

Perangkat ini diperkirakan akan dibanderol dengan harga kisaran USD 200 hingga USD 300 (sekitar Rp 3,3 juta - Rp 5 jutaan) dan diprediksi baru akan mulai dipasarkan paling cepat awal 2027.

Kolaborasi dengan Jony Ive

Langkah agresif OpenAI di sektor hardware diperkuat setelah perusahaan mengakuisisi io Products, perusahaan rintisan milik mantan desainer legendaris Apple, Jony Ive, senilai USD 6,5 miliar tahun lalu.

Ive, yang dikenal sebagai sosok di balik estetika ikonik produk-produk Apple, kini memimpin pengembangan desain perangkat keras di OpenAI.

Selain speaker, OpenAI juga tengah menggarap kacamata pintar untuk menantang dominasi Meta. Namun, produk ini diperkirakan baru akan hadir pada 2028. Sementara itu, purwarupa untuk lampu pintar telah dibuat, meski kepastian produksinya untuk pasar massal masih belum jelas.

Tantangan Teknis dan Privasi

Meski didukung oleh talenta kelas dunia, proyek ini tidak berjalan tanpa hambatan. Laporan internal mengindikasikan adanya penundaan akibat sejumlah kendala, seperti besarnya daya komputasi yang dibutuhkan untuk menjalankan AI pada perangkat yang diproduksi massal.

Dan isu yang paling krusial adalah kekhawatiran mendalam mengenai privasi pengguna. Analisis pasar menunjukkan bahwa OpenAI mungkin akan menghadapi tantangan besar dalam meyakinkan konsumen.

Mengingat perangkat ini dirancang untuk "selalu mendengar" dan "selalu melihat", skeptisisme publik terhadap keamanan data pribadi tetap menjadi penghalang utama bagi adopsi teknologi ini secara luas.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |