Ardhito Pramono Jadi Juri Tamu Audisi The Icon Indonesia, Bagi Nasihat dan Esensi Seorang Penyanyi

8 hours ago 2

Jadi intinya...

  • Ardhito Pramono juri "The Icon Indonesia", tekankan penyampaian pesan lagu.
  • Bernyanyi harus jujur pada lirik, seperti berbicara dengan nada.
  • Ia mencari ikon yang mampu membawakan lagu dengan karakter unik.

Liputan6.com, Jakarta - Musisi Ardhito Pramono didapuk sebagai juri tamu di audisi ajang pencarian bakat "The Icon Indonesia". Dalam kesempatan tersebut, Ardhito tidak hanya memberikan nilai, tetapi juga membagikan pandangannya mengenai esensi menjadi seorang penyanyi.

Menurut Ardhito Pramono banyak peserta yang sering kali terjebak apda ambisi memamerkan teknik vokal yang rumit, namun melupakan aspek terpenting dari sebuah lagu, yaitu penyampaian pesan.

Ardhito secara tegas menyampaikan kepada para peserta audisi bahwa keindahan bernyanyi tidak melulu soal nada tinggi yang meliuk-liuk. Ia menekankan konsep sederhana, yaitu bernyanyi layaknya seseorang yang sedang berbicara namun menggunakan nada sebagai medianya.

"Karakter yang gue cari sendiri, tadi gue juga ngomong ke para peserta bahwa bernyanyi itu bukan melulu soal bagus gitu. Jadi gue tadi ngomong ke para peserta bahwa nggak perlu dipaksa, di-force bagus gitu. Yang penting jelas saja apa yang kamu nyanyikan," ungkap Ardhito Pramoho di sela-sela audisi, di Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Minggu (15/2/2026).

Lebih lanjut, Ardhito menyoroti pentingnya kejujuran dalam membawakan lirik lagu agar bisa sampai ke telinga dan hati pendrngar. Ia mengamati bahwa masih banyak peserta yang terlalu fokus pada ego untuk terlihat hebat, sehingga lupa memahami makna dari lagu yang mereka bawakan sendiri.

Ardhito pun memberikan wejangan agar para calon bintang masa depan ini lebih mendalami notasi dan lirik sebagai satu kesatuan cerita yang utuh. Hal ini terbukti mengubah cara pandang beberapa peserta yang sempat ia berikan wejangan di ruang audisi.

Yang Penting Lu Jujur Sama Liriknya

"Yang penting lu jujur sama liriknya, lu tahu lu memahami liriknya, itu paling penting. Lu memahami liriknya, pahami notasinya, jadi sampai ke penontonnya. Jadi kayak ngomong tapi pakai nada. Pas gue ngomongin itu, mereka jadi, 'Oh gitu, ternyata', gitu sih," jelasnya.

Menurut Ardhito. Tantangan terbesar dalam kompetisi ini adalah kemampuan peserta untuk menyanyikan lagu orang lain namun dengan cita rasa mereka sendiri. Ia mencari sosok ikon yang mampu mengubah persepsi pendengar terhadap sebuah lagu menjadi terdengar baru dan segar.

Keren Banget Ya!

Bagi Ardhito, kemampuan membawakan ulang lagu dengan identitas baru adalah indikator dari seorang musisi yang memiliki karakter kuat. Hal inilah yang menjadi pembeda utama "The Icon Indonesia" dengan kompetisi menyanyi lainnya.

"Keren banget ya, karena sebuah program yang nggak biasa saja sih. Mencari ikon-ikon yang punya karakternya sendiri, yang bisa menjadikan lagu orang kalau dinyanyiin sendiri tuh jadi lagu dia sendiri gitu, itu susah tuh. Menurut gue, kayaknya di 'The Icon' memang harus kayak gitu tuh, nyari yang punya ikonnya sendiri," ucap Ardhito Pramono.

Oki Setiana Dewi Kembangkan Sayap Dakwah ke Inggris, Sambil Siapkan Buku Baru Menjadi Tenang

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |