Muhadkly Acho Jadi Kepala Sekolah Galak dan Nyentrik di Film Children of Heaven, Marah Pakai Pantun

6 hours ago 4

Jadi intinya...

  • Remake "Children of Heaven" Hanung Bramantyo tayang 27 Mei 2026, berlatar Jawa 1980-an.
  • Muhadkly Acho perankan kepala sekolah galak, nyentrik, dan berpantun saat marah.
  • Film ini diharapkan jadi refleksi bagi anak tentang kesulitan sekolah di masa lalu.

Liputan6.com, Jakarta - “Gagak terbang tinggi. Kenapa terlambat lagi!” cetus kepala sekolah yang dimainkan Muhadkly Acho kepada Ali (Jared Ali) dalam trailer film Children of Heaven karya sineas Hanung Bramantyo. Tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026, ini ulang buat dari Children of Heaven karya sineas Iran, Majid Majidi, yang meraih nominasi Piala Oscar Film Berbahasa Asing Terbaik pada 1998. Jadi kepala sekolah “killer” bukan mudah bagi Muhadkly Acho. Ia mengenang masa kecil di dedake 1990-an. Di era itu, ada guru galak adalah keniscayaan.

Muhadkly Acho menggambarkan, Children of Heaven versi Indonesia berlatar di Pulau Jawa, tahun 1980-an. Karakter, gaya bahasa, aksen, dan propertinya menyesuaikan wajah Indonesia pada era itu. Kepala sekolah yang diperankan Muhadkly Acho galak sekaligus nyentrik.

“Saya mengingat-ingat ‘kekejaman’ para kepala sekolah zaman dulu lalu dipadupadankan dengan dialek atau bahasa tahun 1980-an, sama gestur-gestur yang diberikan acting coach untuk membuat sesuatu yang beda,” kata Muhadkly Acho kepada Showbiz Liputan6.com di Jakarta Selatan pekan ini. Salah satu identitas yang menonjol adalah penggunaan pantun, bahkan saat marah. Pantun ini bukan hasil improvisasi melainkan tercantum di naskah.

“Ada yang membedakan antara kepala seolah dalam Children of Heaven versi Indonesia dengan film aslinya. Salah satunya elemen pantun yang selalu dimainkan kepala sekolah. Jadi meski pun marah, dia tetap berpantun,” beri tahunya.

Soal Ketegasan

Ini bukan kali pertama Muhadkly Acho diarahkan Hanung Bramantyo. Sebelumnya, mereka pernah berkolaborasi dalam film Surga Yang Tak Dirindukan 2, yang mendulang sejuta penonton lebih. Baginya, Hanung Bramantyo bukan galak tapi tegas.

“Terkait tegas, apalagi pemain utamanya anak-anak. Mas Hanung bisa membedakan dan mengatur tegasnya itu enggak sampai bikin anak-anak traumatis. Situasi tetap kondusif dan anak-anak malah bisa mendapat vibes syuting benar-benar serius,” ucap Muhadkly Acho.

Lebih Banyak Sabar

Sebagai informasi, dua tokoh utama Children of Heaven adalah kakak adik yang masih sekolah. Versi Indonesianya dimainkan Jared Ali dan Humaira Jahra. Muhadkly Acho menyanjung Hanung Bramantyo yang berhasil membuat anak-anak nyaman selama syuting.

Lebih lanjut, ia mengenang sejumlah alasan mau membintangi Children of Heaven. Salah satunya, banyak hikmah. “Lebih ke banyak sabar kali ya, apalagi kalau punya anak yang lagi susah diajak ke sekolah,” ujar sutradara film Agak Laen.

Tanpa Menggurui

“Tanpa menggurui tapi (film ini) bisa jadi momen reflektif buat anak, bahwa puluhan tahun sebelum mereka lahir, ada zaman di mana anak sekolah sebegitu sulitnya. Siapa tahu dengan begitu anak jadi lebih mengapresiasi yang mereka punya sekarang,” ujar Muhadkly Acho.

Children of Heaven yang diproduksi MD Pictures bertabur bintang. Film ini juga diperkuat performa Andri Mashadi, Faradina Mufti, Slamet Rahardjo, Dodit Mulyanto, Oki Rengga, Reza Nangin, Benidictus Siregar, hingga Lolox.

Clara Shinta Gugat Cerai Alexander Assad, Sudah Pisah Rumah dan Tak Tuntut Harta Gana-Gini

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |