Microsoft Pensiunkan Windows 11 SE pada 2026, Pengguna Diimbau Beralih ke Versi Reguler

1 month ago 36

Liputan6.com, Jakarta - Microsoft akhirnya mengonfirmasi untuk menghentikan dukungan untuk Windows 11 SE, sistem operasi khusus pendidikan yang dirancang untuk siswa tingkat K–8. Rencananya, perusahaan akan setop dukungan terhadap OS ini pada tahun 2026.

Keputusan ini menjadi perubahan arah yang drastis. Pasalnya, beberapa tahun lalu Microsoft gencar mempromosikan Windows 11 SE sebagai solusi ideal untuk sekolah, dengan konsep sederhana, aman, dan terjangkau.

Mengutip Digital Trends, Selasa (6/1/2025), Windows 11 SE pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021 sebagai OS khusus untuk pelajar usia dini. Setahun kemudian, Microsoft menyebutnya sebagai awal dari “era baru PC”, dengan pengalaman penggunaan berbasis web yang lebih ringan dibandingkan Windows 10 S Mode.

Untuk mendukung konsep tersebut, Windows 11 SE dibuat jauh lebih terbatas dibandingkan versi standar Windows. Siswa tidak dapat mengunduh aplikasi secara bebas, sementara pemasangan software hanya dapat dilakukan oleh administrator IT. File aplikasi berformat .exe yang dijalankan tanpa izin pun otomatis gagal terbuka.

Untuk mendukung strategi tersebut, raksasa teknologi yang bermarkas di Redmond pun meluncurkan Surface Laptop SE dengan harga terjangkau, sekitar USD 249, serta menggandeng mitra seperti Dell dan HP untuk menyediakan perangkat murah bagi sekolah.

Namun, arah kebijakan kini berubah. Dokumen dukungan terbaru Microsoft mengungkap Windows 11 SE tidak lagi menerima pembaruan fitur utama, dengan versi 24H2 menjadi rilis terakhir. Setelah Oktober 2026, perangkat yang masih menggunakan sistem ini tidak akan lagi mendapatkan pembaruan keamanan maupun dukungan teknis.

Bagi sekolah, kondisi ini berpotensi menjadi tantangan serius. Tanpa pembaruan keamanan, perangkat Windows 11 SE dinilai rentan dan berisiko terhadap perlindungan data siswa. Microsoft pun menyarankan institusi pendidikan untuk beralih ke perangkat yang mampu menjalankan versi Windows 11 reguler.

Bagi pihak sekolah dan administrator TI, keputusan ini memicu tantangan anggaran baru. Sekolah yang sebelumnya berinvestasi pada Windows 11 SE kini harus menyiapkan dana tambahan untuk mengupgrade perangkat, atau bahkan mempertimbangkan beralih ke platform lain.

Pengumuman ini muncul bersamaan dengan dirilisnya daftar produk Microsoft yang akan “dipensiunkan” pada tahun 2026, termasuk Office 2021. Meski perangkat Windows 11 SE masih bisa digunakan setelah jangka waktu waktu tersebut, Microsoft memberikan sinyal jelas bahwa eksperimen sistem operasi ringan untuk pendidikan telah selesai.

Microsoft Gaet Anthropic, Azure Kini Dukung Model Claude dan ChatGPT

Di sisi lain, Microsoft memperluas ekosistem kecerdasan buatan (AI) mereka dengan membawa rangkaian model Claude buatan Anthropic ke platform  Azure AI Foundry . Dengan ini, pengembang dapat mengakses model Claude Haiku 4.5 hingga Claude Opus 4.1.

Artinya, Azure menjadi satu-satunya layanan cloud yang menyediakan chatGPT dan Claude secara bersamaan dan di satu platform. Ini juga membuka peluang lebih luas bagi pengembang untuk membangun agen AI, chatbot real-time, hingga sistem riset skala besar.

Presiden Replit, Michele Catasta menjelaskan manfaat dari ketersedia dua model besar dalam satu platform. “Menggunakan Claude yang dipadukan dengan GPT dalam satu platform memberikan keleluasaan besar untuk membuat alur kerja yang stabil dan siap dipakai perusahaan.”

Anthropic menegaskan, Claude dirancang untuk penggunaan perusahaan, mulai dari integrasi dengan aplikasi produktivitas, analisis dokumen, hingga pengembangan perangkat lunak berbasis agen.

Mengandalkan konsep Constitutional AI, semua model dipastikan aman untuk digunakan pada berbagai kebutuhan, termasuk layanan pelanggan, agen coding, dan asisten penelitian.

Di industri, agen berbasis AI disebut dapat meningkatkan efisiensi waktu hingga 30 persen. Tantangan terbesar perusahaan bukan pada pembuatan aplikasi, tetapi pada proses integrasi ke alur kerja perusahaan.

Microsoft menyatakan Azure AI Foundry hadir untuk mengisi kekosongan tersebut melalui model penalaran canggih, platform terbuka, serta fondasi Responsible AI.

Co-founder Manus AI, Tao Zhang, menyambut baik langkah ini. "Kami memanfaatkan model Claude karena kemampuannya dalam coding dan perencanaan tugas jangka panjang. Kini bisa menggunakan Azure menjadi langkah besar,” kata .

Kemampuan Claude dalam Foundry Agent Service

Melalui Foundry Agent Service, Claude bertindak sebagai pusat penalaran untuk agen AI yang dapat:

  • Menyusun alur kerja secara bertahap untuk tugas kompleks
  • Terhubung otomatis ke data pipeline, API eksternal, dan alat produktivitas melalui  Model Context Protocol  (MCP)
  • Mengolah dokumen, mulai dari merangkum hingga mengklasifikasi
  • Memilih model yang paling efisien secara otomatis menggunakan model router
  • Mengelola kinerja, biaya, dan perilaku seluruh agen dalam satu dasbor

Dengan kemampuan ini, Claude dapat menjalankan proses teknis, seperti memeriksa log Azure DevOps, hingga memberi rekomendasi perbaikan secara otomatis ketika terjadi kegagalan deployment.

Skill Claude: Fondasi Otomasi yang Bisa Digabungkan

Melalui Claude API, pengembang dapat membuat “Skills”—blok kemampuan modular berisi instruksi natural, kode  Python/Bash , serta data yang terhubung.

Keterampilan ini dapat disusun, dipakai ulang, dan dihubungkan dalam alur kerja AI yang lebih besar. Seluruh Skills di Foundry bersifat terkendali dan dapat dilacak versinya, sehingga konsisten digunakan sepanjang tim dan proyek.

Dengan cara ini, perusahaan dapat menciptakan otomasi cerdas tanpa harus menuliskan logika rumit dalam prompt, sekaligus memastikan standar dan hasil kerja AI tetap konsisten saat digunakan secara luas.

Claude AI Kini Hadir di Microsoft Foundry, Kontrak Ambisius Senilai Rp 501 Triliun

Microsoft  mengumumkan kemitraan strategi dengan  Anthropic , sebuah perusahaan rintisan kecerdasan buatan ( AI ) terkemuka, yang untuk pertama kalinya akan membawa model-model AI Anthropic ke  platform  Microsoft Foundry , yaitu  Claude AI .

Kesepakatan penting ini mencakup komitmen Anthropic untuk membeli kapasitas komputasi Microsoft Azure senilai USD 30 miliar (sekitar Rp 501 triliun) dan menyewakan kapasitas komputasi tambahan hingga satu gigawatt.

Pelanggan Microsoft Foundry kini akan memiliki akses ke model-model  frontier  milik Anthropic, termasuk Claude Sonnet 4.5, Claude Opus 4.1, dan Claude Haiku 4.5.

Meskipun model-model AI ini akan tersedia di  server  AI Microsoft, Amazon akan tetap menjadi penyedia  cloud  utama dan mitra pelatihan Anthropic. Demikian sebagaimana dikutip dari  The Verge , Kamis (20/11/2025).

Selain Microsoft, Nvidia juga ikut serta dalam kesepakatan ini untuk mengoptimalkan model-model Anthropic agar mencapai kinerja terbaik pada arsitektur Nvidia di masa depan.

Anthropic berkomitmen menggunakan kapasitas komputasi hingga satu gigawatt, memanfaatkan sistem Nvidia Blackwell dan Vera Rubin.

Sebagai bagian dari kemitraan ini, Nvidia dikabarkan berinvestasi hingga USD 10 miliar (sekitar Rp 167 triliun) di Anthropic, sementara Microsoft juga menanamkan modal sebesar USD 5 miliar (sekitar Rp 83,6 triliun).

Infografis Baterai Ponsel Meledak (Liputan6.com/Triyasni)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |