Apple Cetak Rekor Lingkungan Baru, Ada Perubahan Besar di Material Produknya

8 hours ago 4
  • Apa target lingkungan utama Apple untuk tahun 2030?
  • Berapa persentase material daur ulang yang dicapai Apple pada tahun 2025?
  • Kapan Apple berhasil menghapus plastik dari kemasan produknya?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Komitmen Apple terkait isu lingkungan mencapai tonggak baru. Dalam laporan kemajuan lingkungan tahunan yang diumumkan, perusahaan mencatat rekor baru menuju target Apple 2030.

Mengutip laporan perusahaan, Jumat (17/4/2026), perusahaan mencatat rekor baru dengan 30 persen material di seluruh produk dikirim sepanjang 2025 berasal dari bahan daur ulang.

Capaian itu menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan berbasis di Cupertino tersebut dalam perjalanan menuju target Apple 2030, yaitu bebas karbon di seluruh jejak karbonnya pada akhir dekade ini.

Di saat sama, perusahaan juga mengumumkan sederet progres lain, mulai dari penghapusan plastik dari kemasan, penggunaan 100 persen kobalt daur lang di baterai rancangan Apple, hingga perluasan energi terbarukan dan upaya penghematan air.

"Di Apple kami sangat meyakini prinsip meninggalkan dunia lebih baik dari yang kita temukan, dan komitmen itu dicerminkan pada segala hal yang kami lakukan," ujar Tim Cook, CEO Apple.

Ia menambahkan, "tonggak pencapaian dalam pekerjaan kami untuk melindungi planet bumi menunjukkan target ambisisus tersebut juga dapat menjadi mesin inovasi andal. Dan seperti biasa, kami akan terus mendorong untuk membawa kemajuan ini lebih jauh lagi."

Rekor ini tidak berhenti di angka 30 persen. Pembuat iPhone itu juga menyebut, seluruh baterai perangkat yang didesain kini sudah pakai 100 persen kobalt daur ulang, termasuk magnet yang pakai di produk juga sudah pakai 100 persen logam tanah jarang daur ulang.

Perusahaan juga mengungkap, semua papan sirkuit cetak rancangan Apple kini menggunakan 100 persen pelat emas daur ulang dan timah daur ulang pada solder. 

Selain itu, semua papan sirkuit cetak rancangan Apple terbuat dari 100 persen pelat emas daur ulang dan timah di solder. Apple berkomitmen untuk memperoleh seluruh materialnya secara bertanggung jawab, dan mendorong standar tinggi untuk hak asasi manusia dan lingkungan di seluruh rantai pasokannya.

Hilangkan Plastik di Seluruh Kemasan Produk Apple

 Apple)

Perubahan penting lain datang dari sisi kemasan. Perusahaan menyatakan telah menuntaskan transisi ke kemasan 100 persen berbahan dasar serat pada tahun lalu. Dengan komitmen ini, Apple menargetkan untuk menghapus plastik dari kemasan pada 2025 resmi tercapai.

Selama 10 tahun terakhir, insinyur dan desainer Apple telah mengembangkan alternatif untuk komponen kemasan umum, menggantikan baki dan pelindung layar plastik dengan versi yang terbuat dari kertas daur ulang atau bersumber secara bertanggung jawab.

Perusahaan juga merancang kemasan produk mereka agar lebih mudah didaur ulang di rumah. Salah satunya ada pada kotak kemasan Studio Display baru, di mana konsumen bisa melipat kotak tersebut menjadi bagian lebih kecil agar mudah dimasukkan ke tempat sampah.

Dari perubahan tersebut, Apple mengklaim berhasil menghindari penggunaan lebih dari 15.000 metrik tok plastik dalam lima tahun terakhir. Angka tersebut setara dengan sekitar 500 juta botol air plastik.

Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

 Apple)

Kemajuan Apple dalam isu lingkungan juga terlihat dari sisi emisi. Menurut perusahaan, emisi gas rumah kaca pada 2025 tetap lebih rendah dari 60 persen dibandingkan pada 2015.

Apple menilai pencapaian ini lahir dari gabungan banyak langkah sekaligus. Perusahaan tidak hanya menekan emisi, tetapi juga memperluas penggunaan energi bersih, mendorong inovasi daur ulang material, menghemat air, dan mengurangi limbah.

“Di setiap bagian bisnis kami, kami menunjukkan bagaimana inovasi dan kolaborasi dapat mengubah gagasan besar dan ambisi berani menjadi kemajuan yang terukur,” ujar Sabih Khan, Chief Operating Officer Apple. 

“Mulai dari memperbanyak bahan daur ulang hingga menghilangkan plastik dari kemasan kami, kami kini menetapkan tolok ukur baru yang menginspirasi kami untuk menjangkau lebih jauh dan bekerja bahkan lebih keras lagi untuk kebaikan manusia dan planet bumi.”

Perluas Penggunaan Energi Terbarukan

 Apple)

Di sisi energi, pemasok langsung Apple menghasilkan lebih dari 20 gigawatt energi terbarukan tahun lalu sebagai bagian dari Supplier Clean Energy Program, menghasilkan lebih dari 38 juta megawatt-jam listrik. 

Itu cukup untuk memasok listrik bersih pada lebih dari 3,4 juta rumah di AS dalam satu tahun. Apple menghasilkan 1,8 gigawatt energi terbarukan tambahan untuk memasok daya ke kantor, toko retail, dan pusat datanya dengan 100 persen listrik terbarukan. 

Dan perusahaan melangkah maju menuju target Apple 2030 dengan menjalankan proyek energi terbarukan baru di seluruh dunia untuk membantu mengimbangi energi yang digunakan pelanggan untuk mengisi daya produk Apple-nya dengan 100 persen listrik bersih.

Melestarikan dan Menggantikan Air Bersih di Seluruh Dunia

Aspek air ikut menjadi perhatian besar dalam laporan ini. Apple dan para pemasoknya disebut berhasil menghemat 17 miliar galon air segar sepanjang tahun lalu. Jumlah ini diklaim cukup untuk mengisi lebih dari 25.000 kolam renang ukuran Olimpide.

Perusahaan menargetkan pada 2030 seluruh air bersih dipakai untuk mendukung fasilitasnya di seluruh dunia dapat digantikan lewat inovasi dan kemitraan jangka panjang berfokus pada penghematan, pemulihan, dan perlindungan air di tingkat daerah aliran sungai.

MacBook Neo dengan Emisi Karbon Terendah

 Apple)

Pada awal tahun ini, Apple mengumumkan MacBook Neo, dibuat dari nol sebagai MacBook dengan emisi karbon terendah perusahaan tersebut.

Secara keseluruhan mengandung 60 persen bahan daur ulang, MacBook Neo memiliki bahan daur ulang terbanyak di antara perangkat Apple, termasuk 100 persen kobalt daur ulang pada baterainya dan 100 persen logam tanah jarang daur ulang di semua magnetnya.

Penutupnya yang kokoh dan estetis diproduksi dengan proses pembentukan yang efisien dalam penggunaan material yang menggunakan setengah dari bahan baku dibandingkan dengan metode produksi tradisional. 

Dan untuk menghemat air dalam proses produksinya, Apple dan pemasoknya mengembangkan proses anodisasi baru lebih canggih mencapai tingkat penggunaan kembali air hingga 70 persen. Apple sedang berusaha untuk mengembangkan proses anodisasi ini pada lini produksi lainnya dalam tahun-tahun mendatang.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |