Menteri Ekraf Teuku Riefky Dukung Layar Digi Bangun Bioskop Mini di Minimarket, Perluas Akses Film

4 hours ago 2

Jadi intinya...

  • Menteri Ekraf Teuku Riefky mengapresiasi kolaborasi Layar Digi dan minimarket dalam menghadirkan bioskop mini.
  • Inovasi micro cinema ini bertujuan memperluas akses film nasional ke daerah yang minim fasilitas bioskop.
  • Konsep bioskop mini diharapkan memperkuat ekosistem perfilman dan mendorong ekonomi kreatif lokal.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI atau Menteri Ekraf Teuku Riefky mengapresiasi kolaborasi Layar Digi bersama minimarket dalam menghadirkan inovasi layar alternatif melalui micro cinema atau bioskop mini ke berbagai daerah.

Langkah ini penting untuk memperluas akses distribusi film nasional. Kehadiran konsep bioskop mini tak hanya memperluas akses masyarakat terhadap film Indonesia, tapi juga memperkuat ekosistem perfilman nasional. Teuku Riefky menyebutnya terobosan baru.

“Hari ini, kita melihat terobosan baru. Kehadiran micro cinema seperti Layar Digi menjadi solusi untuk memperluas akses pasar dan distribusi film nasional,” katanya dalam peresmian Layar Digi Micro Cinema di Alfamart Agricola, Gading Serpong, Tangerang, Kamis (5/3).

“Momentum ini sangat tepat ketika produksi film meningkat dan minat masyarakat menonton film nasional makin tinggi,” imbuh Teuku Riefky seraya meyakini, ekosistem film Indonesia memiliki potensi sangat besar, baik dari sisi produksi maupun minat penonton.

Namun, distribusi film hingga kini menjadi tantangan utama yang perlu diatasi. Layar Digi sendiri adalah perusahaan yang menghadirkan konsep baru micro cinema dengan memanfaatkan lantai dua gerai Alfamart menjadi bioskop mini.

Dengan desain modern, kursi nyaman, teknologi layar dan suara berkualitas, inovasi ini siap menghadirkan pengalaman menonton yang paling dekat ke masyarakat. Minimaket Alfamart Agricola dijadikan gerai pilot project yang bertransformasi untuk memberi pilihan ruang kebersamaan baru, tempat berkumpul nyaman, sekaligus platform interaksi asyik dalam mendukung karya kreatif, film Indonesia secara bersamaan.

Inovasi Micro Cinema: Solusi Perluasan Akses Film Nasional

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Kamis (5/3/2026), Teuku Riefky menyebut produksi film Indonesia sudah berkembang. Sekitar 176 film diproduksi setiap tahun.

“Jumlah penonton film nasional mencapai lebih dari 80 juta tahun lalu. Artinya, supply and demand sebenarnya sudah ada, yang menjadi persoalan justru distribusinya,” Teuku Riefky mengulas.

Peran Menteri Ekraf dalam Mendukung Ekosistem Kreatif

Saat ini ada sekitar 20 persen kabupaten atau kota di Indonesia yang memiliki akses bioskop. Dengan kondisi tersebut, inovasi model bioskop ala Layar Digi memiliki potensi besar untuk menjangkau wilayah-wilayah yang belum punya bioskop.

“Melalui Layar Digi, kami ingin menghadirkan akses menonton film yang lebih merata sekaligus mendukung para pembuat film agar karya mereka dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat,” beri tahu Rahayu Saraswati.

Potensi Ekonomi Kreatif dan Dampak Sosial Kolaborasi Ini

Selain memperluas akses hiburan, inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ekosistem perfilman nasional dari hulu hingga hilir.

Rahayu Saraswati menyatakan, ke depan, konsep micro cinema Layar Digi direncanakan diuntuk perluas ke berbagai daerah di Indonesia dengan memanfaatkan lokasi-lokasi strategis yang dekat dengan masyarakat.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi distribusi film sekaligus memperkuat posisi sinema Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri serta meningkatkan daya saing di pasar global.

Polisi Pastikan Laporan Wardatina Mawa soal Dugaan Kasus Perzinaan Akan Terus Ditindaklanjuti

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |