Lomon Terinspirasi Son Heung Min dan Zlatan Ibrahimovic di Drakor No Tail to Tell

1 week ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Aktor Lomon membagikan cerita di balik persiapannya membintangi drama terbaru SBS, No Tail to Tell, dalam konferensi pers yang digelar pada 16 Januari di kantor pusat SBS, Mok-dong, Seoul. Drama yang tayang setiap Jumat dan Sabtu ini menampilkan Lomon sebagai seorang bintang sepak bola kelas dunia.

Menariknya, ia mengaku mendapat banyak inspirasi langsung dari kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung Min.

“Son Heung Min benar-benar membantu saya membangun karakter ini. Saya sungguh berterima kasih,” ujar Lomon di hadapan awak media, seperti dilansir dari SBS Star News, Senin (19/1/2026).

No Tail to Tell merupakan drama fantasi romantis komedi yang berpusat pada Eun Ho (Kim Hye Yoon), gumiho generasi Z yang tidak memiliki keinginan untuk menjadi manusia. Ia dipertemukan dengan Kang Si Yeol (Lomon), seorang manusia yang penuh rasa percaya diri dan mencintai dirinya sendiri.

Lomon memerankan Si Yeol sebagai striker top di klub elite Eropa dengan kehidupan yang nyaris sempurna, hingga segalanya berubah ketika Eun Ho hadir dalam hidupnya lewat sebuah pertemuan tak terduga.

Untuk menghidupkan karakter atlet kelas dunia tersebut, Lomon melakukan riset mendalam dengan mengamati pemain sepak bola sungguhan. Ia menyebut Son Heung Min sebagai referensi utama, dipadukan dengan karisma Zlatan Ibrahimović.

 “Saya terinspirasi dari Son Heung Min dan energi tanpa takut Zlatan Ibrahimović,” katanya.

Pesan untuk Son Heung Min dan Latihan Ekstrem demi Mendalami Peran

Lomon bahkan sempat mengirimkan pesan video khusus kepada Son Heung Min atas saran pembawa acara Park Kyung-lim. Dalam video singkat tersebut, ia menyampaikan ucapan tahun baru sekaligus rasa terima kasih atas inspirasi yang membantunya membentuk karakter Kang Si-yeol.

“Semoga tahun baru Anda bahagia, dan tolong tunjukkan banyak cinta untuk drama kami yang tayang perdana hari ini. Anda benar-benar membantu saya menemukan Si Yeol terima kasih banyak,” ujar Lomon.

>Demi menghadirkan sosok pesepak bola kelas dunia yang autentik, Lomon menjalani latihan intensif jauh sebelum kamera mulai merekam. Ia mengaku menyiapkan fisik dan mental dengan jadwal ketat agar setiap adegan di lapangan tampak natural.

Lanjut baca

“Saya mulai berlatih berbulan-bulan sebelum syuting. Saya berusaha agar setiap gerakan terlihat seperti seorang professional mengambil les lima kali seminggu selama dua hingga tiga jam setiap kali. Saya juga berbicara dengan teman-teman pemain dan menonton banyak rekaman untuk menangkap pola pikir, sikap, dan passion seorang pesepakbola,” jelasnya.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |