Lirik Lagu Jejak Waktu dari Black Horses, Oase dari Album Jahanam untuk Para Pencinta Musik

1 day ago 12

Jadi intinya...

  • Black Horses rilis album ketiga "Jahanam" berisi 9 lagu, diproduseri John Paul Patton.
  • "Jahanam" menandai album pertama Black Horses dengan lirik seluruhnya berbahasa Indonesia.
  • Lagu andalan "Jejak Waktu" merefleksikan waktu berjalan dan kenangan tak bisa diulang.

Liputan6.com, Jakarta - Band asal Jakarta, Black Horses, yang diperkuat Oscario (vokal), Kevin Indriawan (gitar), Lucky Azhary (bas) dan Julian Aditya (drum) merilis album ketiga bertajuk Jahanam yang berisi 9 lagu di bawah naungan Firefly Records. Jahanam menandai kali pertama Black Horses memproduksi album dengan lirik lagu seluruhnya berbahasa Indonesia. Album yang diproduseri John Paul Patton ini mengandalkan lagu jagoan “Jejak Waktu.”

Sebelum merilis Jahanam, Black Horses memperkenalkan dua single, “Tirani Tua” dan “Distorsi Menggema.” Kepada awak media di Jakarta, pada Rabu (20/5/2026), Oscario menjelaskan, “Jejak Waktu” bagai oase bagi Black Horses maupun para penggemar.

Lagu ini refleksi melankolis bahwa waktu terus berjalan dan kenangan tak bisa diulang. Liriknya menangkap rasa rindu dan kesadaran akan momen-momen yang telah lewat. Karenanya manusia patut menginsyafi bahwa segala hal, bahkan yang paling berharga, tak akan kembali.

“Jejak Waktu” mengingatkan publk bahwa tiap detik yang terekam dalam ingatan jadi pengingat untuk menghargai saat ini. Jahanam adalah bukti autentik kepekaan para pesonel Black Horses dalam merespons hal-hal disekitar dan menuang keresahan dalam karya seni.

“Album ini bentuk respons bagi para Kusir (sebutan bagi penggemar Black Horses) dan pendengar kami untuk bisa lebih relate dengan apa yang kami rasakan belakangan ini, terutama situasi yang terjadi di sekitar kita, apapun konteksnya,” beri tahu Oscario.

Penanda Zaman

“Jahanam ini lebih dari sekadar album atau kumpulan lagu. Ini penanda zaman dari Black Horses untuk kita semua yang tinggal di Indonesia,” begitu Lucky Azhary menambahkan.

Secara musikal, Jahanam mengedepankan semangat live band dan kebebasan memaknai perasaan yang dialami pendengarnya saat menonton Black Horses beraksi di atas panggung.

Tantangan Memproduksi Album

Secara lirik, Black Horses tidak ingin menggurui para pendengar. Sebaliknya, mereka berbagi rasa, pengalaman, dan seakan berbicara kepada publik bahwa kebebasan itu ada dan nyata. Karenanya, selama masih punya nyawa, maka beranilah mengambil sikap secara jujur.

“Proses produksi materi album ini punya tantangan sendiri. Syukur, gue sudah kenal semua personil Black Horses dengan baik. Sehingga, tantangannya lebih ke output yang sama-sama kita inginkan secara idealis, tapi harus juga relate dengan audiens” ucap John Paul Patton.

Lirik Lagu Jejak Waktu

Verse 1:

Di dalam kehidupan

Kisah-kisah yang terlewati

Terbekas di ingatan

Detik-detik berjalan

Masa lalu yang dilewati

Namun tak akan pernah terlupakan

Chorus:

Akankah bisa selamanya?

Segala kenangan bersama

Kini aku mulai sadari 

Waktu tak kembali

Waktu tak kembali

Verse 2:

Seringku pertanyakan

Semua perasaan yang ada

Tak dapat ku ungkapkan?

Kini ku menyadari

Mungkin semua tak kan terulang

Tetap kan ku jalani

Semua ini dengan arti

Chorus:

Tak akan bisa selamanya

Segala kenangan bersama

Kini aku telah sadari 

Waktu tak kembali

Waktu tak kembali

Waktu tak kembali

Chorus:

Akankah bisa selamanya?

Segala kenangan bersama

Kini aku mulai sadari 

Kaupun tak kembali

Kaupun tak kembali

Kaupun tak kembali

Kaupun tak kembali

Janji Padi Reborn untuk Pagelaran Sabang Merauke, Siap Sajikan Harmoni Musik Modern dan Tradisional

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |