Ruangrima Rilis Single Satusama, Refleksi Pertemuan Sederhana namun Membekas

11 hours ago 12

Jadi intinya...

  • Ruangrima merilis single terbaru berjudul "Satusama" bergenre shoegaze-dreampop/alternative rock.
  • Lagu ini berkisah tentang pertemuan sederhana, ditulis hampir 10 tahun lalu.
  • "Satusama" adalah single kedua Ruangrima, mengarah ke EP yang rilis 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Ruangrima merilis single terbaru mereka. Ya, project indie rock/alternative asal Bogor-Jakarta ini kembali menyapa para pencinta musik tanah air dengan merilis single teranyar yang diberi judul “Satusama”.

Mengusung perpaduan genre shoegaze-dreampop dan alternative rock, lagu ini berkisah tentang sebuah pertemuan yang hadir secara bersahaja tanpa perlu banyak untaian kata.

Melalui karya ini, Ruangrima semakin mengukuhkan identitas musikalitas mereka yang khas: memadukan nuansa melankolis yang megah dan romantis dengan dorongan energi modern yang tegas.“

Ada pertemuan yang rasanya tenang banget, sampai kata-kata jadi nggak terlalu penting. ‘Satusama’ lahir dari kesederhanaan perasaan itu," ujar Rizky Fauz, sang empunya project Ruangrima dalam rilis yang diterima Liputan6.com.

Ditulis sebagai refleksi tentang sebuah pertemuan yang terasa sederhana namun membekas, “Satusama” berbicara tentang momen ketika dua manusia saling menemukan ruang yang sama di tengah hiruk pikuk hidup.

Bukan tentang cerita cinta yang besar atau dramatis, tetapi tentang rasa familiar yang muncul secara perlahan — seperti perasaan pernah mengenal seseorang bahkan sebelum banyak kata terucap.

Ditulis Hampir 10 Tahun Lalu

Menariknya, “Satusama” sebenarnya ditulis hampir 10 tahun yang lalu dan sempat tersimpan cukup lama sebelum akhirnya menemukan bentuk dan momentum yang tepat untuk dirilis.

Waktu yang panjang tersebut justru membuat lagu ini terasa semakin personal — seperti membuka kembali fragmen rasa yang ternyata masih hidup hingga hari ini.

Secara musikal, “Satusama” dibalut dengan progresi chord yang sangat sederhana dan lirik yang minim, memberi ruang besar bagi atmosfer dan emosi untuk berbicara dengan sendirinya.

Nuansa shoegaze-dreampop dan alternative rock tetap terasa kuat melalui gitar yang berlapis, ambience vokal yang melayang, serta dinamika yang perlahan membangun kedalaman emosional. Kesederhanaan tersebut justru menjadi inti dari lagu ini — jujur, sunyi, dan terasa dekat.

Menemani Momen Sunyi

Melalui “Satusama,” Ruangrima ingin menghadirkan pengalaman mendengar yang terasa intim namun tetap megah secara atmosfer. Sebuah lagu yang tidak hanya ingin didengar, tetapi juga dirasakan dan menemani momen-momen sunyi pendengarnya.

“Satusama” menjadi single kedua Ruangrima setelah sebelumnya merilis “Hujan, Kemana Saja Kau?” pada Januari lalu yang sekaligus membuka arah menuju EP terbaru yang direncanakan rilis pada paruh kedua tahun 2026.

Melalui rilisan-rilisan ini, Ruangrima ingin membangun sebuah perkenalan kepada pecinta musik independen tanah air — bukan sekadar kumpulan lagu, tetapi kumpulan perasaan, atmosfer, dan momen yang saling terhubung.I

nfluences musikal Ruangrima banyak terinspirasi dari berbagai nama dalam skena alternative dan indie global maupun lokal seperti Cocteau Twins, The Cure, The Jesus and Mary Chain hingga rumahsakit dan Pure Saturday.

Saksikan Sinetron Jejak Duka Diandra Episode Rabu 10 Mei Pukul 21.30 WIB di SCTV

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |