Kronologi Pembunuhan Cucu Mpok Nori oleh Suami Siri Diungkap Polisi, Belakangan Sering Cekcok

8 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Polsi mengungkap tabir gelap di balik kasus pembunuhan tragis yang menimpa cucu dari seniman legendaris Betawi, almarhumah Mpok Nori. Pihak kepolisian menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban sebelum memaparkan hasil pemeriksaan sementara.

Berdasarkan penyelidikan, terungkap bahwa pelaku dan korban merupakan pasangan suami istri yang menikah secara siri. Hubungan mereka belakangan ini memang sudah tidak harmonis akibat dugaan adanya orang ketiga yang memicu keretakan.

"Baik, pertama-tama kami dari Subdit Resmob Polda Metro Jaya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami oleh keluarga korban," ujar AKP Fechy J. Ataupah, di Polda Metro Jaya, Senin (23/3/2026).

"Jadi terkait kronologi kejadian pembunuhan antara pelaku dengan korban adalah suami istri, mereka nikah siri. Beberapa hari belakangan terjadi cekcok, sering ribut karena pelaku cemburu dengan korban yang diduga memiliki hubungan dengan laki-laki lain," Fechy melanjutkan.

Ketegangan mencapai puncaknya pada tanggal 20 Maret lalu, di mana keduanya sudah pisah ranjang dan tinggal di kos yang berbeda. Saat itu, pelaku secara tidak sengaja melihat korban sedang berjalan dengan pria lain di sebuah acara bazar.

"Kemudian di tanggal 20 Maret 2026, korban itu dengan pelaku sudah tidak tinggal bersama. Pelaku tinggal di kosnya sendiri, korban di kosnya sendiri. Di tanggal 20 Maret, pelaku melihat korban sedang jalan bersama pria lain di acara bazar Ramadan. Sempat didatangi, ditanya, tapi si prianya pergi, dia kemudian ributlah dengan korban," urainya.

Pelaku Kembali ke Kos Korban

Emosi pelaku tidak berhenti di sana meski mereka sempat berpisah setelah keributan di bazar. Sekitar pukul 10 malam, pelaku mendatangi tempat tinggal korban dan justru mendapati pria dari bazar tadi ternyata berada di dalam kosan istrinya. Hal inilah yang memicu pengusiran pelaku oleh korban.

"Setelah dari situ pergi berpisah mereka di bazar. Sekitar pukul 22:00 malam, pelaku datang lagi ke kosnya korban dan didapati bahwa di dalam kos korban lagi berduaan dengan pria yang tadi ditemui di bazar. Sempat juga ada cekcok dan keributan di situ. Kemudian pelaku diusir suruh pulang sama korban," jelasnya lagi.

Setelah sempat diusir, pelaku pulang ke rumahnya namun pikiran buruk terus menghantuinya hingga ia memutuskan kembali lagi dengan membawa senjata tajam. "Pelaku pun pulang ke kosnya. Di kosnya dia merenung, emosinya sudah tidak tertahan, dia kembali lagi ke kos korban. Di sana dia masuk, terjadi pertengkaran. Pelaku sempat mencekik korban, kemudian karena korban berusaha memberontak, pelaku akhirnya mengambil pisau dan menyayat leher korban," ungkapnya.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |