Google Rilis Nano Banana 2, Lebih Cepat dan Kini Jadi Default di Gemini

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Setelah Nano Banana viral saat pertama kali diperkenalkan pada Agustus lalu, Google rajin memperkuat lini model AI visual miliknya dengan menghadirkan Nano Banana Pro pada November berkemampuan setara Studio.

Kini, raksasa mesin pencari tersebut hadirkan Nano Banana 2 dengan fokus utama pada peningkatan kecepatan.

Dilansir Phandroid, Selasa (3/3/2026), Google DeepMind menyebut Nano Banana 2 menggabungkan kualitas dan pemahaman dunia yang sebelumnya dihadirkan Nano Banana Pro dengan kecepatan generasi Gemini Flash responsif.

Dengan pendekatan tersebut, Nano Banana 2 membawa sejumlah peningkatan signifikan. Model ini mampu menjaga konsistensi subjek hingga lima karakter dalam satu gambar.

Dijelaskan, fitur ini sangat penting untuk kebutuhan storytelling visual, materi promosi, hingga konten kreatif melibatkan banyak elemen. Instruksi pengguna juga kini diproses lebih akurat.

Google meningkatkan pemahaman perintah agar hasil visual lebih sesuai dengan deskripsi diberikan. Resolusi gambar pun kini ditingkatkan hingga 4K, sehingga detail terlihat lebih tajam dan siap digunakan untuk kebutuhan profesional.

Seperti generasi sebelumnya, Nano Banana 2 tetap memanfaatkan pencarian web secara real-time. Teknologi ini memungkinkan model menghasilkan visual relevan dan selaras dengan informasi terkini.

Nano Banana 2 Mulai di Hadirkan Ke Sejumlah Layanan Google

Fitur Nano Banana 2 terbaru ini kini mulai dihadirkan ke sejumlah layanan milik Google, termasuk Gemini, Gemini, Google Search, Google Ads, Flow, Google AI Studio, hingga Vertex AI.

Khusus pada aplikasi Gemini, Nano Banana 2 menggantikan Nano Banana Pro sebagai default pada Model Fast, Thinking, dan Pro. Meski demikian, pelanggan berbayar masih dapat mengakses Nano Banana Pro untuk kebutuhan tertentu melalui menu opsi tambahan (ikon tiga titik).

Watermarks dan Where to Find It

Google juga turut memperkuat aspek transparansi AI melalui peluncuran fitur ini. Setiap gambar yang dihasilkan oleh Nano Banana 2 kini dilengkapi dengan watermark SynthID yang terintegrasi langsung pada konten.

Tak hanya itu, Google juga menggabungkannya dengan C2PA Content Credentials yang didukung sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Adobe, Microsoft, OpenAI, dan Meta.

Langkah ini bertujuan memberikan konteks yang lebih jelas terhadap gambar hasil AI, bukan hanya memastikan apakah konten tersebut dibuat dengan AI, namun juga menjelaskan bagaimana proses pembuatannya.

Menurut Google, alat verifikasi SynthID di aplikasi Gemini telah digunakan lebih dari 20 juta kali sejak diluncurkan pada November. Sementara itu, dukungan verifikasi berbasis C2PA juga akan segera tersedia pada aplikasi Gemini.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |