Fitur Privacy Display Samsung Galaxy S26 Ultra Banyak Dituri HP China

17 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Fitur privacy display (layar privasi) yang dimiliki Samsung Galaxy S26 Ultra  menggunakan panel OLED terarah yang didukung dengan implementasi perangkat lunak cerdas.

Fitur ini memungkinkan pengguna menyembunyikan sebagian tampilan layar saat dilihat dari sudut tertentu, sehingga dapat mencegah orang lain melihat isi layar ketika perangkat digunakan di ruang publik.

Inovasi layar privasi ini sukses menarik perhatian para produsen di industri ponsel. Kabarnya, beberapa vendor asal China tengah mengembangkan teknologi yang sama, dengan tujuan meningkatkan perlindungan privasi pada perangkat mereka dan memenuhi kebutuhan konsumen yang mengutamakan data pribadi.

Bukan hanya terkesan dengan fitur layar privasi Samsung, Digital Station, tipster terkenal asal China, mengungkap bahwa sejumlah “produsen dalam negeri” sedang menguji teknologi bernama 'spy screen'.

Merek China Terkesan dengan Layar Privasi Samsung

Fitur ini pada dasarnya merupakan solusi layar privasi berbasis perangkat keras yang terdengar mirip dengan layar privasi milik Samsung.

Tipster tersebut juga membagikan sebuah gambar yang memperlihatkan bagaimana teknologi ini bekerja: tampilan terlihat jelas dari depan, tetapi buram saat dilihat dari sudut tertentu.

Istilah “produsen dalam negeri” kemungkinan merujuk pada merek-merek seperti Oppo, Vivo, Xiaomi, atau OnePlus, yang beberapa di antaranya juga menjual smartphone mereka di luar pasar China.

Mungkinkah Layar Privasi Menjadi Tren Unggulan Baru?

Spy screen mungkin terdengar sederhana, namun teknologi ini dirancang untuk menyembunyikan tampilan layar dari pandangan yang tidak diinginkan.

Yang menarik perhatian dari fitur ini adalah klaim mengenai fitur “tingkat hardware” yang berarti perlindungan privasi tidak hanya bergantung pada software, tetapi juga melibatkan komponen fisik layar untuk membatasi sudut pandang secara langsung.

Pada versi Samsung, layar privasi menggabungkan implementasi tingkat hardware dan software. Teknologi ini dikabarkan mampu mendeteksi ketika pengguna memasukkan informasi sensitif, seperti kata sandi atau OTP, dan secara otomatis layar akan meredup pada bagian layar yang bersangkutan.

Hingga saat ini, belum diketahui apakah versi China benar-benar berupa perlindungan privasi berbasis layar bawaan yang memengaruhi sudut pandang atau juga dilengkapi tombol on/off yang dikendalikan oleh software.

Meski demikian, layar privasi diprediksi akan menjadi tren utama dalam beberapa tahun ke depan, terutama pada perangkat Android, sementara implementasi serupa pada iPhone kemungkinan baru akan terlihat dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |