Dear Ariyo Wahab dan Ardit Erwandha, Lebih Susah Syuting Film Drama, Komedi Atau Horor?

11 hours ago 1

Jadi intinya...

  • Ardit Erwandha debut drama utama di "Tunggu Aku Sukses Nanti" menantang baginya.
  • Film ini mengisahkan Arga yang menganggur, menghadapi tekanan keluarga dan masalah finansial.
  • Ardit merasa drama lebih sulit dari komedi/horor, berbanding terbalik dengan Ariyo Wahab.

Liputan6.com, Jakarta - Tunggu Aku Sukses Nanti menandai kali pertama Ardit Erwandha jadi pemeran utama dalam genre drama. Sebagai Arga, ia merasa tertantang lantaran beradu akting dengan para bintang dengan jam terbang tinggi seperti Ariyo Wahab, Lulu Tobing, hingga Niniek L. Karim.

Film ini mengisahkan kumpul keluarga saban Lebaran yang menjelma momen menyakitkan. Arga (Ardit Erwandha) jadi sasaran tembak di momen Lebaran karena sudah tiga tahun menganggur. Cari kerja zaman sekarang bagai mencari jarum di tumpukan jeram.

Arga kerap dibanding-bandingkan dengan sepupu–sepupunya yang sudah punya karier mapan. Kondisi memburuk kala adiknya (Adzana Ashel) terancam gagal bayar uang kuliah, sementara rumah nenek yang mereka tumpangi hendak dijual dalam waktu dekat.

Terbiasa menekuni komedi membuat Ardit Erwandha kesusahan mendalami genre drama. “Habis komedi pindah ke marah. Habis marah, pindah sedih. Habis sedih balik lagi ke komedi. Sudah begitu, Arga itu ke beda orang, beda pula cara dia ngomong,” katanya.

Interaksi Arga dengan bapak, ibu, tante, pacar, dan teman-teman punya gaya pendekatan berbeda. Berkaca pada pengalaman syuting Tunggu Aku Sukses Nanti, Ardit Erwandha menyebut membintangi film drama lebih sulit jika dibandingkan dengan komedi atau horor.

“Komedi, mungkin karena bertahun-tahun mengulik itu jadi kayak rutinitas gue sehari-hari. Yang kedua, horor. Yang paling susah drama. Karena hal baru,” ujar Ardit Erwandha dalam interviu eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta, baru-baru ini.

Aku Kebalikan Dia

Ariyo Wahab justru sebaliknya. Debut akting di layar lebar tahun 2003 lewat Biarkan Bintang Menari, membuatnya terbiasa main drama. Karenanya, kala dipercaya memerankan Komanda Aryo dalam Agak Laen: Menyala Pantiku!, Ariyo Wahab ketar-ketir.

“Aku kebalikannya dia. Kebalikannya pasti. Drama, dia nomor terakhir, kan? Aku nomor pertama. Horor nomor dua, sama. Ketiga komedi, karena aku enggak lucu. Lucunya apa coba ha ha ha!” pelantun “Kucinta Caramu” dan “Sepenuh Hati” menjelaskan.

Teringat Syuting Agak Laen 2

“Gue waktu syuting Agak Laen 2, bilang ke sutradara, ‘Acho, pokoknya gue ngikutin lo. Lo jangan sampai ke mana-mana, apa yang lo tugasin akan gue laksanakan dengan baik.’ Jadi urutannya dari yang paling mudah: drama, horor, dan komedi,” ucap Ariyo Wahab.

Meski drama sudah jadi makanan sehari-hari, bukan berarti syuting Tunggu Aku Sukses Nanti minim tantangan. Ia mengenang setidaknya ada dua adegan yang menguras energi. Pertama yang di meja makan, disebut Ariyo Wahab sebagai drama pol banget.

Ketika Anak Tiba-tiba Ingin Bicara

Dalam adegan ini, Ardit Erwandha masuk dan menyatakan sesuatu yang tak pernah terlintas di benak ayah ibunya. Ariyo Wahab menyatakan, orang tua di kehidupan nyata pun tentu syok kala mendapati anaknya mengatakan hal tersebut.

“Ketika anak tiba-tiba ingin bicara dan orang tua menyadari, ‘Ya ampun, yang kamu rasakan ini toh?’ Itu merinding. Yang kedua, ketika Ardit datang lagi dengan naik motor ke warung,” pungkas Ariyo Wahab. Selengkapnya bisa Anda saksikan di bioskop.

Profil Gerald Situmorang, Bassist Barasuara yang Dikabarkan Menikah dengan Ayushita

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |