Clara Shinta Ungkap Kondisi Psikis Anak-Anaknya Setelah Rahasia Gelap Alexander Assad Terbongkar

2 days ago 11

Jadi intinya...

  • Konflik rumah tangga Clara Shinta berdampak serius pada mental anak-anaknya.
  • Anak-anaknya mulai mempertanyakan keberadaan ayah, membuat Clara terisak.
  • Clara membatasi akses demi perlindungan anak dan siap hadiri lembaga perlindungan.

Liputan6.com, Jakarta - Konflik rumah tangga Clara Shinta berdampak pada kondisi kesejahteraan mental anak-anaknya yang masih kecil. Sebagai ibu, ia merasa hancur ketika anak-anaknya mulai mempertanyakan keberadaan ayah mereka. Clara Shinta mengungkap bagaimana suasana rumahnya berubah menjadi kelabu. Ia tak kuasa menahan tangis saat membicarakan dampak yang dirasakan buah hati akibat perbuatan orang dewasa.

"Anak-anak saya yang tidak mengerti apa-apa pun pasti terkena dampak, pasti. Pasti bertanya bapaknya di mana, meskipun sempat kita kemarin ada mediasi dengan Pak Sunan," ungkap Clara Shinta sambil terisak, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).

Clara Shinta menyadari, perpisahan dan kegaduhan di medsos telah mengganggu kehidupan buah hatinya. Ia merasa bersalah karena urusan pribadi orang tuanya kini menjadi konsumsi publik yang berdampak pada psikis sang anak.

"Setelah kejadian anak-anak tetap bertanya, maksudnya dengan keadaan orang tuanya seperti apa, pasti terasa berdampak ke anak-anak. Anak-anak saya terganggu, tanya bapaknya di mana, jawab apa saya," tuturnya.

Sunan Kalijaga selaku kuasa hukum Clara Shinta, menggarisbawahi betapa serius dampak psikologis yang dialami anak-anak Clara Shinta. Ia menyebut, terganggunya mental anak-anak menjadi salah satu kerugian yang dialami sang klien dalam kasus ini.

"Mereka berdua ini tentunya punya anak-anak, psikisnya terganggu sudah pasti. Ramai di pemberitaan, lagi pula mereka harus berpisah, pasti juga terganggu kan anak-anak ini," jelas Sunan Kalijaga.

Papa di Mana?

Menurut Sunan Kalijaga, pertanyaan-pertanyaan polos dari anak mengenai keberadaan sang ayah menjadi beban mental tersendiri bagi Clara Shinta. Ini pula yang akan menjadi salah satu pertimbangan dalam langkah hukum yang akan mereka ambil ke depan.

"Anaknya tanya 'Papa di mana?' begitu juga sebaliknya kan begitu. Jadi alangkah sangat tidak adilnya menurut klien kami kalau dari peristiwa semua ini yang di mana juga yang memulai membuat sebab akibatnya juga bukan klien kami," Sunan Kalijaga menyambung. 

Enam Bulan ke Belakang...

Clara Shinta menegaskan, setiap langkah yang ia ambil, termasuk membatasi akses bertemu untuk sementara, didasari pertimbangan perlindungan anak. Ia ingin menjaga anak-anak dari situasi yang mungkin akan lebih merugikan.

"Jawaban atau apa segala macam itu internal ke saya dan beliau yang tahu permasalahan apa kenapa saya tidak memperbolehkan anak saya bertemu itu pasti ada alasannya. Karena sebelum enam bulan tersebut, enam bulan ke belakang saya kasih kok," tegas Clara Shinta.

Insyaallah Kamis

Terkait keterlibatan lembaga perlindungan anak, Clara Shinta menyatakan kesiapannya untuk hadir jika diperlukan guna memberi klarifikasi. Ia menekankan tujuannya hanya satu, yaitu menjaga keutuhan mental dan masa depan anak-anak.

"Saya akan datang insyaallah Kamis. Saya akan datang sendiri tanpa kuasa hukum karena saya hanya untuk keutuhan anak saya. Saya ingin mengobrol personal curhat sebagai seorang ibu," ucap Clara Shinta.

Saksikan FTV Kisah Nyata di Indosiar, Rabu 15 April via live streaming pukul 13.30 WIB

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |