Bumi Manusia Extended Hadir Rayakan Seabad Pramoedya Ananta Toer, Ini Respons Hanung Bramantyo

16 hours ago 10

Jadi intinya...

  • Bumi Manusia Extended tayang di KlikFilm, merayakan seabad Pramoedya Ananta Toer.
  • Miniseri 6 episode ini menawarkan cerita lebih detail dan sudut pandang segar.
  • Hanung Bramantyo mendukung proyek ini, yakin kualitasnya terjaga oleh tim solid.

Liputan6.com, Jakarta - Masih ingat film Bumi Manusia? Karya sineas Hanung Bramantyo itu dirilis pada 2019 dan mendulang 1,3 jutaan penonton. Setelah tujuh tahun, kini hadir Bumi Manusia Extended yang tayang di platform streaming KlikFilm, untuk merayakan seabad Pramoedya Ananta Toer.

Bumi Manusia Extended hadir dalam format miniseri 6 episode. Tiap episode, berdurasi sekitar 40 menit. Dengan cerita yang lebih detail dan klimaks di tiap episode, penonton akan dapat gambaran lebih utuh soal dunia Bumi Manusia yang dibangun Pramoedya Ananta Toer.

Bumi Manusia Extended mengudara tiap Senin dan Kamis. Episode perdana menyapa para pencinta sinema pada Kamis, 5 Maret 2026. Kepada Showbiz Liputan6.com, Hanung Bramantyo menjelaskan, kali pertama dikabari ada Bumi Manusia Extended dua bulan silam.

“Dua bulan yang lalu dikabari, jawaban saya: Good. Saya bilang, saya bisa bantu apa kabari saja. Tapi ternyata, mereka sudah punya tim solid. Ada Pak Haveen, Pak Sentot Sahid. Pak Andy Pulung,” kata Hanung Bramantyo di Jakarta Selatan, pekan ini.

Para seniman yang berada di balik Bumi Manusia Extended adalah pembaca novel Bumi Manusia. Karenanya, Hanung Bramantyo tak khawatir akan kualitas hasil akhirnya. Saat proses editing bergulir pun, sutradara film Ayat-ayat Cinta hanya mengingatkan satu hal.

“Saya hanya kasih masukan, sekadar mengingatkan kepada Pak Naveen dan Bu Erica (dari Falcon Pictures), konflik kultural dan politiknya, jangan dikurangi karena itu penting dalam melatarbelakangi peristiwa dalam buku Bumi Manusia,” ia menyambung.

Tentang Sentot Sahid

Sentot Sahid adalah penyunting gambar film Bumi Manusia. Ia meraih Piala Citra FFI 2017 lewat film Night Bus. Sentot Sahid juga seorang sutradara. Ia pernah menggarap film Janji Darah dengan bintang Natasha Wilona dan Emir Mahira.

“Mas Sentot Sahid juga pembaca Bumi Manusia, dia juga seorang sutradara. Karenanya, saat melihat shot adegan, dia sudah tahu. Sebelum puasa, saya sudah dikasih lihat episode satu dan dua,” beri tahu Hanung Bramantyo.

Sudut Pandang Penceritaan Yang Segar

“Terus terang saya menonton episode satu dari situ oke banget. Artinya, sudut pandang penceritaannya keren. Ini film sudah tujuh tahun lalu. Oh, sekarang bisa dibikin begini ya? Bagus, kenapa enggak dari dulu dibikin begini,” imbuhnya.

Bumi Manusia sendiri bertabur bintang dari Iqbaal Ramadhan, Mawar de Jongh, Sha Ine Febriyanti, Ayu Laksmi, Donny Damara, Bryan Domani, Giorgino Abraham, dan Jerome Kurnia. Film ini meraih 12 nominasi Piala Citra.

Ruang Kontemplasi Lebih Luas

Direktur KlikFilm, Frederica, menyatakan, Bumi Manusia Extended adalah bentuk komitmen menghadirkan karya berkualitas bagi penonton Indonesia. Ia percaya karya sebesar Bumi Manusia memiliki jiwa yang tidak cukup hanya diceritakan dalam satu format.

“Versi extended ini memberi ruang kontemplasi lebih luas bagi penonton untuk menyelami pemikiran Pramoedya Ananta Toer. Jelang Lebaran, kami ingin menghadirkan tontonan yang bukan hanya menghibur, tapi juga memperkaya batin,” ucap Frederica.

Saksikan Sinetron Jejak Duka Diandra Episode Jumat 6 Maret Pukul 21.30 WIB di SCTV

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |