Liputan6.com, Jakarta SCTV menghadirkan aneka acara menarik selama bulan puasa tahun 2025 ini. Salah satunya adalah tayangan Gema Ramadan yang tayang setiap Minggu pukul 22.00 WIB.
Para hadirin di acara ini bisa berbagi keresahan soal hal-hal yang berkaitan dalam kehidupan beragama. Salah satu yang ikut bertanya, ternyata adalah Fattah Syach, salah satu bintang sinetron SCTV unggulan Asmara Gen Z.
Dalam rekaman tayangan yang dibagikan di kanal YouTube SCTV, ia mengungkap unek-uneknya soal manajemen emosi saat Ramadan kepada Mamah Dedeh.
"Halo Mah, curhat dong! Biasanya kita kan kalau di lokasi syuting ada perselisihan pendapat yang kadang bisa memancing emosi. Mungkin karena faktor kelelahan," tanya Fattah Syach.
Ia menambahkan,"Apakah pada saat emosinya terpancing kalau lagi bekerja ini bisa membatalkan puasa?"
Atas pertanyaan ini, Mamah Dedeh menjelaskan bahwa marah bukan membatalkan, tapi mengurangi pahala puasa.
Ia juga memberi nasihat soal cara mengelola amarah, terutama saat bulan Ramadan.
Amarah dan Memgendalikan Hawa Nafsu
"Di mana pun selisih pendapat normal. Kepala boleh sama hitam, tapi pendapat bisa beda. Jangankan teman syuting. Sekeluarga, seibu sebapak mesti ada pendapat berbeda," kata Mamah Dedeh.
Ia menambahkan, salah satu tanda orang bertakwa, adalah mampu mengendalikan nafsu.
"Malaikat diberikan akal tanpa nafsu. Allah ciptakan binatang, nafsu tanpa akal. Manusia dua-duanya ada, cuma orang takwa mengendalikan hawa nafsu. Nafsu bukan diikutin, tapi wajib dikendalikan," kata Mamah Dedeh.
Ia meneruskan, "Orang yang kuat dalam Islam bukan orang yang bisa membanting lawannya, tapi orang yang bisa mengendalikan hawa nafsunya."
Cara Mengendalikan Amarah
Mamah Dedeh juga memberikan kisi-kisi mengendalikan amarah, seperti yang diajarkan Rasulullah. Yang pertama, adalah membaca kalimat ta'awudz.
"Kenapa? Karena setan yang memicu manusia kepada marah," tuturnya.
Yang kedua, adalah diam. "Kalau orang marah ngomong nyerocos, kadang-kadang anggota Ragunan diomongin, diabsen semua," tutur sang ustazah.
Salat hingga Ubah Posisi Badan
Hal ketiga yang bisa dilakukan adalah berwudu. "Karena emosi, marah dari setan, dan setan dari api. Yang namanya api bisa padam dengan air," kata Mamah Dedeh.
Ketika hal ini dilakukan pun masih belum sanggup memadamkan emosi, Mamah Dedeh menyebut Salat Mutlak dua rakaat bisa dilakukan.
"Marah pusatnya di udel. Dua kali ruku’ udel kita ketekuk, berkurang emosi kita," ujarnya.
Terakhir, yang bisa dilakukan adalah mengubah posisi tubuh. "Mamah Dedeh berkata, "Kalau berdiri, duduk. Kalau duduk, berbaring."
Hal ini, tuturnya, bisa mengurangi kemungkinan untuk berbuat kekerasan karena ruang gerak terbatas.