Asus Rilis ROG Cetra Open Wireless, Earbud Gaming Open-Ear untuk Gamer Aktif

23 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Asus Republic of Gamers (ROG) memperkenalkan lini produk audio gaming baru mereka, ROG Cetra Open Wireless, di ajang Consumer Electronic Show (CES) 2026.

Sesuai kategori, earbud nirkabel berdesain open-ear ini memang ditujukan untuk bermain game, mendengarkan musik, hingga aktivitas autdoor.

Asus menjelaskan, ROG Cetra Open Wireless dirancang untuk pengguna yang ingin menikmati audio imersif dan tetap sadar terhadap lingkungan sekitar.

Lalu apa yang membuat earbuds ini beda dari perangkat serupa lainnya? Salah satunya terletak pada konektivitas dual-mode. Pengguna dapat memilih koneksi Bluetooth atau teknologi nirkabel latensi ultra-rendah ROG SpeedNova 2.4GHz.

"Teknologi ini memungkinkan sinkronisasi audio dan visual lebih presisi saat bermain game, terutama untuk judul-judul kompetitif yang menuntut respons cepat," kata Asus dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Perusahaan asal Taiwan ini juga menyematkan dongle USB-C 2.4Ghz untuk mendukung pengisian daya satu arah. Artinya, pengguna bisa tetap mengisi daya earbuds meskipun perangkat tersebut sedang digunakan.

 Asus)

Dari sisi kualitas suara, Asus mengklaim ROG Cetra Open Wireless mampu menghasilkan karakter suara lebih bersih, bass terasa penuh, serta soundstage luas.

Hal ini bisa didapatkan berkat driver diafragma berukuran 14,2mm dengan lapisan diamond-like carbon. Perusahaan juga menyebut, desain diafragma tersebut juga mampu menekan distorsi sekaligus menjaga detail nada tinggi tetap jernih.

Karena dipakai untuk bermain game berjam-jam, Asus juga memperhatikan kenyamanan earbuds wireless-nya ini. Earbud ini sudah dibekali ear hook ergonomis berbahan liquid silicone serta gantungan leher reflektif mampu dilepas-pasang.

"Kombinasi ini membuat ROG Cetra Open Wireless tetap stabil saat dipakai untuk bergerak, berlari, atau berolahraga sekalipun," ucap perusahaan.

Tidak seperti kebanyakan earbud modern mengandalkan kontrol sentuh, earbud baru ROG ini menggunakan kontrol tombol fisik. Ini memberi pengguna kontrol lebih presisi saat gaming dan tetap responsif meski tangan berkeringat atau saat hujan.

ROG turut menyertakan dua mode audio bawaan. Pertama ada mode Phantom Bass, dirancang untuk meningkatkan persepsi frekuensi rendah. Sedangkan kedua ada mode Immersion, membantu mengurangi kebisingan latar belakang agar suara utama tetap terdengar jelas.

Earbud ini telah mengantongi sertifikasi ketahanan cipratan IPX5. Perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga 16 jam melalui mode Bluetooth, dengan pencahayaan RGB dan mikrofon dalam keadaan mati. 

Asus ROG Xreal R1 Diumumkan di CES 2026

 Asus)

Lebih lanjut, Asus menambah lini produk mereka dengan memperkenalkan perangkat gaming portabel, ROG Xreal R1, bertepatan dengan digelarnya Consumer Electronic Show 2026 (CES 2026).

Perusahaan asal Taiwan itu mengklaim, ROG Xreal R1 ini adalah kacamata AR gaming pertama di dunia yang menggunakan layar micro-OLED FHD 240Hz.

ROG Xreal R1 dibuat untuk memberikan pengalaman gaming lancar dan imersif, tanpa harus mengandalkan monitor fisik. Perangkat ini dapat memunculkan layar virtual berukuran 171 inci dengan sudut pandang luas, ringan, dan bisa dipakai di mana saja.

"Berbekal wearable ini, gamer yang memainkan game di ROG Ally dapat menikmati tampilan lebih luas dengan sudut padang sebesar 57 derajat," kata Asus dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

Spesifikasi ROG Xreal R1 mencakup panel Sony micro-OLED 0,55 inci beresolusi Full HD 1920 x 1080 piksel dengan refresh rate 240Hz.

Lewat kombinasi ini, raksasa teknologi tersebut mengklaim perangkat ini mampu menghasilkan visual super halus dengan latensi motion-to-photon rendah.

Saat dipakai, wearable ini akan memproyeksikan layar virtual raksasa seolah pengguna sedang berada empat meter di depan layar.

Perangkat ROG ini juga sudah mendukung mode Anchor berbasis 3 Degrees of Freedom, di mana gamer dapat menempatkan layar virtual di posisi tertentu di ruang sekitar, atau menguncinya di depan pandangan.

Salah satu nilai jual utama dari ROG Xreal R1 ini adalah konektivitas. Mengandalkan kabel USB-C, gamer bisa langsung colok wearable tersebut ke ROG Ally.

Untuk pengguna PC dan konsol, Asus menyertakan ROG Control Dock yang menyediakan input DisplayPort 1.4 dan dua port HDMI 2.0.

Dilengkapi Audio Buatan Bose

 Asus)

ROG Xreal R1 dilengkapi lensa elektrokromik dengan tiga tingkat transparansi, dan akan menyesuaikan tingkat gelap dan terang secara otomatis sesuai kondisi cahaya sekitar atau manual.

Untuk urusan audio, Asus menggandeng Bose. Dilengkapi teknologi Sound by Bose, wearable ini mampu menghadirkan efek suara tiga dimensi mampu menangkap detail penting di dalam game, seperti langkah kaki hingga suara tembakan dari kejauhan.

Bobor Ringan untuk Main di Mana Saja

Hanya memiliki bobot 91 gram, ROG Xreal R1 dirancang agar nyaman dipakai untuk bermain game dalam waktu lama. Perusahaan menyebut, kacamata ini sebagai evolusi layar gaming spasial berteknologi ROG ke format wearable.

Rencananya, ROG Xreal R1 akan meluncur secara global pada paruh pertama 2026. Asus saat ini sedang memamerkan di booth perusahaan dan Xreal dalam ajang CES 2026 di Las Vegas.

Alasan Asus Disebut Ingin Produksi RAM Sendiri

Asus dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk menghadapi krisis pasokan memori global yang berdampak pada tingginya harga laptop.

Perusahaan asal Taiwan itu disebut ingin memproduksi RAM secara mandiri mulai 2026, meski secara resmi perusahaan telah membantah rencana tersebut. Demikian sebagaimana dikutip dari Digital Trends, Selasa (30/12/2025).

Rumor itu muncul di tengah keterbatasan pasokan memori DDR4 dan DDR 5 di pasar global. Tiga produsen memori terbesar dunia yakni Samsung, Micron, dan SK Hynix, kini mengalokasikan sebagian besar kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menawarkan harga lebih tinggi.

Dampaknya, produksi RAM untuk perangkat konsumen termasuk laptop dan PC semakin terbatas. Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan tersebut mendorong kenaikan harga memori, yang secara langsung memengaruhi harga jual laptop di pasaran.

Bagi Asus, situasi ini menjadi tantangan serius. Perusahaan disebut telah bersiap melakukan penyesuaian harga pada sejumlah produk laptop guna mengimbangi kenaikan biaya komponen.

Namun, posisi tawar menawar dengan pemasok memori dinilai terbatas karena produsen RAM lebih memprioritaskan klien korporasi berskala besar.  

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |