All of Us Are Dead 2 Segera Hadir: Perjuangan Baru Melawan Zombie di Seoul

1 month ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Serial horor aksi seru asal Korea Selatan, "All of Us Are Dead", telah memukau penonton global sejak penayangan perdananya di Netflix pada 28 Januari 2022. Diadaptasi dari webtoon populer "Now at Our School" karya Joo Dong-geun, serial ini menghadirkan premis menegangkan tentang sekelompok siswa yang terjebak di sekolah mereka saat wabah zombie tiba-tiba melanda.

Musim pertamanya sukses besar, menampilkan perjuangan epik para remaja dalam menghadapi kiamat mayat hidup di lingkungan yang terbatas.

Kisah "All of Us Are Dead" berpusat pada siswa SMA Hyosan yang mendapati diri mereka terperangkap di dalam gedung sekolah. Ketika virus zombie menyebar dengan cepat, mengubah teman dan guru menjadi makhluk buas, para siswa harus mengandalkan akal dan keberanian mereka untuk bertahan hidup. Mereka menghadapi tantangan luar biasa, terputus dari bantuan luar dan harus berjuang sendiri melawan gerombolan zombie yang tak ada habisnya.

Kini, kabar gembira datang bagi para penggemar, karena Netflix telah mengonfirmasi produksi musim kedua "All of Us Are Dead". Musim baru ini dijanjikan akan membawa teror zombie ke lokasi yang lebih luas, yaitu Seoul, dengan fokus pada kelanjutan kisah para penyintas.

Produksi telah dimulai pada Juli 2025, dan para penggemar dapat menantikan penayangan musim kedua ini pada paruh kedua tahun 2025 atau awal 2026.

Asal Mula Wabah All of Us Are Dead

Wabah zombie yang menjadi inti cerita "All of Us Are Dead" memiliki asal-usul yang tragis dan kompleks. Virus mematikan ini bermula dari eksperimen sains yang gagal oleh seorang guru kimia di SMA Hyosan, Lee Byeong-chan. Ia menciptakan virus tersebut dengan niat awal untuk menolong putranya, Lee Jin-su, yang menjadi korban perundungan parah di sekolah. Namun, eksperimen tersebut justru berujung pada bencana tak terduga.

Alih-alih menyembuhkan, virus tersebut mengubah putranya menjadi zombie pertama, yang kemudian menjadi sumber penyebaran awal. Virus ini kemudian menyebar di dalam sekolah setelah seorang siswi, Kim Hyeon-ju, digigit hamster yang terinfeksi di laboratorium sains milik guru tersebut. Insiden kecil ini dengan cepat memicu pandemi yang tak terkendali, mengubah SMA Hyosan menjadi medan perang mengerikan antara manusia dan mayat hidup.

Penyebaran yang cepat dan brutal ini membuat para siswa dan staf sekolah terjebak tanpa jalan keluar. Mereka harus menyaksikan teman dan orang-orang terdekat mereka berubah menjadi monster, memaksa mereka untuk mengambil keputusan sulit demi kelangsungan hidup. Latar belakang wabah ini memberikan dimensi emosional yang mendalam pada narasi horor aksi ini.

Perjuangan Bertahan Hidup di Tengah Kiamat Zombie

Saat infeksi zombie meluas di SMA Hyosan, para siswa yang terperangkap harus menghadapi kenyataan pahit bahwa mereka terisolasi dari dunia luar. Tanpa bantuan dari pihak berwenang atau orang dewasa, mereka terpaksa mengandalkan insting bertahan hidup dan kerja sama tim. Mereka menggunakan segala sesuatu yang ada di sekitar mereka, mulai dari meja, kursi, hingga peralatan olahraga, sebagai senjata improvisasi untuk melawan gerombolan zombie.

Perjuangan mereka tidak hanya melibatkan pertarungan fisik melawan zombie, tetapi juga konflik internal dan dilema moral. Para siswa harus belajar untuk saling percaya, mengatasi ketakutan pribadi, dan membuat keputusan sulit tentang siapa yang harus diselamatkan. Dinamika antar karakter menjadi sorotan utama, menunjukkan bagaimana persahabatan dan pengorbanan diuji di bawah tekanan ekstrem.

Keterbatasan ruang lingkup sekolah menjadi elemen kunci yang membedakan "All of Us Are Dead" dari cerita zombie lainnya. Hal ini memaksa para karakter untuk berpikir kreatif dalam mencari cara melarikan diri dan bertahan hidup, menciptakan adegan-adegan aksi yang inovatif dan menegangkan. Serial ini berhasil menampilkan perspektif baru tentang kiamat zombie melalui mata para remaja yang belum dewasa.

All of Us Are Dead Musim 2: Teror Bergeser ke Seoul

Setelah kesuksesan besar musim pertamanya, Netflix secara resmi mengumumkan produksi "All of Us Are Dead" musim kedua. Musim baru ini akan melanjutkan kisah para penyintas dari SMA Hyosan, namun dengan pergeseran latar yang signifikan. Cerita akan berpusat pada Nam On-jo, yang kini telah menjadi mahasiswa di Seoul, mencoba membangun kembali hidupnya setelah trauma wabah zombie.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Gelombang infeksi zombie baru tiba-tiba menyerang Seoul, memaksa Nam On-jo kembali berjuang untuk bertahan hidup dalam pertarungan mematikan. Kali ini, ia harus menghadapi ancaman bersama teman-teman barunya di kampus, yang belum pernah mengalami kengerian wabah zombie sebelumnya. Ini menjanjikan dinamika baru dan tantangan yang lebih besar.

Pemeran utama dari musim pertama seperti Park Ji-hu (Nam On-jo), Yoon Chan-young, Cho Yi-hyun, dan Lomon akan kembali memerankan karakter mereka. Selain itu, beberapa wajah baru seperti Lee Min-jae, Kim Si-eun, Roh Jae-won, dan Yoon Ga-i akan bergabung untuk memperkaya narasi. Produksi musim kedua telah dimulai pada Juli 2025, dan diperkirakan akan tayang pada paruh kedua tahun 2025 atau tahun 2026, menjanjikan kelanjutan yang lebih intens dan mendebarkan bagi para penggemar "All of Us Are Dead".

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |