8 Model Chandelier di Rumah Baru Tasya Farasya, Ada yang Terinspirasi dari Namanya

6 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Model chandelier atau lampu gantung di rumah baru Tasya Farasya menjadi salah satu daya tarik yang unik. Elemen pencahayaan ini dipasang pada sejumlah ruangan sebagai penerangan utama di setiap ruangannya. Pemilihan desain lampu dekoratif tersebut diselaraskan dengan fungsi masing-masing ruang dan konsep dasar penataan bangunan.

Kehadiran jajaran lampu gantung ini mencerminkan bagaimana tata cahaya dapat memengaruhi tampilan di rumah sehingga semakin terasa kemewahannya. Tasya pun menyebut jika dirinya sangat menyukai lampu gantung, sehingga setiap ruangan di kediamannya dipasang dengan berbagai model, termasuk motif yang terinspirasi namanya.

Lantas seperti apa tampilan chandeliernya? Mari simak 8 modelnya yang mungkin bisa menjadi referensi untuk kediaman pribadi para pembaca semuanya, dihadirkan Liputan6 sebagai rekomendasi desain interior tempat tinggal, Senin (1/6). 

1. Model Butterfly Accent Berdasarkan Makna Nama Farasya

Sebagaimana dirujuk dari kanal Youtube pribadinya, Tasya Farasya, dengan judul Akhirnya Tasya Farasya Bisa House Tour terlihat hampir semua ruangan di rumah barunya dipasangi chandelier. Untuk model pertama ada di bagian ruangan penerimaan tamu, dengan aksen kupu-kupu.

Secara umum, bentuk ornamennya memang tampak berbentuk kupu-kupu yang melekat melingkar pada kerangka utama. Pilihan bentuk ini merujuk langsung pada arti kata Farasya yang dalam bahasa Arab berarti kupu-kupu, sehingga berfungsi sebagai simbol identitas personal baginya.

"Ini ada butterfly accentnya juga, dan di sini ada lukisan kupu-kupu. Because my name is Farasya, Farasya artinya adalah kupu-kupu," katanya, saat room tour di Youtubenya.

2. Model Chandelier Ular Hasil Inspirasi Penginapan Mewah

Bergeser ke Living Room, terdapat chandelier dengan dekorasi unik yang kabarnya terinspirasi salah satu hotel. Terlihat bahwa strukturnya tampak meliuk yang menyerupai bentuk ular pada bagian komponen kacanya.

Bentuk lengkungan tersebut berfungsi mengalirkan arah lampu agar tidak berpusat pada satu titik meja makan saja. Instalasi lampu gantung ini menghasilkan efek bias cahaya yang bervariasi pada permukaan dinding di sekitarnya karena bentuk badan pipa kaca yang bergelombang. Menurutnya, ruangan ini merupakan area tempat berkumpul bersama tema-teman terdekatnya.

"Aku inginnya sillingnya itu tetap terlihat tinggi, tetapi aku nggak mau pakai chandelier yang kaya model biasa-biasa aja. Terus aku juga nggak mau pakai chandelier yang nempel. Akhirnya jadilah chadelier ular ini yang lovely cantik parah," katanya.

Selanjutnya, ada area dining room yang dilengkapi dengan struktur lampu gantung yang memanjang horizontal mengikuti arah meja makan di bawahnya. Bentuk lampu ini menyerupai jajaran tirai vertikal yang tersusun dari potongan bahan kaca transparan dan komponen berwarna gelap. Susunan garis lurus tersebut memberikan kesan tegas dan teratur pada ruangan yang sering digunakan untuk menyiapkan hidangan ringan. Pola warna hitam dan putih yang kontras dipilih untuk mengimbangi warna kabinet dapur yang cenderung menggunakan warna pastel serasi. Bentuk linear ini memastikan seluruh permukaan meja kerja di bawahnya mendapatkan paparan cahaya yang elegan cantik.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |