Jadi intinya...
- Rumah Mpok Alpa di Jagakarsa dipadati lebih dari 3.000 jemaah pada tahlilan 7 hari, jauh melebihi perkiraan keluarga.
- Banyaknya jemaah yang hadir mencerminkan kebaikan Mpok Alpa semasa hidup, seperti rutin membantu tetangga dan mewakafkan ambulans.
- Suami Mpok Alpa, Adji Darmaji, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme warga yang datang mendoakan almarhumah.
Liputan6.com, Jakarta Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti kediaman mendiang komedian Nina Carolina, atau yang akrab disapa Mpok Alpa, pada Kamis malam, 21 Agustus 2025. Acara tahlilan untuk memperingati tujuh hari kepergian sang komedian digelar di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Sejak sore hari, area rumah duka sudah dipenuhi oleh warga yang ingin turut serta mendoakan almarhumah. Tenda-tenda putih pun terpasang rapi untuk menaungi para tamu yang terus berdatangan, menciptakan pemandangan yang mengharukan.
Yang mengejutkan, jumlah jemaah yang hadir jauh melampaui perkiraan awal keluarga. Rumah Mpok Alpa dipadati ribuan jemaah, bahkan mencapai angka 3.000 orang, membanjiri setiap sudut kediaman, menjadi bukti nyata betapa Mpok Alpa dicintai banyak orang.
Berikut potret rumah Mpok Alpa yang dipadati ribuan jemaah saat tahlilan 7 hari, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (22/8/2025).
1. Ramainya Tahlilan 7 Hari Mpok Alpa
Acara tahlilan tujuh hari wafatnya Mpok Alpa diselenggarakan secara khidmat di kediamannya yang berlokasi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Keluarga mendiang komedian ini mempersiapkan acara tersebut dengan harapan dapat menampung sekitar 700 hingga 800 jemaah.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Lebih dari 3.000 orang memadati rumah Mpok Alpa, bahkan hingga meluber ke jalanan sekitar. Banyak jemaah yang tidak mendapatkan tempat duduk, namun tetap khusyuk mengikuti jalannya acara.
2. Ribuan Jemaah Penuhi Kediaman
Suami Mpok Alpa, Adji Darmaji atau Idung, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam atas kehadiran ribuan jemaah ini. Ia mengaku terkejut dan tidak menyangka bahwa begitu banyak orang yang datang untuk mendoakan istrinya.
Kehadiran jemaah tidak hanya terbatas pada warga sekitar Jagakarsa, melainkan juga datang dari berbagai daerah lain. Beberapa publik figur juga tampak hadir, di antaranya Irfan Hakim, Elly Sugigi, Anwar BAB, hingga pengusaha Jhon LBF.
Hal ini menunjukkan betapa luasnya jangkauan kebaikan Mpok Alpa semasa hidupnya, yang kini berbuah doa dari banyak pihak.
3. Antusiasme Jemaah di Luar Dugaan
Membludaknya jumlah jemaah yang hadir pada tahlilan 7 hari Mpok Alpa menjadi sorotan utama. Angka 3.000 orang jauh melampaui ekspektasi keluarga yang semula hanya memperkirakan ratusan orang akan datang.
Fenomena ini mencerminkan tingginya rasa hormat dan cinta masyarakat terhadap sosok Mpok Alpa. Banyak di antara mereka yang datang secara sukarela dan ikhlas, hanya untuk mengirimkan doa terbaik bagi almarhumah.
4. Bukti Cinta untuk Mpok Alpa
Bahkan, beberapa pendakwah yang berniat hadir pun kesulitan untuk masuk dan tidak kebagian tempat saking padatnya area tahlilan. Ini menjadi indikasi kuat betapa besar pengaruh positif yang ditinggalkan Mpok Alpa.
Adji Darmaji meyakini bahwa keramaian ini adalah refleksi dari kebaikan hati Mpok Alpa selama hidupnya. Ia merasa terharu melihat begitu banyak orang yang peduli dan ingin mendoakan istrinya.
5. Kedermawanan Mpok Alpa yang Terungkap
Di balik sosoknya sebagai komedian yang menghibur, Mpok Alpa ternyata menyimpan banyak kisah kedermawanan yang baru terungkap setelah ia tiada. Kebaikan-kebaikannya inilah yang diyakini menjadi alasan utama mengapa rumah Mpok Alpa dipadati ribuan jemaah.
Mpok Alpa dikenal rutin membantu tetangga setiap bulan, menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar. Ia juga sering bersedekah secara diam-diam kepada pengemudi ojek online, sebuah tindakan yang luput dari sorotan publik.
6. Alasan di Balik Membludaknya Pelayat
Salah satu aksi kedermawanan yang paling monumental adalah wakaf ambulans untuk masjid. Tindakan mulia ini menunjukkan komitmennya dalam beramal jariyah dan membantu sesama, bahkan dalam skala yang lebih besar.
Kisah-kisah kebaikan ini menyebar luas dan menyentuh hati banyak orang, sehingga mereka merasa terpanggil untuk datang mendoakan Mpok Alpa. Ini adalah warisan tak ternilai yang ditinggalkan oleh sang komedian.
7. Mengenang Kepergian Mpok Alpa
Nina Carolina, atau Mpok Alpa, menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 15 Agustus 2025, pukul 08.31 WIB. Ia meninggal dunia di usia 38 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan, dan para penggemarnya.
Sebelum meninggal, Mpok Alpa diketahui berjuang melawan penyakit kanker payudara. Perjuangannya ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak menyerah dalam menghadapi cobaan hidup.
Kepergiannya yang mendadak mengejutkan banyak pihak, namun warisan tawa dan kebaikannya akan selalu dikenang. Tahlilan 7 hari ini menjadi salah satu bentuk penghormatan terakhir dari masyarakat yang mencintainya.
Mpok Alpa akan selalu diingat sebagai sosok komedian yang tidak hanya mampu menghibur, tetapi juga memiliki hati yang tulus dan dermawan. Kebaikan-kebaikan yang ia tanam semasa hidup kini berbuah doa dari ribuan jemaah.
FAQ
Di mana acara tahlilan 7 hari Mpok Alpa dilaksanakan?
Acara tahlilan 7 hari mendiang Mpok Alpa dilaksanakan di kediamannya yang berlokasi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Berapa banyak jemaah yang menghadiri tahlilan 7 hari Mpok Alpa?
Rumah Mpok Alpa dipadati lebih dari 3.000 jemaah saat tahlilan 7 hari, jauh melebihi perkiraan awal keluarga yang hanya sekitar 700-800 orang.
Apa penyebab ramainya jemaah yang datang ke tahlilan Mpok Alpa?
Ramainya jemaah diyakini sebagai cerminan dari kebaikan Mpok Alpa semasa hidupnya, seperti rutin membantu tetangga, bersedekah diam-diam, dan mewakafkan ambulans untuk masjid.
Kapan Mpok Alpa meninggal dunia?
Mpok Alpa, atau Nina Carolina, meninggal dunia pada Jumat, 15 Agustus 2025, pukul 08.31 WIB, di usia 38 tahun setelah berjuang melawan kanker payudara.