Vizualz Esports Juara CODM King Arena 2026, Bungkam Tim Rejects 4-0 di Grand Final

6 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Vizualz Esports keluar sebagai juara Call of Duty Mobile King Arena 2026 atau CODM King Arena 2026 setelah tampil dominan, dan mengalahkan Tim Rejects dengan skor 4-0 di Grand Final.

Berbekal hasil ini, Vizualz dipastikan menjadi salah satu wakil Indonesia untuk tampil di turnamen internasional CODM Garena Summer Invitional 2026 sekaligus membawa pulang bagian terbesar dari total prize pool senilai Rp 100 juta.

Pertandingan Grand Final CODM King Arena 2026 berlangsung dengan tempo cepat. Vizualz Esports mampu mengontrol jalannya pertandingan sejak map pertama, hingga menutup laga dengan skor telah 4-0.

Dominasi ini tidak lepas dari pengalaman para pemain yang sudah bermain di kompetisi CODM. Salah satunya adalah Sulthan Daffa Azanta dari Vizualz Esports. Ia menjelaskan, mereka sudah memiliki kepercayaan diri tinggi sejak awal turnamen.

"Kami memiliki pengalaman panjang di scene CODM sekaligus mampu tampil solid di turnamen offline pertama untuk mode Search and Destroy tersebut," ucap Sulthan sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Selasa (10/3/2026).

Kemenangan di CODM King Arena 2026 membuka peluang bagi Vizualz Esports untuk tampil di panggung internasional, karena mereka akan menjadi salah satu wakil Indonesia di turnamen CODM Garena Summer Invitational 2026 pada April mendatang.

Selain Vizualz Esports, dua tim lain yang juga berhasil mengamankan tiket ke turnamen tersebut adalah Tim Rejects yang finis sebagai runner up serta El Tantrum di posisi ketiga.

Komunitas CODM Ramaikan Grand Final

 Garena)

Babak puncak CODM King Arena 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan esports, tetapi juga menjadi ajang berkumpulnya komunitas Call of Duty Mobile di Indonesia.

Para pengunjung yang hadir dapat mengikuti berbagai kegiatan komunitas yang digelar sepanjang acara.

Beberapa aktivitas yang disiapkan antara lain mini tournament mode Battle Royale dan Free For All dengan total prize pool Rp5 juta, fun match bersama kreator CODM, hingga sesi cosplay dan pembagian doorprize.

Acara ini juga menjadi momen silaturahmi bagi para pemain, kreator, clan, serta mantan pro player CODM yang hadir di lokasi. Rangkaian kegiatan bahkan ditutup dengan acara buka puasa bersama.

Antusiasme komunitas juga terlihat melalui berbagai watch party yang digelar di sejumlah kota seperti Karawang, Bandung, Solo, Surabaya, dan Makassar.

Call of Duty: Warzone Mobile Resmi Ditutup

Call of Duty: Warzone Mobile resmi disuntik mati oleh Activision. Kabar mengejutkan ini diungkap langsung oleh perusahaan pengembang berbasis di Santa Monica, California.

Lewat akun resmi Call of Duty: Warzone Mobile di media sosial (medsos) X, game bergenre battle royale ini akan setop beroperasi di tahun ini.

“Sebagai langkah terakhir dari perubahan layanan yang telah dikomunikasikan sebelumnya, server Call of Duty: Warzone Mobile akan dimatikan pada tanggal 17 April 2026,” kutip cuitan pengembang di X, Senin (18/2/2026).

Perusahaan menambahkan, “kami sangat berterima kasih kepada komunitas kami yang telah memberikan dukungan dan membantu kami! Keputusan ini tidak mengubah komitmen berkelanjutan kami terhadap Call of Duty: Mobile dan para pemainnya.”

Player yang ada saat ini masih bisa mengakses dan memainkan game tersebut hingga tanggal ditentukan, tetapi perusahaan sama sekali tidak akan meluncurkan dukungan atau update Call of Duty: Warzone Mobile lebih lanjut.

Bagi gamer yang ingin tetap merasakan aksi tembak-menembak di ponsel, Call of Duty: Mobile menjadi satu-satunya pilihan. Game ini menyertakan mode battle royale sendiri, menawarkan pengalaman sebanding dengan Warzone. 

“Semangat dan umpan balik pemain terus membentuk masa depan franchise Call of Duty, dan kami berharap dapat memberikan konten musiman dan pembaruan yang berarti untuk Call of Duty: Mobile,” kata Activision dalam pengumuman tersebut.

COD: Warzone Tetap Tersedia di Konsol dan PC

Sementara itu, Call of Duty: Warzone tetap tersedia gratis di Xbox, Battle.net, PlayStation, dan Steam.

Penutupan server CoD: Warzone Mobile sebetulnya bukan kabar mendadak. Setahun sebelumnya. perusahaan mengumumkan Warzone Mobile akan dihapus dari toko aplikasi.

Kala itu, Activision juga menyatakan akan menghentikan pembaruan konten musiman atau pembaruan baru, beralih ke mode pemeliharaan tanpa rencana pengembangan di masa mendatang.

Warzone Mobile digadang-gadang sebagai versi mobile dari pengalaman battle royale skala besar khas Warzone di PC dan konsol. Game ini hadir dengan peta luas dan gameplay tembak-menembak yang mencerminkan pengalaman konsol dan PC.

Namun perjalanan game ini tidak berjalan mulus. Masalah performa di berbagai perangkat, tuntutan spesifikasi tinggi, serta persaingan ketat di pasar game tembak-menembak menjadi tantangan berat.

Alasan-alasan ini diyakini sebagai penyebab kesuksesannya yang terbatas dan keputusan Activision untuk menghentikan adaptasi mobile ini.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |