Trump Marah atas Respons Iran terhadap Proposal AS: 'Sama Sekali Tak Dapat Diterima!'

12 hours ago 11

loading...

Presiden Donald Trump marah atas respons Iran terhadap proposal AS yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan. Foto/White House

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kemarahannya setelah Iran merespons proposal Amerika yang bertujuan untuk mengurangi permusuhan di Timur Tengah dan wilayah Teluk. Dia menyebut respons republik Islam itu "sama sekali tidak dapat diterima".

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Senin (11/5/2026), Trump mengatakan dia tidak senang dengan pesan yang diterima dari perwakilan Iran.

Baca Juga: Hanya Bertahan 48 Jam, Project Freedom Trump Gagal Bebaskan 1.600 Kapal di Selat Hormuz

“Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya—SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” tulis Trump dengan ciri khasnya yang menggunakan huruf kapital sebagai penegasan.


Ini Respons Iran yang Bikin Trump Marah

Unggahan Trump muncul tak lama setelah media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Teheran telah secara resmi merespons proposal terbaru AS melalui mediator Pakistan.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh kantor berita IRNA milik negara, Teheran mengirimkan reaksinya terhadap proposal Washington untuk mengakhiri perang dan mengurangi ketegangan di kawasan tersebut.

“Republik Islam Iran hari ini mengirimkan, melalui mediator Pakistan, responsnya terhadap teks terbaru yang diusulkan oleh Amerika Serikat untuk mengakhiri perang,” tulis IRNA dalam laporannya.

“Menurut rencana yang diusulkan, pada tahap ini, negosiasi akan fokus pada pengakhiran perang di kawasan tersebut,” lanjut laporan itu.

Menurut laporan itu, draf tanggapan Iran mencakup beberapa tuntutan yang ditujukan kepada Washington. Yakni, Teheran meminta Amerika Serikat untuk mencabut sanksi terhadap Iran, mengakhiri blokade pelabuhan Iran, menarik pasukan Amerika dari kawasan tersebut, dan menghentikan semua permusuhan.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |