Spirit Airlines Tutup karena Jadi Korban Perang Iran, Ini Respons Pemerintah Trump

5 hours ago 5

loading...

Spririt Airlines berhenti beroperasi setelah 34 tahun karena melonjaknya harga avtur yang dipicu oleh perang AS-Israel terhadap Iran. Foto/Spirit Airlines

WASHINGTON - Spirit Airlines, maskapai penerbangan baru yang mengguncang industri dengan iklan-iklan yang kurang ajar dan tarif diskon yang sangat rendah, mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menghentikan operasinya setelah 34 tahun. Perusahaan itu tutup sebagai imbas melonjaknya harga avtur, yang dipicu oleh perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah merespons nasib Spirit Airlines yang menjadi "korban" perang Iran. Menteri Transportasi Sean Duffy mengatakan pemerintah telah melakukan upaya signifikan untuk menemukan cara mencegah penutupan Spirit Airlines.

Baca Juga: Pakar Peringatkan AS Tak Gegabah Serang Iran dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle, Ini 3 Alasannya

"Ada sejumlah ide yang diutarakan tentang bagaimana pemerintah dapat turun tangan dan membantu Spirit Airlines," kata Duffy dalam konferensi pers di Bandara Internasional Newark Liberty, seperti dikutip dari USA Today, Minggu (3/5/2026).

"Presiden seperti anjing yang mengejar tulang, berusaha keras mencari cara untuk menjaga Spirit tetap beroperasi," ujarnya.

Pembicaraan telah berlangsung mengenai kemungkinan dana talangan sebesar USD500 juta untuk maskapai penerbangan berbiaya rendah tersebut. Menurut Duffy, Trump khawatir tentang karyawan Spirit Airlines dan pelanggannya

"Pada akhirnya, ini adalah masalah kreditur," kata Duffy. "Mereka memiliki hak veto untuk memutuskan apakah mereka ingin melakukan kesepakatan dengan pemerintah, tetapi dari perspektif pemerintah, kami seringkali tidak memiliki setengah miliar dolar yang tersedia di rekening cadangan yang dapat kami gunakan untuk menyelamatkan maskapai penerbangan. Jadi, ada pemikiran kreatif tentang bagaimana hal itu bisa terjadi. Pada akhirnya, kesepakatan tidak dapat tercapai."

Maskapai tersebut, yang pernah mengoperasikan ratusan penerbangan harian dengan pesawat kuning cerahnya dan mempekerjakan sekitar 17.000 orang, mengatakan telah memulai penghentian operasional secara teratur.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |