Siapa Mohsen Rezaee? Penasihat Militer untuk Mojtaba Khamenei yang Berulang Kali Jadi Capres Iran

4 hours ago 2

loading...

Mohsen Rezaee ditunjuk sebagai penasihat militer Mojtaba Khamenei. Foto/X/@_geopolitic_

TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran , Mojtaba Khamenei, dilaporkan menunjuk mantan komandan IRGC Mohsen Rezaei sebagai penasihat militer di tengah karier politik dan keamanannya yang panjang. Dia adalah Mohsen Rezaei,

Sabereen News, sebuah media yang terkait dengan milisi pro-Iran di Irak, melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, telah menunjuk Mohsen Rezaei sebagai penasihat militernya. Rezaei adalah anggota Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Siapakah Mohsen Rezaei?

1. Ahli dalam Ekonomi Militer

Rezaei adalah seorang politikus prinsipis Iran yang terkait dengan Front Perlawanan Iran Islam. Saat ini ia menjabat sebagai anggota Dewan Penentu Kebijakan dan memegang peran penting dalam kebijakan ekonomi, termasuk sekretaris Dewan Tertinggi untuk Koordinasi Ekonomi dan sekretaris Komite Ekonomi pemerintah Iran.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai sekretaris Dewan Penentu Kebijakan dari tahun 1997 hingga 2021 dan sebagai Wakil Presiden Iran untuk Urusan Ekonomi dari tahun 2021 hingga 2023.

2. Pernah Bergabung dalam Perang Irak

Melansir Wio News, sebelum Revolusi Iran, Rezaei adalah anggota kelompok gerilya Islamis Mansouroun dan kemudian bergabung dengan Organisasi Mujahidin Revolusi Islam setelah revolusi. Dari tahun 1981 hingga 1997, Rezaei menjabat sebagai panglima tertinggi IRGC. Ia bergabung dengan IRGC segera setelah revolusi dan kemudian menjadi kepala divisi intelijennya.

Ditunjuk untuk memimpin pasukan oleh Ruhollah Khomeini, ia mengambil peran sebagai panglima tertinggi pada 20 September 1981 pada usia 27 tahun dan memainkan peran aktif selama Perang Iran-Irak. Pada tahun 1986, ia diangkat menjadi anggota Dewan Pertahanan Tertinggi Iran.

Rezaei meninggalkan IRGC pada tahun 1997 di tengah tekanan politik dari pendukung presiden saat itu Mohammad Khatami dan kekhawatiran atas penanganannya terhadap ancaman yang dirasakan dari Amerika Serikat. Ia digantikan oleh Yahya Rahim Safavi.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |