loading...
Bangunan di Thailand rusak parah dihantam roket Kamboja. Warga Kamboja sangat khawatir perang kedua negara ini bisa berubah menjadi seperti perang di Gaza. Foto/Angkatan Darat Kerajaan Thailand via Bangkok Post
PHNOM PENH - Perang Thailand dan Kamboja di sepanjang perbatasan kedua negara telah memicu kepanikan para turis asing. Bahkan, warga Kamboja sangat khawatir perang ini bisa berubah seperti perang di Jalur Gaza, Palestina.
Warga Australia, Olivia Tedeschi, telah melakukan perjalanan dari Kamboja ke Thailand minggu lalu dan mengatakan kepada ABC News, Jumat (25/7/2025), bahwa para turis asing seperti dirinya panik setelah semua bus yang beroperasi dibatalkan dan dia terpaksa terbang dengan pesawat.
"Secara fisik, Anda tidak bisa pergi dari Kamboja ke Thailand atau sebaliknya melalui penyeberangan darat perbatasan," katanya.
Tedeschi, yang menjadi sukarelawan di Kamboja, berencana untuk naik bus populer tujuh jam dari Siem Reap di barat laut negara itu ke Bangkok minggu lalu.
Baca Juga: Perang Thailand vs Kamboja Berkecamuk, Sudah 14 Orang Tewas
"Semua orang naik bus, tetapi kemudian tiba-tiba, semua bus mulai dibatalkan," katanya. "Mereka memberi tahu kami bahwa itu karena perbatasan ditutup."
Dia mengatakan seorang gadis muda dari Kamboja mengatakan kepadanya bahwa dia khawatir konflik akan meningkat.
"Gadis muda di Kamboja ini menoleh ke saya dan berkata, 'Saya tidak ingin ada perang. Saya sangat khawatir perang ini akan berubah menjadi seperti Gaza'," ujarnya.
Warga asal Tasmania berusia 26 tahun itu berhasil naik pesawat dari Siem Reap Reap ke Bangkok, tetapi mengatakan dia mempertanyakan apakah dia harus meninggalkan negara itu selagi bisa.
"Semua orang panik ketika kami mendengar perbatasan akan ditutup," katanya, merujuk pada wisatawan asing di hostel dan grup obrolan serta forum perjalanan daring yang populer.
"Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang harus dilakukan," imbuh dia.
Sudah 14 Orang Tewas akibat Perang
Perang kedua negara terus berkecamuk di sepanjang perbatasan kedua negara. Hingga Jumat (25/7/2025) pagi, sudah 14 orang tewas, yang sebagian besar adalah warga sipil.
Kedua belah pihak saling menembakkan senjata ringan, artileri, dan roket. Bahkan, Thailand juga melancarkan serangan udara menggunakan enam jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat.