Samsung Galaxy S26 Ultra bakal Ditopang Fast Charging 60W?

22 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Banyak bocoran dan rumor terbaru terkait Samsung Galaxy S26 Ultra, seperti tanggal peluncuran, spesifikasi kamera, hingga yang terkini yaitu soal peningkatan kecepatan pengisian daya. Jika informasi ini akurat, pengguna tidak perlu menunggu lama untuk mengisi ulang baterai ponsel flagship tersebut.

Mengutip Android Authority, Sabtu (10/1/2026), Galaxy S25 Ultra hanya mendukung pengisian daya kabel hingga 45W. Namun, beredar rumor bahwa Galaxy S26 Ultra akan mendukung pengisian daya 60W.

Dugaan tersebut semakin menguat setelah adaptor daya 60W sempat muncul di situs resmi Samsung, meski tanpa penjelasan remi.

Meski begitu, belum jelas seberapa besar peningkatan kecepatan pengisian yang benar-benar akan dirasakan pengguna. Untuk memberikan gambaran lebih konkret, pembocor ternama Ice Universe membagikan informasi terbaru terkait hasil pengujian internal perangkat tersebut.

Menurut Ice Universe, hasil uji “resmi” menunjukkan bahwa Galaxy S26 Ultra dapat mengisi daya dari 0 hingga 75 persen hanya dalam 30 menit. Namun, informan itu menegaskan bahwa pengujian dilakukan dalam kondisi terkontrol oleh Samsung, bukan dalam penggunaan sehari-hari.

Sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kecepatan pengisian daya adalah suhu perangkat, voltase, hingga kondisi lingkungan.

Meski demikian, bocoran ini tetap memberikan sinyal positif bahwa Samsung telah menyiapkan peningkatan penting pada sektor baterai Galaxy S26 Ultra.

Samsung Galaxy S26 Ultra bakal Dibekali Fitur Privacy Display, Ini Cara Kerjanya

Sebelumnya, Samsung menjadi sorotan lewat bocoran fitur baru untuk lini smartphone flagship teranyarnya. Bernama Privacy Display, fitur ini kabarnya sedang dipersiapkan untuk Galaxy S26 Ultra.

Fitur Pirvacy Display dirancang untuk meningkatkan privasi pengguna. Cara kerjanya sederhana, di mana layar HP baru Samsung tersebut akan meredup ketika dilihat dari sudut tertentu, sehingga isi layar sulit dibaca oleh orang sekitar.

Jejak fitur ini sebetulnya sudah muncul sejak September 2025. Saat itu, kode Privacy Display terdeteksi dalam build awal One UI 8.5. Setelah sebulan berlalu, tampilan antarmukanya juga sempat bocor dan memicu spekulasi soal fungsi utamanya.

Mengutip SammyGuru via Android Authority, Selasa (6/1/2026), fitur Privacy Display ditemukan tersembunyi di aplikasi Tips versi terbaru Samsung.

Di halaman Tips, Samsung menampilkan animasi dan penjelasan singkat tentang Privacy Display. Seperti bocoran sebelumnya, layar akan tampak lebih gelap saat dilihat dari samping.

Efek ini bertujuan untuk mencegah orang lain mengintip pesan, email, atau data sensitif pengguna.

Privacy Display dapat diaktifkan atau dimatikan secara manual, serta diatur agar menyala otomatis dalam kondisi tertentu, misalnya ketika berada di area ramai.

Fitur ini kemungkinan akan berada di menu Display pada aplikasi Settings . Selain itu, Samsung juga tampaknya menyiapkan tombol-tombol pintas ( toggle ) di Quick Settings agar fitur ini dapat diakses dengan cepat.

Tak hanya satu, halaman Tips tersebut juga menampilkan animasi kedua yang menampilkan efek Privacy Display dari berbagai sudut pandang. Baik dilihat dari atas, bawah, maupun samping, layar akan tampak lebih gelap dan sulit dibaca.

Dengan munculnya bocoran ini, semakin kuat dugaan bahwa Privacy Display akan menjadi salah satu fitur unggulan yang dibawa Samsung Galaxy S26 Ultra saat resmi diperkenalkan ke publik.

Bocoran Spesifikasi Galaxy S26 Ultra Mulai Terungkap Jelang Unpacked 2026, Seperti Apa?

Samsung dikabarkan akan menggelar acara peluncuran ponsel flagship terbarunya, Galaxy S26 series, pada Februari 2026.

Melansir Phone Arena, Senin (22/12/2025), acara Galaxy Unpacked tersebut kemungkinan besar berlangsung di San Francisco, California, Amerika Serikat. Gelaran acara tahunan ini lebih lambat dibandingkan pola peluncuran generasi sebelumnya.

Penundaan jadwal peluncuran Galaxy S26 ini memunculkan spekulasi baru. Galaxy Unpacked awal 2026 tidak hanya akan menjadi ajang perkenalan perangkat, tetapi juga momentum penting untuk mengungkap prosesor digunakan pada masing-masing model Galaxy S26.

Isu chipset kembali menjadi sorotan utama. Pengalaman Samsung pada Galaxy S25 masih membekas. Saat itu, perusahaan sebenarnya telah menyiapkan Exynos 2500. Namun, seluruh lini Galaxy S25 akhirnya mengandalkan Snapdragon 8 Elite.

Kini, menjelang peluncuran Galaxy S26 series pada Februari mendatang, bocoran spesifikasi Galaxy S26 Ultra sudah ramai beredar di internet. Disebutkan, ponsel paling premium ini akan hadir dengan layar Dynamic AMOLED berukuran 6,9 inci.

Tak hanya itu, Samsung juga memasang fitur Flex Magic Pixel bertenaga AI untuk mengontrol Cahaya dipancarkan dari layar, di mana akan membatasi sudut pandang layar sehingga konten hanya terlihat jelas dari arah depan.

HP Samsung ini juga sudah mendukung refresh rate variabel 1Hz–120Hz, RAM 12GB, serta pilihan memori internal 256GB, 512GB, dan 1TB. Samsung disebut akan menggunakan rangka titanium serta sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar.

Untuk sektor kamera, Galaxy S26 Ultra diprediksi mengandalkan kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 50 MP, kamera telefoto 12 MP dengan zoom optik 3x, serta kamera telefoto 50 MP dengan zoom optik 5x. Di bagian depan, terdapat kamera selfie 12 MP.

Sementara kapasitas baterai disebut akan ditingkatkan menjadi 5.200 mAh, meski beberapa memperkirakan baterai masih 5000mAh. Namun, peningkatan diperkirakan hadir pada pengisian daya cepat yang naik menjadi 60W dari sebelumnya 45W. Ponsel ini akan menjalankan Android 16 dan dijanjikan mendapat tujuh kali pembaruan sistem Android utama.

Samsung Galaxy S26 Ultra bakal Punya Koneksi Satelit, Apa Fungsinya?

Samsung diperkirakan akan meluncurkan seri Galaxy S26 pada awal tahun 2026. Seri ini mencakup Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra, dengan model tertinggi dikabarkan membawa fitur premium berupa konektivitas satelit langsung untuk kondisi darurat, meski hanya tersedia pada satu varian regional.

Dilansir Sam Mobile, Senin (15/12/2025), sertifikasi China Compulsory Certification (CCC) telah memberikan izin untuk Galaxy S26 Ultra (SM S9480) di pasar lokal. Dokumen terkait menunjukkan varian ini mendukung koneksi satelit langsung.

Mengutip cuitan Abhishek Yadav di X via Sam Mobile, sertifikasi 3C Samsung Galaxy S26 Ultra juga mengonfirmasi dukungan pengisian daya kabel 60 watt. Sertifikasi tersebut juga secara jelas mengonfirmasi bahwa salah satu varian Galaxy S26 Ultra mendukung konektivitas satelit, dan adaptor akan dijual terpisah.

Dengan demikian, kemungkinan besar pengguna bisa mengirim pesan atau lokasi ke layanan darurat lokal selama situasi darurat ketika tidak ada jaringan seluler di dekatnya. Namun, belum ada informasi apakah fitur tersebut juga memungkinkan panggilan suara darurat.

Sertifikasi CCC juga mengungkapkan bahwa Galaxy S26 Ultra mendukung pengisian daya cepat kabel hingga 60W dan baterai 5.000mAh. Hal ini seharusnya menepis spekulasi tentang kemungkinan perangkat tersebut memiliki baterai 5.200mAh atau 5.500mAh.

Samsung diketahui akan menjual pengisian daya cepat yang kompatibel secara terpisah. Baru-baru ini, Samsung meluncurkan pengisi daya cepat kabel 60W pertamanya dengan satu port USB Type-C dan standar USB PD 3.1 PPS.

Sementara itu, Galaxy S26 Ultra telah menerima sertifikasi dari Federal Communications Commission (FCC) di Amerika Serikat (AS).

Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa varian AS dan global ponsel ini menggunakan prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 5. Galaxy S26 dan Galaxy S26+ kemungkinan akan ditenagai prosesor Exynos 2600 2nm di beberapa pasar, termasuk Korea Selatan.

Prediksi Kenaikan Harga Samsung Galaxy S26 Ultra

Di sisi lain, ada indikasi kuat bahwa harga Samsung Galaxy S26 Ultra akan mengalami kenaikan signifikan dibandingkan dengan pendahulunya. Kenaikan ini bukan tanpa alasan, melainkan didorong oleh beberapa faktor penting di industri teknologi.

Salah satu pemicu utama adalah kelangkaan memori secara global dan tren kenaikan harga komponen terutama RAM dari berbagai produsen. Selain itu, penyematan fitur kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih juga berkontribusi pada peningkatan biaya produksi.

Diwartakan Reuters (17/11), Samsung diketahui telah menaikkan harga secara tajam pada beberapa chip memori DDR5, berdasarkan keterangan dari orang-orang yang mengetahui situasi tersebut. Chip ini biasanya digunakan di server yang mendukung model AI, tetapi juga ditemukan di dalam ponsel pintar, tablet, dan laptop. Dengan pasokan yang semakin ketat, Samsung dilaporkan menaikkan harga untuk beberapa model hingga 60% antara September dan November 2025.

"Harga jual rata-rata ponsel secara global mencapai USD 440 pada kuartal ketiga (2025). Pada kuartal berikutnya, kami memperkirakan harganya akan mencapai USD 511," kata Analis IDC, Anthony Scarsella, seiring raksasa teknologi menimbun GPU untuk pusat data AI mereka seperti dilansir dari PC Mag (2/12).

Jika dikonversi ke dalam rupiah, maka kenaikan harga hp di kuartal akhir 2025 hingga awal 2026 akibat kelangkaan pasokan DRAM ini akan berkisar Rp 1,1 juta. Untuk pasar Indonesia, harga awal Samsung Galaxy S26 Ultra diprediksi berkisar Rp 22 jutaan untuk varian dasar, lebih tinggi dari S25 Ultra yang kini varian terendahnya dibanderol Rp 20.999.000.

Infografis 7 Gelagat Pria Ketika Selingkuh via Ponsel

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |