Samo Rafael Deg-degan Perankan Wolter Mongonsidi di Film Emmy, Rela Tanning Kulit dan Genjot Fisik

5 hours ago 4

Jadi intinya...

  • Samo Rafael memerankan Wolter Monginsidi di film "Emmy" dengan pendekatan humanis.
  • Ia melakukan persiapan fisik intensif dan menggelapkan kulit untuk syuting medan terjal.
  • Samo juga berlatih menembak serta mempelajari bahasa Belanda dan dialek Makassar.

Liputan6.com, Jakarta - Aktor Samo Rafael dipercaya oleh sutradara Emil Heradi membintangi film sejarah berjudul Emmy. Di film tersebut, Samo memerankan sosok Wolter Monginsidi atau yang dikenal dengan Bote, nama kecilnya.

Memerankan tokoh yang namanya sudah diabadikan sebagai nama jalan tentu memberikan tekanan tersendiri bagi Samo Rafael. Namun, ia merasa terbantu dengan pendekatan sutradara yang lebih menonjolkan sisi kemanusiaan dari sang tokoh pahlawan.

"Perasaannya lumayan beban, lumayan deg-degan sih. Cuma senangnya Mas Emil, karena aku sudah pernah syuting sejarah juga sama dia di masa lampau, dia approach-nya lebih ke manusianya gitu," ujar Samo Rafael di Kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026).

"Karena kalau senangnya dari buku-buku sejarah yang kita baca juga ada selipan-selipan momen di mana kecintaannya dia kelihatan ke Emmy atau ke rekan-rekannya dia. Itu yang lebih penting dibanding peristiwa yang sebenarnya terjadi waktu itu. Gimana dia sebagai anak muda itu sebenarnya sama kayak kita, cuma sirkumstansinya beda, jadi semangatnya juga beda," Samo Rafael menyambung.

Persiapan Samo Rafael

Lantaran akan melakukan pengambilan gambar di lokasi yang terjal, Samo mulai disiplin menjalankan pola hidup sehat dan berolahraga. Ia menyadari bahwa kekuatan fisik adalah kunci utama agar proses syuting yang memakan waktu satu bulan ini bisa berjalan lancar.

"Jujur gue minggu ini renang nge-gym berenang nge-gym. Karena sebelum mulai syuting lumayan agak males-malesan. Faktor itu lumayan penting karena syutingnya eksterior, pasti kita melawan cuaca, kita melawan fisik karena itu ternyata banyak kita lihat dari riset lokasinya itu banyak tanjakan dan medan itu yang tiap hari harus kita, kita harus physically juga harus kuat," jelasnya.

 Tak hanya soal stamina, perubahan penampilan fisik juga dilakukan oleh Samo demi menyesuaikan dengan kondisi medan perang di masa lalu. Ia memilih untuk menggelapkan warna kulitnya agar terlihat lebih natural sebagai seorang pejuang lapangan.

"Looks gua lebih ke tahu diri saja. Kayaknya gua terlalu putih, jadi gua lebih ke tanning gitu, sekalian berenang sambil tanning biar agak lebih cokelat karena nggak mungkin kita medan perang di sana terus kita muncul tiba-tiba pucat gitu, jadi lebih tanning," ungkapnya.

Samo Rafael Latihan Menembak

 Selain mengubah penampilan, Samo juga harus menguasai keterampilan teknis seperti menggunakan senjata api. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah menjalani sesi latihan menembak sebagai bagian dari persiapan karakternya.

"Sudah sih waktu itu, sudah sih, nembak malah," imbuhnya.

Samo Rafael Belajar Dialek Makassar

 Tantangan lain yang tak kalah menarik adalah penguasaan bahasa dan dialek daerah untuk menghidupkan suasana autentik di masa kemerdekaan. Samo harus mempelajari beberapa bahasa sekaligus, mulai dari bahasa asing hingga dialek lokal Makassar.

"Lumayan banyak sih, kita belajar bahasa Belanda dan sungguh kan segerakan, terus belajar bahasa Makassar juga, ada pemain yang, 'eh, Maren yang ngajarin kita Makassar', dialek tepatnya gitu," pungkas Samo Rafael.

7 Gaya Hijab Simpel Terbaru ala Nikita Willy, Tampil Elegan dan Anggun di Setiap Momen

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |