Riset: Gen Z Lebih Pilih Antre Takjil Ketimbang Scroll Sosmed saat Ngabuburit

11 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Makna "takjil" di Indonesia terus mengalami evolusi. Berakar dari kata bahasa Arab "ajila" yang berarti "menyegerakan", istilah ini lama-kelamaan identik dengan panganan berbuka puasa.

Riset terbaru dari Populix bahkan menemukan pergeseran yang lebih mendalam, di mana aktivitas berburu takjil kini telah berakulturasi menjadi tradisi sosial yang tidak dapat dipisahkan dari napas bulan Ramadan di tanah air.

Research Director Populix, Susan Adi Putra, mengungkapkan fenomena berburu takjil saat ini menduduki posisi puncak sebagai aktivitas ngabuburit paling populer di kalangan Gen Z dan milenial.

"Popularitas kegiatan ini bahkan terpaut jauh dibandingkan dengan aktivitas digital seperti berselancar di media sosial (medsos) atau kegiatan domestik seperti memasak untuk keperluan berbuka," ujar Putra dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Berdasarkan data riset, sekitar 41 persen anak muda kini memandang berburu takjil bukan sekadar bentuk penghargaan diri atau self-reward setelah seharian berpuasa, melainkan sebuah tradisi khas yang statusnya tidak tergantikan.

Antusiasme ini tercermin dari frekuensi pembelian yang sangat tinggi, di mana lebih dari separuh responden mengaku membeli takjil hampir setiap hari selama bulan suci.

Fenomena ini melibatkan partisipasi aktif, baik dari laki-laki maupun perempuan secara seimbang. Hanya sebagian kecil responden, yakni sekitar 5 persen, yang menyatakan jarang atau sama sekali tidak membeli takjil.

Gen Z Suka Berburu Makanan Manis

Hal itu menegaskan bahwa ekonomi mikro di sektor kuliner musiman mendapat dorongan besar dari loyalitas konsumsi generasi muda.

Mengenai preferensi jenis hidangan, terdapat perbedaan selera yang cukup menarik antar segmen demografis. Gen Z menunjukkan kecenderungan kuat dalam memburu minuman manis dingin seperti es teh, es buah, dan es campur sebagai menu utama.

Di sisi lain, kelompok milenial dan responden perempuan lebih menyukai variasi kue tradisional. Meski demikian, menu-menu klasik seperti gorengan, buah kurma, hingga hidangan penutup kekinian tetap memiliki basis penggemar yang luas, bersaing dengan makanan berat seperti nasi dan lontong.

Pergeseran perilaku ini juga merambah ke ranah digital. Meski mayoritas konsumen masih menyukai interaksi langsung dengan pedagang kaki lima, pasar daring mulai menunjukkan taringnya.

Perempuan Terbiasa Beli Takjil via Aplikasi

Putra menambahkan bahwa sekitar sepertiga responden, terutama dari kalangan perempuan, kini terbiasa membeli takjil melalui aplikasi pesan antar makanan, media sosial, atau aplikasi pesan instan.

Transformasi ini membuka celah omzet yang lebih lebar bagi pelaku usaha yang mampu mengadopsi teknologi dalam skema penjualannya.

Survei bertajuk “Berburu Takjil Menurut Gen Z dan Milenial” ini dilakukan pada pertengahan Februari 2025 melalui platform PopSurvey.

Penelitian ini melibatkan 1.000 responden milenial dan Gen Z dengan proporsi gender yang seimbang. Mayoritas responden merupakan pemeluk agama Islam yang berasal dari tingkat ekonomi menengah ke atas, memberikan gambaran utuh mengenai daya beli dan tren gaya hidup Muslim urban di Indonesia saat ini.

infografis Ini Daftar Kalori Makanan Berbuka Puasa. (Liputan6.com/Tri Yasni).

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |