iPhone 18 Pro Dipastikan Lebih Mahal dari iPhone 17 Pro, Sinyal dari Apple Menguat

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Apple telah mengonfirmasi harga iPhone 18 Pro akan naik tahun ini. Kabar ini diungkap oleh CEO Apple Tim Cook saat wawancara dengan The Wall Street Journal.

Saat itu, Tim Cook mengakui perusahaan tidak bisa lolos dari lonjakan harga chip memori global yang tengah melanda industri elektronik.

CEO Apple Tim Cook mengakui perusahaan tidak kebal dari kenaikan harga RAM dan storage. Saat ditanya perangkat apa saja yang akan terdampak dan kapan kenaikan harga berlaku, Cook menjawab, “Kami masih mengerjakannya.”

Pernyataan itu langsung mengarah ke iPhone 18 Pro. Pasalnya, HP flagship Apple tersebut diperkirakan akan memakai komponen memori lebih mahal di tengah lonjakan permintaan dari industri pusat data AI.

Akar masalah kenaikan memori terjadi karena produsen besar seperti Samsung Electronics dan Micron Technology semakin fokus memproduksi chip untuk server AI.

Kondisi ini menekan pasokan komponen untuk perangkat konsumen, termasuk smartphone, laptop, dan tablet.

Firma riset TechInshight, dikutip The Wall Street Journal, Sabtu (20/6/2026), memproyeksikan harga RAM dan storage naik sekitar empat kali lipat pada musik gugur 2026 dibandingkan tahun lalu. 

Sebagai gambaran, Apple disebut membayar sekitar USD 39 untuk RAM 12GB di iPhone 17 Pro. Pada iPhone 18 Pro, biaya yang sama diperkirakan melonjak menjadi USD 145.

Biaya penyimpanan juga ikut naik. Komponen flash storage 256GB yang sebelumnya diperkirakan menelan biaya USD 13 di iPhone 17 Pro dapat meningkat menjadi USD 51 untuk iPhone 18 Pro.

Jika seluruh komponen dihitung, biaya produksi dasar iPhone 17 Pro diperkirakan berada di kisaran USD 582. Untuk iPhone 18 Pro, biaya tersebut dapat naik sekitar 25 persen menjadi USD 726.

Kisaran Harga iPhone 18 Pro

TechInsights memperkirakan iPhone 17 Pro dengan harga USD 1.099 memberi margin kotor sekitar 47 persen untuk Apple. Untuk mempertahankan margin serupa, Apple perlu menjual iPhone 18 Pro di kisaran USD 1.371.

Namun, The Wall Street Journal menilai Apple kemungkinan memilih harga yang lebih sederhana secara struktur, yakni mulai dari USD 1.299. Angka ini tetap membuat margin Apple turun ke sekitar 44 persen.

Kenaikan harga bisa lebih besar jika Apple benar-benar membawa sistem kamera baru. Analis Ming-Chi Kuo sebelumnya menyebut komponen kamera baru iPhone 18 Pro dapat membuat biaya Apple naik sekitar 50 persen dibanding generasi sebelumnya.

Dengan tambahan biaya tersebut, harga awal iPhone 18 Pro diperkirakan bisa mencapai USD 1.399 atau lebih tinggi. Artinya, model Pro generasi baru berpotensi naik USD 200 hingga USD 300 dari iPhone 17 Pro.

Sementara itu, iPhone 18 Pro Max kemungkinan tetap berada USD 100 di atas harga model Pro, mengikuti pola harga saat ini. Lini iPhone 18 Pro juga diperkirakan hadir bersama iPhone lipat pertama Apple yang disebut-sebut memakai nama iPhone Ultra, dengan harga awal sekitar USD 2.000.

Meski begitu, seluruh angka ini masih berupa estimasi. Apple belum mengumumkan harga resmi iPhone 18 Pro, sehingga kepastian baru akan terlihat saat perusahaan memperkenalkan lini iPhone terbaru pada September mendatang.

Tim Cook Akui Harga iPhone 18 Naik

Rumor tentang harga iPhone 18 series yang tidak akan naik resmi terkubur sudah. CEO Apple, Tim Cook, turun langsung membantah rumor tersebut dalam salah satu sesi wawancara dengan The Wall Street Journal.

Bos Apple itu menyebut, salah satu masalah utama yang memengaruhi harga iPhone 18 adalah pasokan RAM semakin ketat di tengah permintaan konsumen yang terus meningkat.

“Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari,” kata Tim Cook, sebagaiman dikutip dari 9to5Mac, Kamis (18/6/2026).

Cook mengatakan, Apple telah berupaya menahan dampak kenaikan biaya agar tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen. Tetapi, kondisi pasar komponen saat ini membuat ruang gerah perusahaan semakin terbatas.

“Kami melakukan terbaik untuk mengurangi kenaikan besar dibebankan kepada kami, dan kami telah mencoba melindungi pelanggan kami dari kenaikan tersebut, tetapi situasinya telah menjadi tidak berkelanjutan,” ujarnya.

Meski begitu, Tim Cook belum membeberkan kapan kenaikan harga akan diterapkan, seberapa besar kenaikan tersebut, atau produk Apple mana saya terkena dampaknya.

Pernyataan ini langsung mencuri perhatian karena Apple diperkirakan akan memperkenalkan lini iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, serta iPhone Fold atau iPhone Ultra pada September 2026.

iPad hingga Mac Kemungkinan Ikut Naik

Cook mengatakan, harga memori RAM dan penyimpanan sama-sama menjadi masalah bagi perusahaan.

“Pasokan berkurang pada saat konsumen menginginkan perangkat, dan para produsen memori menaikkan harga secara drastis,” kata Tim Cook. “Kita benar-benar membutuhkan harga dan pasokan memori untuk kembali ke tingkat yang wajar bagi produk konsumen. Itulah intinya.”

Tidak hanya menyentuh lini iPhone. Cook juga menyebut, perangkat seperti Mac dan iPad juga berpotensi mengalami kenaikan harga lebih cepat ketimbang saat iPhone 18 dijual nanti.

Hal tersebut sudah terlihat sejak bulan lalu, ketika Apple diam-diam menaikkan harga Mac Mini di tengah jadwal peluncuran produk.

Untuk saat ini, belum ada konfirmasi apakah iPhone 18, iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, atau iPhone Fold akan mengalami kenaikan harga saat meluncur. 

Namun, pernyataan Cook menjadi indikasi kuat perusahaan berbasis di Cupertino itu sedang menghadapi tekanan besar sebelum memasuki musim peluncuran produk paling penting tahun ini.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |