Ribuan Petugas Satgas Mina Disiagakan untuk Atur Arus Jemaah di Jamarat

6 hours ago 8

loading...

Kemenhaj menyiagakan sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina untuk memperkuat layanan dan pengawasan jemaah haji Indonesia selama fase Mina pada puncak ibadah haji. Foto/MCH 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiagakan sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina untuk memperkuat layanan dan pengawasan jemaah haji Indonesia selama fase Mina pada puncak ibadah haji. Diketahui, fase Mina merupakan tahapan krusial dalam puncak ibadah haji (Armuzna), di mana jemaah tinggal (mabit) di Mina untuk melontar jumrah.

Fase ini menuntut kesiapan fisik prima karena jemaah berjalan kaki menuju Jamarat dan berpotensi menghadapi suhu ekstrem. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff mengatakan ribuan petugas tersebut ditempatkan di sejumlah titik guna mendukung pengaturan arus jemaah hingga merespons cepat kebutuhan di lapangan.

Baca juga: Lindungi Jemaah dari Dehidrasi Akut, Petugas Haji Gencar Bagikan Oralit di Jalur Jamarat

“Secara keseluruhan, total ada 1.356 petugas Satgas Mina yang disiagakan untuk mendukung layanan, pengawasan, dan juga pengaturan arus jemaah, serta merespon cepat terhadap kebutuhan jemaah di lapangan,” kata Maria Assegaff, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan pos pantau Satgas Mina tersebar di sejumlah lokasi, antara lain di Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, hingga kawasan terowongan Muaisim-Turki.

Menurut Maria, pos-pos tersebut bertugas mengarahkan pergerakan jemaah menuju Jamarat, membantu pengaturan arus saat lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, hingga memastikan jemaah kembali melalui jalur aman.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Tak Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00

“Pos-pos tersebut memang bertugas mengarahkan pejalan kaki jemaah haji Indonesia menuju Jamarat, membantu juga bagaimanakah pengaturan arus saat pelaksanaan lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan bahwa jemaah yang kembali dari Jamarat tetap berada pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko,” ujarnya.

Selain Satgas Mina, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga menyiapkan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat dan Mina. Tim khusus ini disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, serta membantu mengurai kepadatan jemaah.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |