Reset Password Instagram Bikin Resah, Meta Bantah Kebocoran Data 17,5 Juta Pengguna

5 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Instagram akhirnya buka suara terkait maraknya email permintaan reset kata sandi yang diterima banyak pengguna. Perusahaan menegaskan bahwa pesan tersebut bukan akibat kebocoran data, melainkan kesalahan teknis atau bug pada sistem.

Melalui unggahan resmi di platform X (sebelumnya Twitter), Meta menjelaskan bahwa terdapat gangguan yang memungkinkan pihak eksternal memicu pengiriman email reset password ke akun pengguna, walau tanpa permintaan langsung dari pemilik akun.

Mengutip Phone Arena, Selasa (13/1/2026), Instagram memastikan masalah tersebut telah diperbaiki dan tidak ada indikasi peretasan maupun kebocoran data pengguna.

“Kamu dapat mengabaikan email-email tersebut. Kami mohon maaf atas kebingungan yang terjadi,” tulis Instagram dalam pernyataannya.

Penjelasan ini turut membantah laporan yang menyebut Instagram telah kebocoran data besar. Laporan tersebut berasal dari perusahaan keamanan siber, Malwarebytes.

Mereka mengklaim beberapa informasi sensitif, seperti nama pengguna, alamat email, nomor telepon, hingga alamat fisik dari 17,5 juta pengguna Instagram telah ditawarkan di dark web.

Namun, Instagram menegaskan tidak ada pelanggaran keamanan pada sistem internalnya dan seluruh akun pengguna tetap aman. Meski demikian, perusahaan tidak mengungkap secara rinci penyebab teknis bug yang terjadi maupun bagaimana cara pihak eksternal bisa memicu permintaan reset password.

Pengguna Diminta Berhati-hati

Meski Instagram menyatakan tidak terjadi pelanggaran data, pengguna tetap diimbau untuk tingkatkan keamanan dan kewaspadaan. Jika menerima email reset kata sandi yang tidak pernah diminta, sebaiknya pesan tersebut langsung dihapus dan jangan mengklik tautan apa pun di dalamnya.

Untuk perlindungan tambahan, pengguna disarankan menggunakan kata sandi unik. Mengaktifkan autentikasi dua faktor (Two Factor Authentication/2FA) juga menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah akses tidak sah.

Pengguna juga dapat memeriksa daftar perangkat yang masuk ke akun melalui Meta Account Center guna mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini.

Meski masalah disebut telah selesai, Meta dinilai masih perlu memberikan penjelasan lebih lanjut. Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai siapa pihak eksternal yang terlibat serta bagaimana mereka bisa mengirim permintaan reset password yang terlihat sah kepada pengguna Instagram.

Ramai Isu Data Breach Instagram, Ini Langkah Aman Lindungi Akun

Isu kebocoran data kembali menjadi sorotan di jagat maya, kali ini menimpa platform media sosial populer, Instagram. Jutaan pengguna dilaporkan menerima email permintaan reset kata sandi secara tiba-tiba, yang memicu kekhawatiran serius mengenai keamanan data pribadi mereka. Fenomena ini menuntut kewaspadaan tinggi dari setiap pengguna.

Langkah proaktif dari pengguna sangat diperlukan untuk melindungi akun media sosial dari potensi penyalahgunaan. Kebocoran data semacam ini dapat membuka celah bagi penjahat siber untuk melakukan berbagai tindakan merugikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami duduk perkara dan cara mengamankan diri.

Insiden ini bermula di awal Januari 2026, ketika banyak pengguna Instagram di berbagai wilayah mulai melaporkan penerimaan email reset kata sandi yang tidak diminta. Peristiwa ini dengan cepat menyebar dan menimbulkan pertanyaan besar di kalangan komunitas keamanan siber serta pengguna umum.

Temuan tersebut diungkap oleh Malwarebytes yang dikutip dari Engadget, Minggu (11/1/2026), perusahaan keamanan siber yang mendeteksi adanya kebocoran data sensitif milik pengguna Instagram beredar di dark web.

Informasi yang terungkap tidak hanya mencakup nama akun, tetapi juga alamat tempat tinggal, nomor telepon, alamat email, hingga detail pribadi lainnya.

“Data yang tersebar ini berisiko disalahgunakan untuk berbagai modus penipuan,” ungkap Malwarebytes dalam laporan resminya kepada pengguna.

Ini Tanggapan Meta soal Banyak Pengguna Instagram Dapat Email Reset Password

17,5 juta akun Instagram dilaporkan mengalami kebocoran data pribadi, ditandai dengan maraknya notifikasi permintaan pengaturan ulang kata sandi (reset password) yang diterima pengguna.

Terkat isu ini, Meta selaku induk Instagram, akhirnya angkat bicara. Dikutip dari Daily Mail, Minggu (11/1/2026), Meta memberikan jaminan kepada pengguna bahwa tidak ada pelanggaran keamanan dan akun tetap aman.

"Kami telah memperbaiki masalah yang memungkinkan pihak eksternal untuk meminta email pengaturan ulang kata sandi untuk beberapa pengguna Instagram,” ujar Juru Bicara Instagram.

Ia menambahkan, pihaknya ingin meyakinkan semua orang bahwa tidak ada pelanggaran pada sistem kami dan akun Instagram orang-orang tetap aman.

"Orang-orang dapat mengabaikan email ini dan kami mohon maaf atas kebingungan yang mungkin ditimbulkan,” ucap juru bicara tersebut menegaskan.

Ribuan pengguna melaporkan telah menerima beberapa email permintaan pengaturan reset password selama beberapa hari terakhir.

Umumnya, pengguna menerima email dari Instagram yang menyatakan bahwa pengaturan ulang kata sandi telah diminta pada akun mereka.

Email tersebut menampilkan tombol "Atur Ulang Kata Sandi" berwarna biru besar di samping pesan:  'Jika Anda mengabaikan pesan ini, kata sandi Anda tidak akan diubah. Jika Anda tidak meminta pengaturan ulang kata sandi, beri tahu kami.’

Dapat Email Reset Password Instagram? Ini yang Harus Kamu Lakukan

Jutaan pengguna Instagram perlu waspada terkait munculnya gelombang email pengaturan ulang kata sandi (reset password) yang mencurigakan.

Fenomena ini diduga berkaitan dengan laporan kebocoran data. Sejumlah pengguna melaporkan telah menerima beberapa email permintaan reset password secara berturut-turut, padahal mereka tidak pernah melakukan permintaan tersebut.

Mengutip laman 9News, Minggu (11/1/2026), meskipun email tersebut tampak berasal dari alamat resmi Instagram, para ahli mendesak pengguna untuk berhati-hati.

Untuk menjaga keamanan akun, para pakar keamanan siber dan pihak Instagram menyarankan langkah-langkah berikut:

  • Abaikan Email Mencurigakan: Jangan mengklik tautan apa pun jika Anda merasa tidak melakukan permintaan reset password.
  • Verifikasi Pengirim: Pastikan email berasal dari domain resmi @mail.instagram.com.
  • Aktifkan 2FA: Sangat disarankan untuk mengaktifkan fitur autentikasi dua faktor (two-factor authentication) guna memberikan lapisan keamanan tambahan.
  • Ganti Password Secara Berkala: Jika merasa khawatir, segera ganti kata sandi secara mandiri melalui aplikasi resmi. 

Infografis 7 Tips Bijak Gunakan Media Sosial. (Liputan6.com/Abdillah)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |