Profil dan Biografi Michael Bambang Hartono: Orang Terkaya ke-4 RI yang Hobi Jajan di Pinggir Jalan

3 hours ago 1

loading...

Michael Bambang Hartono (Oei Hwie Siang) tidak bisa dilepaskan dari statusnya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, namun Ia jauh dari kesan glamor, dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi melalui dunia olahraga. Foto/Dok

JAKARTA - Nama Michael Bambang Hartono (Oei Hwie Siang) tidak bisa dilepaskan dari statusnya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Bersama adiknya Robert Budi Hartono, Ia memimpin Grup Djarum , imperium bisnis yang merambah dari industri rokok, perbankan, hingga teknologi digital.

Namun di balik pundi-pundi kekayaannya yang mencapai ratusan triliun rupiah, Bambang Hartono dikenal sebagai sosok yang sangat rendah hati, jauh dari kesan glamor, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi melalui dunia olahraga.

Penyelamat Bank BCA di Tengah Krisis

Salah satu tonggak sejarah terbesar Bambang Hartono adalah keberaniannya mengambil alih PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pasca-krisis moneter 1998. Di bawah kendali Grup Djarum melalui FarIndo Investments, BCA bertransformasi dari bank yang hampir kolaps menjadi bank swasta terbesar dan paling bernilai di Indonesia saat ini.

Strategi tangan dingin Bambang dan Budi Hartono dalam mengelola BCA fokus pada efisiensi teknologi dan layanan nasabah, yang kini menjadi standar emas bagi industri perbankan nasional. Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia versi Forbes September 2025, Total Kekayaan Tembus Rp2.506 Triliun

Pengambilan alih saham dilakukan kedua pihak melalui konsorsium FarIndo Investments (Mauritius) Ltd dan Farallon Capital Manegement LLC. Saham Bank Central Asia sebesar 51,51% berhasil dikuasai MIchael dan Budi Hartono.

Investasi di Bank swasta BCA itulah yang membuat kekayaan Hartono bersaudara kian melambung. Siapa sangka di akhir 2020 lalu, aset BCA tembus Rp1.000 triliun.

Namun jauh sebelum itu, tahun 1951 menjadi titik awal memulai bisnis, saat sang ayah Oei Wie Gwan membeli perusahaan rokok NV Murup yang dilanda permasalahan internal terkait keuangan.

Baca Juga: Berita Duka! Bos Group Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia

Sebelum PT Djarum berkiprah, NV Murup memproduksi rokok bermerek dagang ‘Djarum Gramofon’. Namun Oei Wie Gwan berusaha membenahi perusahaan dan menamainya 'Djarum’ saja. Ditangan sang ayah, Djarum berhasil bangkit dari keterpurukan. Di tahun 1962 tercatat 329 juta batang rokok per tahun berhasil diproduks Djarum.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |