Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen

4 hours ago 6

loading...

Persaingan industri herbal masuk angin di Indonesia kini tidak hanya bertumpu pada kualitas produk, tetapi juga pada strategi membangun kredibilitas merek. FOTO/iStock

JAKARTA - Persaingan industri herbal masuk angin di Indonesia kini tidak hanya bertumpu pada kualitas produk, tetapi juga pada strategi membangun kredibilitas merek melalui figur publik. Produsen besar seperti Antangin JRG dan Tolak Angin produksi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk saling memperkuat komunikasi pemasaran untuk menarik konsumen sekaligus menjaga kepercayaan pasar di tengah maraknya disinformasi di media sosial.

“Kita ini hidup di tengah media sosial yang satu hari berita-beritanya bisa membuat kita roboh karena berita hoaks,” kata Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat dalam keterangan pers, Minggu (21/6/2026).

Baca Juga: Dian Sastro Hadiri Perayaan Waisak di Borobudur, Ternyata Ini Alasannya!

Sido Muncul pada Mei 2026 menggandeng aktor Nicholas Saputra dalam kampanye bertema “Dari Indonesia untuk Dunia”. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi memperkuat citra merek setelah muncul isu di media sosial pada awal tahun mengenai kandungan eugenol atau ekstrak daun cengkeh dalam Tolak Angin yang disebut dapat memicu gangguan lambung.

Meski perusahaan telah memberikan klarifikasi, isu tersebut sempat menimbulkan keraguan di kalangan sebagian konsumen, khususnya penderita GERD. Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani mengatakan pemilihan Nicholas Saputra didasarkan pada citra dan integritas sang aktor yang dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap produk herbal nasional.

Menurut Maria, Nicholas dikenal selektif dalam memilih kerja sama komersial dan konsisten menjaga profesionalisme. Selain itu, citra aktor yang juga aktif dalam isu lingkungan dianggap sejalan dengan upaya perusahaan membangun komunikasi merek yang lebih positif dan kredibel di mata konsumen.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |