Platform Kripto Ini Tawarkan Skema Insentif Berbasis Aktivitas Trading

2 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Platform perdagangan aset kripto di Indonesia mulai mengadopsi strategi baru untuk meningkatkan keterlibatan pengguna.

Salah satunya adalah Bittime yang resmi meluncurkan program "Mining Points", sebuah skema insentif yang mengonversi aktivitas perdagangan (trading) dan referral menjadi poin bernilai ekonomis.

PR & Marcom Manager Bittime, Efma Pasangka, menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan prinsip inklusivitas agar dapat dijangkau oleh seluruh lapisan investor kripto.

"Para investor dapat mengumpulkan poin dari aktivitas trading pada aset kripto yang didukung dan memperoleh 2.000 poin dari setiap referral yang berhasil," ujar Efma dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/2/2026).

Dalam program ini, akumulasi poin yang dikumpulkan pengguna nantinya akan ditukarkan menjadi hadiah berupa aset kripto Palapa ($PLPA).

Bittime memproyeksikan total nilai insentif yang disiapkan mencapai 100.000 USDT selama periode program berlangsung.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

3 Poin Utama dalam Program

Ada tiga poin utama dari mekanisme program ini, antara lain:

  • Akumulasi Otomatis: Poin dicatat secara real-time berdasarkan transaksi yang memenuhi kriteria.
  • Pengembalian Biaya: Platform berkomitmen mengembalikan 100 persen biaya transaksi bersih dalam bentuk insentif kepada pengguna yang memenuhi syarat.
  • Fokus Ekosistem: Berbeda dengan promo jangka pendek pada umumnya, skema ini bertujuan membangun loyalitas pengguna secara berkelanjutan.

Pergeseran Konsep "Mining"

Secara global, istilah mining (penambangan) dalam industri kripto kini telah mengalami perluasan makna. Tidak lagi hanya merujuk pada proses teknis validasi blok di jaringan blockchain, konsep ini bertransformasi menjadi model insentif berbasis partisipasi aktif pengguna.

Langkah Bittime ini dinilai sebagai respons terhadap ketatnya persaingan antarplatform pertukaran kripto di Indonesia yang menuntut inovasi dalam menjaga retensi investor.

Kendati menawarkan skema yang menggiurkan, pihak industri tetap memberikan catatan kritis terkait keamanan investasi. Efma menegaskan bahwa adanya insentif tidak serta-merta menghapus risiko inheren dalam pasar kripto.

"Fluktuasi harga, risiko likuiditas, hingga ketidakpastian regulasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Pemahaman risiko dan riset mandiri (Do Your Own Research) tetap menjadi faktor krusial," ia memungkaskan.

Infografis pencurian uang elektronik (Liputan6.com/Triyasni)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |