Pilih Nafar Awal, 132 Ribu Jemaah Haji Tinggalkan Mina Menuju Makkah Hari Ini

2 hours ago 5

loading...

Kawasan maktab jemaah haji Indonesia di Mina perlahan mulai lengang pada 12 Zulhijjah seiring dengan rampungnya prosesi lontar jumrah. Foto: MCH 2026

MAKKAH - Kawasan maktab jemaah haji Indonesia di Mina perlahan mulai lengang pada 12 Zulhijjah seiring dengan rampungnya prosesi lontar jumrah. Ratusan ribu tamu Allah terpantau mulai berkemas meninggalkan tenda untuk kembali ke hotel masing-masing di Makkah.

Gelombang eksodus ini dilakukan oleh jemaah yang mengambil pilihan Nafar Awal atau keluar dari Mina pada hari Tasyrik kedua. Pergerakan massa ini diwarnai dengan antrean panjang jemaah yang bersiap menaiki armada bus di sekitar maktab.

Pemerintah mencatat pergerakan ini melibatkan lebih dari separuh total keseluruhan jemaah haji Indonesia tahun ini. Proses mobilisasi ratusan ribu orang ini membutuhkan rekayasa lalu lintas yang presisi agar jemaah tidak telantar di jalan.

Pilih Nafar Awal, 132 Ribu Jemaah Haji Tinggalkan Mina Menuju Makkah Hari Ini

Baca juga: Cegah Jemaah Haji Tersesat di Mina, PPIH Siagakan 10 Pos Jaga dan Mobil Golf

Kasi Akomodasi Daker Madinah, Zaenal Muttaqin, mengonfirmasi bahwa evakuasi darat ini telah diinisiasi sesaat setelah fajar menyingsing. Petugas di sektor ad-hoc langsung mengawal pergerakan jemaah dari tenda menuju area penjemputan bus.

"Mulai pukul 6 sudah mulai ada pergerakan naik bus, jadi jam setengah 7 atau jam 7 sudah mulai meninggalkan Mina," urai Zaenal Muttaqin kepada Tim Media Center Haji.

Ia merinci bahwa jumlah jemaah yang bergegas kembali ke Makkah ini mencapai angka fantastis, yakni lebih dari 132 ribu jiwa. Angka tersebut mendominasi kelompok terbang (kloter) yang secara resmi telah menyelesaikan kewajiban mabit di Mina.

"Untuk jemaah yang meninggalkan Mina dari Nafar Awal ini kurang lebih sekitar 68 persen atau 132.568 jemaah," jelas Zaenal merujuk pada data pergerakan operasional.

Total terdapat 424 kloter dari 500 lebih kloter haji Indonesia yang memutuskan untuk tidak melanjutkan menginap di hari Tasyrik ketiga. Manajemen waktu pergerakan bus menjadi kunci utama karena terikat oleh tenggat waktu ibadah yang sangat ketat.

Sesuai aturan syariat, jemaah Nafar Awal haram berada di wilayah Mina setelah terbenamnya matahari (Ghurub asy-Syams). Petugas menargetkan penyapuan jemaah Nafar Awal rampung pada pukul 14.00, dengan batas toleransi maksimal hingga pukul 17.00 waktu setempat.

"Meskipun misalnya dijadwalkan pada Nafar Awal, maka mereka harus melanjutkan untuk mabit di Mina, yaitu mengambil Nafar Tsani," tegas Zaenal memberikan peringatan jika ada jemaah Nafar Awal yang gagal keluar dari Mina sebelum matahari tenggelam.

Setibanya di hotel kawasan Makkah, jemaah akan diistirahatkan untuk memulihkan stamina pasca-Armuzna. Mereka selanjutnya akan bersiap menunaikan Tawaf Ifadah dan Sa'i di Masjidil Haram sebagai penutup rukun haji.

(rca)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |