Pemanfaatan Geosintetik dalam Pembangunan Pabrik BioCNG Ramah Lingkungan Pertama di Tapung Hilir

11 hours ago 7

loading...

Pembangunan Pabrik BioCNG® ramah lingkungan pertama di Tapung Hilir, Kampar, Riau

Sebagai salah satu penghasil minyak sawit terbesar di Indonesia, Riau kembali hadir dengan langkah progresif untuk mengatasi masalah pengelolaan limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Hal ini diwujudkan dengan membangun pabrik BioCNG® komersial pertama di wilayah Tapung Hilir, Kabupaten Kampar.

Dalam pembangunan fasilitas tersebut, penggunaan material yang tepat, seperti geosintetik berupa geotextile dan geomembran menjadi sangat penting untuk menjaga keamanan lingkungan. Geotextile berfungsi sebagai lapisan pemisah dan filtrasi. Sementara itu, geomembrane berperan sebagai lapisan kedap untuk mencegah kebocoran limbah ke tanah dan air di sekitarnya. Keduanya memiliki peran krusial dalam sistem pengolahan POME, terutama pada kolam penampungan dan instalasi biogas. Urban Plastic turut mendukung keberhasilan proyek-proyek ramah lingkungan semacam ini dengan menyediakan pasokan produk geosintetik yang tangguh, meskipun Urban Plastic murni bertindak sebagai supplier material dan tidak mengambil andil secara langsung dalam proses konstruksi proyek tersebut.

Latar Belakang Pembangunan Pabrik BioCNG® di Tapung Hilir
Saat ini, KIS Group bersama AEP Group resmi memulai pembangunan pabrik BioCNG® di Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Proyek ini menjadi tonggak penting dalam mendorong industri kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Untuk pertama kalinya di wilayah ini, limbah cair pabrik kelapa sawit akan diolah menjadi energi terbarukan berupa BioCNG, sebuah inovasi yang tidak hanya membantu mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi.

Proyeksi dan Target Jangka Panjang
-Pabrik BioCNG® di Tapung ini dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 142.450 MMBTU per tahun.
-Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai unit pengolahan limbah, tetapi juga sebagai sumber energi alternatif yang bernilai tinggi.
-Fasilitas ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 70.085 ton setara CO2 per tahun.
-Pengurangan emisi ini berasal dari penangkapan gas metana yang sebelumnya dilepaskan ke udara dari limbah POME milik PT Bina Pitri Jaya.

Peran Penting Geosintetik dalam Pembangunan Pabrik BioCNG
Proyek ini memiliki peran penting dalam menangkap emisi metana dari limbah cair PT Bina Pitri Jaya. Selama ini, limbah POME dapat menjadi sumber emisi gas rumah kaca yang signifikan jika tidak dikelola dengan baik. Melalui teknologi BioCNG®, gas metana yang sebelumnya terlepas ke atmosfer kini dimanfaatkan sebagai sumber energi yang memiliki nilai ekonomis.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |