Pandji Pragiwaksono Usai Jalani Sidang Adat Toraja: Ketika Gue Masuk Tongkonan Kaero, Amarah Reda

2 weeks ago 15

Jadi intinya...

  • Pandji Pragiwaksono menjalani sidang adat Toraja terkait materi komedi lama yang menyinggung tradisi Rambu Solo'.
  • Ia mengakui kekeliruan, meminta maaf, dan menerima sanksi adat berupa denda satu babi dan lima ayam.
  • Prosesi di Tongkonan Kaero ini menjadi pelajaran berharga bagi Pandji untuk lebih berhati-hati dalam riset budaya.

Liputan6.com, Jakarta - Komika Pandji Pragiwaksono menarik napas lega setelah menjalani sidang adat Toraja, terkait materi melawak tunggal bertajuk “Mesakke Bangsaku” (mengudara 13 tahun silam) yang dinilai menyinggung masyarakat Tana Toraja. Pandji Pragiwaksono kena denda adat seekor babi dan lima ayam. 

Ia menghadiri persidangan adat atau Ma’Buak Burun Mangkali Oto’ di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Sulawesi Selatan, Selasa (10/2/2026). Sidang adat ini dihadiri perwakilan dari 32 wilayah adat di Toraja dan difasilitasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara atau AMAN.

Setelahnya, Pandji Pragiwaksono mengunggah video dokumentasi persidangan di akun Instagram terverikasi, pada Kamis (12/2/2026). Ia menggambarkan suasana dan perspektif di balik sidang. Termasuk, momen kala memasuki Tongkonan Kaero yang berusia 800 tahun.

Di ujung proses sidang adat, sang pemimpin upacara adat mengatakan bahwa kebanyakan masyarakat Toraja tidak menyangka gue akan benar-benar datang,” tulis Pandji Pragiwaksono lalu mengenang momen disebut sebagai ksatria atau satria oleh para tetua.

Ketika melihat gue berjalan memasuki Tongkonan Kaero yang berusia 800 tahun, menurut beliau dan beberapa tetua, kemarahan orang mereda. Dalam pidatonya beliau mengatakan bahwa gue seorang Ksatria karena hadir dan menghadapi pertanyaan perwakilan 32 wilayah adat,” ujarnya.

Mendengar kata satria yang diucapkan para tetua, Pandji Pragiwaksono sejenak tertegun. Bintang film Mendadak Kaya dan Mendarat Darurat itu teringat nama lengkapnya, yakni Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo. Nama belakangnya bisa dimaknai sebagai bangsa besar dan seorang satria.

Menjabat Tangan Beliau

Usai upacara gue mendatangi, menjabat tangan beliau dan memberi tahu sesuatu. Bapak perlu tahu, nama panjang saya Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo. Wongso Yudo artinya Bangsa Perang. Alias: Ksatria,” Pandji Pragiwaksono menyambung.

Seorang tetua tersenyum lalu menjabat tangan Pandji Pragiwaksono lebih erat. Amarah melebur, berganti persahabatan yang hangat sekaligus teduh. Momen ini membuat hati Pandji Pragiwaksono terasa penuh.

Gue Ditakdirkan Berjuang di Jalan Seperti Ini

Sidang adat ini mengingatkan Pandji Pragiwaksono soal jalan hidupnya, yakni berjuang dan menyuarakan keresahan masyarakat lewat jalur seni. Toraja membuat Pandji Pragiwaksono belajar banyak hal.

Gue kembali ingat. Gue memang ditakdirkan untuk berjuang di jalan seperti ini, supaya yang lain bisa belajar atau bisa melewati dengan nyaman jalan yang sudah dibuka. Wongsoyudan takdirnya berjuang,” pungkasnya.

Menangani Dengan Cara Yang Benar

Unggahan ini disambut hangat sejumlah selebritas Tanah Air. Mereka mendukung langkah Pandji Pragiwaksono menuju Tana Toraja. “Respect banget,” Melanie Subono mencuit di kolom komentar.

Bangga aku ah Bang! Tidak lari.. berani menghadapi dengan Senyuman!” Melaney Ricardo menyanjung. “Menangani masalah dengan cara yang benar, berkelas dan integritas. Hormat!” Jovial DaLopez menyahut.

Lirik Lagu Iqro dari Raim Laode Trending Nomor 3, Refleksi Diri dan Spiritualitas Manusia Pada Tuhan

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |