Menyiksa Laptop Asus dari Tekanan 100 Kg hingga Suhu Ekstrem -33 Derajat Celcius

3 weeks ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Asus tak sekadar mengklaim ketangguhan laptop besutannya, tetapi juga memamerkan secara langsung proses pengujian ekstrem.

Dalam demonstrasi bertajuk Durabilitas Standar Militer (MIL-STD 810H), Asus menghadirkan simulasi fasilitas pengujian internal serta mengungkap bahwa perangkatnya telah melewati enam prosedur pengujian tambahan di luar standar militer Amerika Serikat.

Technical Public Relation Asus Indonesia, Adrian Pradipta, mengatakan dari total prosedur pengujian yang diterapkan, perusahaan melakukan enam pengujian utama.

"Keenam pengujian tersebut dipilih karena paling mencerminkan risiko yang kerap terjadi dalam penggunaan laptop sehari-hari," ujarnya, Rabu (11/2/2026) di Jakarta.

Tahan Benturan hingga 40G

Pengujian pertama adalah shock test atau uji benturan. Dalam standar MIL-STD 810H, perangkat diuji untuk mampu menahan tekanan hingga 40G force, atau setara 40 kali gaya gravitasi bumi.

Angka tersebut menggambarkan besarnya gaya yang diterima perangkat saat mengalami benturan keras dalam waktu singkat, misalnya ketika terjatuh atau terbentur benda padat.

Sebagai perbandingan, manusia umumnya mulai kehilangan kesadaran saat menerima tekanan di kisaran 9G. Artinya, daya tahan 40G menunjukkan perangkat dirancang untuk menghadapi tekanan ekstrem yang jauh melampaui batas toleransi tubuh manusia.

Perangkat ini juga dirancang mampu bertahan saat terjatuh hingga 18 kali dari ketinggian sekitar 80 sentimeter. Ketahanan tersebut memastikan struktur rangka dan bodi perangkat tetap kokoh dan komponen internal seperti motherboard serta media penyimpanan tetap aman meski mengalami benturan berulang.

Tahan Panas 71 Derajat dan Suhu Dingin -33 Derajat

Asus juga memperlihatkan ketahanan perangkat terhadap suhu ekstrem. Pada uji suhu tinggi, laptop diklaim mampu bertahan hingga 71 derajat Celsius.

Kondisi ini merepresentasikan situasi ketika perangkat digunakan dalam beban kerja berat dalam waktu lama atau berada di lingkungan bersuhu panas. Dalam skenario tersebut, material bodi dirancang agar tidak melengkung, sementara komponen internal tetap berfungsi normal.

Sebaliknya, pada suhu rendah, perangkat diuji hingga minus 33 derajat Celsius sesuai standar. Ketahanan ini penting untuk menjaga stabilitas komponen, terutama layar, agar tetap responsif dan terhindar dari efek seperti ghosting yang kerap terjadi pada panel di suhu sangat rendah

Ditekan Lebih dari 100 Kilogram

Dalam weight pressure test, secara standar perangkat diuji dengan beban total 85 kilogram, yang terbagi atas 50 kilogram pada bagian bodi dan 35 kilogram pada layar. Pengujian ini mensimulasikan kondisi ketika laptop tertindih barang lain di dalam tas atau tertekan beban berat saat dibawa bepergian.

Namun, Asus mengklaim pengujian internal dilakukan dengan standar lebih tinggi, yakni di atas 100 kilogram. Bahkan dalam demonstrasi, laptop Asus Zenbook A14 diperlihatkan mampu menahan beban hingga 105 kilogram.

Ketahanan ini diklaim memastikan rangka, engsel, dan struktur layar tetap kokoh meski menerima tekanan besar dalam penggunaan sehari-hari.

Tahan Tumapahan Air dan Getaran Jangka Panjang

Asus tak hanya menyoroti ketahanan terhadap benturan dan suhu ekstrem, tetapi juga risiko penggunaan sehari-hari seperti tumpahan cairan dan getaran berkelanjutan.

Pada uji ketahanan terhadap tumpahan air, keyboard dirancang mampu menahan cairan hingga 66 cc. Sistem ini dilengkapi jalur pembuangan khusus yang mengarahkan cairan menjauh dari komponen vital seperti motherboard dan rangkaian listrik.

Dengan demikian, ketika terjadi insiden tak sengaja seperti tersiram minuman, risiko kerusakan dapat diminimalkan selama penanganan dilakukan dengan tepat.

Selain itu, Asus juga melakukan uji getaran untuk mensimulasikan kondisi perangkat saat dibawa dalam perjalanan, misalnya di dalam kendaraan. Meski berada di kisaran 1G force, getaran yang terjadi secara konstan dalam waktu lama dinilai sama berisikonya dengan benturan.

Getaran berulang dapat memicu retak mikro pada titik solder, melonggarkan kabel fleksibel layar, hingga mengganggu koneksi komponen internal. Melalui pengujian ini, Asus memastikan struktur internal tetap stabil meski perangkat kerap digunakan secara mobile.

Infografis Tips Hadapi Suhu Panas dan Gerah. (Liputan6.com/Abdillah)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |