loading...
Laporan menyebutkan bahwa CIA dan intelijen Israel telah melacak pergerakan Ayatollah selama berbulan-bulan lamanya. Foto: ist
IRAN - Asap mengepul usai serangan rudal di Teheran, Iran, pada Minggu (1/3/2026), menandai babak baru perang modern di mana nyawa petinggi negara kini dihabisi oleh perpaduan kecerdasan buatan, peretasan siber, dan kawanan drone murah.
Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta jajaran komando tingginya pada akhir pekan lalu bukanlah sekadar hasil dari jatuhnya bom berdaya ledak tinggi konvensional.
Di balik operasi mematikan militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi tersebut, ada orkestrasi teknologi canggih: paduan perangkat lunak kecerdasan buatan (AI) pelacak gerak-gerik dari Palantir, serangan siber peretas aplikasi ponsel, hingga pengerahan massal drone "murahan" yang ternyata meniru teknologi milik Iran sendiri.
Perang global di 2026 telah bergeser secara drastis. Negara-negara adidaya mulai menyadari bahwa mengandalkan satu unit perangkat tempur yang harganya mencapai triliunan rupiah tidak efisien.
Mereka kini mengadopsi taktik hibrida, di mana satu jet tempur canggih digabungkan dengan ribuan unit drone serbu sekali pakai yang harganya ramah di kantong anggaran negara.
Fakta ini dikonfirmasi langsung oleh Komando Pusat AS yang menyatakan bahwa mereka, untuk pertama kalinya dalam sejarah pertempuran militer AS, mengerahkan drone serang satu arah berbiaya rendah.

Drone tersebut bernama LUCAS, diproduksi oleh perusahaan asal Phoenix, Spektreworks Inc. Berapa harga per unitnya? Hanya USD35.000 atau sekitar Rp588 juta.
Menariknya, drone yang membantu melumpuhkan Iran ini desainnya justru terinspirasi dari drone Shahed-136 buatan Iran, yang sebelumnya sering dipakai di perang Ukraina dan sempat menghantam beberapa situs di negara-negara Teluk.
“Sejarah telah tercipta kemarin, namun banyak yang mengabaikan berita utama yang sangat penting ini," tulis Lorin Selby, purnawirawan Laksamana Muda Angkatan Laut AS sekaligus pakar keamanan nasional, dalam sebuah unggahan. "Era senjata senilai Rp 588 juta telah dimulai."
Eliot Pence, Kepala Eksekutif perusahaan teknologi pertahanan Kanada, Dominion Dynamics, membenarkan logika baru tersebut.
Menurutnya, drone LUCAS menjadi alat murah bagi AS untuk merontokkan sistem radar anti-pesawat milik musuh, sekaligus menjadi pelengkap perangkat super mahal seperti rudal dan jet tempur.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440546/original/019398900_1765437120-Vivo_X200_Ultra.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5449618/original/001686900_1766099380-Steam_Winter_Sale_2025_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432645/original/060825700_1764818395-YouTube_Recap_2025_01.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417477/original/023507800_1763534909-google-gemini-3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5294447/original/065942700_1753404869-omid-armin-AGRtDoZlpYw-unsplash__1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426068/original/091035700_1764253361-WhatsApp_Image_2025-11-27_at_7.13.00_PM.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431956/original/014866300_1764751840-Apple_Hari_Disabilitas_Internasional_2025_01.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429570/original/054081400_1764606003-MV5BMDAxOWRmNjMtYWZkOS00YzIxLTgxMDktNjhjOThhY2QxZjM3XkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UY1995_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417262/original/092794200_1763526594-cloudflare-outage.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307781/original/080682700_1754481117-Ro.jpg)
