Mantan Wasit FIFA Bongkar Bobrok Piala Dunia 2026: Teknologi VAR Gagal Simpulkan Offside

11 hours ago 11

loading...

Mantan Wasit FIFA Bongkar Bobrok Piala Dunia 2026: Teknologi VAR Gagal Simpulkan Offside

Kontroversi VAR langsung mewarnai Piala Dunia 2026 . Mantan wasit FIFA Keith Hackett melontarkan kritik tajam setelah keputusan penalti untuk Swiss dalam laga melawan Qatar memicu perdebatan besar. Menurutnya, teknologi offside gagal bekerja sebagaimana mestinya pada salah satu momen paling krusial di pertandingan tersebut.

Insiden terjadi pada menit ke-17 saat gelandang Swiss Remo Freuler menerima bola di kotak penalti sebelum dijatuhkan kiper Qatar, Mahmud Abunada. Wasit asal Honduras, Hector Said Martinez, tanpa ragu menunjuk titik putih dan Breel Embolo sukses mengonversi penalti menjadi gol. Namun tayangan ulang televisi memperlihatkan Freuler diduga berada dalam posisi offside sebelum pelanggaran terjadi.

Baca Juga: FIFA Minta Timnas Mesir Hapus 7 Bintang di Jersey Jelang Lawan Belgia

VAR kemudian melakukan pemeriksaan, tetapi keputusan penalti tetap dipertahankan. Yang membuat publik semakin bingung, FIFA tidak menampilkan garis offside maupun grafis semi-otomatis yang biasanya digunakan untuk menjelaskan hasil peninjauan. Akibatnya, penonton di stadion maupun pemirsa televisi tidak mengetahui dasar keputusan tersebut.

Mantan pemain Inggris Gary Neville menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik situasi itu. Ia mempertanyakan mengapa FIFA tidak memperlihatkan bukti dari sistem offside otomatis yang digunakan dalam turnamen. Senada dengan Neville, legenda Arsenal Ian Wright menyebut kurangnya transparansi tersebut sebagai sesuatu yang "memalukan". Bahkan komentator Lee Dixon mengaku yakin VAR akan menganulir penalti sebelum keputusan akhir diumumkan.

Di tengah gelombang kritik, mantan wasit FIFA Keith Hackett mengambil sikap lebih tegas. Menanggapi diskusi di media sosial, ia menyatakan gol Swiss seharusnya dibatalkan karena offside. "Gol ini seharusnya dianulir. Teknologi gagal," tulis mantan kepala badan wasit Inggris tersebut. Namun analis perwasitan ITV, Christina Unkel, memberikan pandangan berbeda. Menurutnya, sesuai protokol FIFA, grafis offside semi-otomatis hanya ditampilkan jika keputusan di lapangan dibatalkan. Ia juga menegaskan teknologi yang digunakan pada Piala Dunia 2026 memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibanding sistem sebelumnya.

Kontroversi tersebut semakin menarik karena pertandingan berakhir dramatis. Setelah sempat tertinggal akibat penalti Embolo, Qatar berhasil mencuri satu poin lewat gol Boualem Khoukhi pada menit ke-94. Meski hasil akhir berimbang 1-1, perdebatan soal keputusan VAR justru menjadi cerita yang paling banyak dibicarakan dari laga pembuka Grup B tersebut.

(sto)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |