Kesaksian Ammar Zoni dalam Sidang Lanjutan Dugaan Peredaran Narkotika di Penjara

20 hours ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Ammar Zoni kembali menjalani sidang lanjutan perkara dugaan peredaran narkotika di dalam penjara, Kamis (8/1/2026). Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini mengagendakan mendengarkan keterangan para terdakwa.

Kendati para terdakwa tidak disumpah sebelum memberi keterangan, Hakim ketua, Dwi Elyarahma Sulistiyowati, mengingatkan mereka untuk menyampaikan keterangan secara jujur. Adapun Ammar Zoni menjadi terdakwa yang terakhir memberikan keterangan.

Dalam kesaksiannya, Ammar memaparkan kronologi awal penggeledahan, yang kemudian menyeret namanya dalam perkara dugaan peredaran narkoba. Ia mengaku tinggal satu sel dengan terpidana narkoba bernama Jaya, yang menawarinya menampung sabu seberat 100 gram dengan imbalan uang. Namun tawaran tersebut secara tegas ia tolak.

"Jadi si Jaya menawarkan, 'mau tambahan nggak untuk tahun baru? Ada uang Rp10 juta, cuma melihatin saja, melihatin narkoba'. Saya ketawa, Yang Mulia. Buat apa saya harus melihatin narkoba juga segala macam? Malah karena narkoba itu kan saya sudah berkali-kali kena masuk, kan gitu. Jadi saya tolak," ungkap Ammar Zoni dalam sidang.

Setelah penolakan, Ammar menganggap hubungannya dengan Jaya tidak memiliki kepentingan apa pun lagi. Ia menegaskan tidak pernah terlibat lebih jauh dalam aktivitas yang dilakukan oleh sesama penghuni rutan tersebut.

"Nah, setelah itu di tanggal 3, itu waktu hari Jumat. Dan di hari Jumat itu setelah pulang salat Jumat, saya melihat dia (Terdakwa 5) nih, saya baru masuk pulang, nah dia baru mau keluar ngambil sesuatu gitu kan dari Jaya," tutur Ammar Zoni.

Artis Ammar Zoni mengaku depresi dengan kondisi keluarganya, sehingga mengkonsumsi narkoba jenis ganja dan sabu. Apapun alasannya, Ammar Zoni sudah tiga kali ditangkap karena kasus narkoba dan kini terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Ammar Zoni Ungkap Jarang Komunikasi

Ammar juga menjelaskan bahwa sejak awal dirinya jarang berinteraksi dengan penghuni rutan lain karena lokasi sel yang berbeda. Ia menyebut posisinya berada di lantai atas dengan sekat ruangan yang terpisah, sehingga aktivitas terdakwa lain tidak terlalu ia ketahui secara detail.

"Ya sudah, saya nggak ada urusan apa-apa lagi kan, saya juga jarang berkomunikasi gitu sama orang di bawah saya karena saya kan di lantai atas. Jadi satu ruangan saya itu beda sekat gitu ya," tambahnya.

Lanjut baca

Ammar melanjutkan, situasi justru berubah saat petugas melakukan penggeledahan pada malam hari di sejumlah kamar tahanan, termasuk sel yang ditempatinya. Dalam proses tersebut, salah satu petugas mempertanyakan kepemilikan ponsel yang selama ini digunakan Ammar di dalam rutan. "Saya punya HP satu, satunya lagi itu HP sewaan. Ada orang jadi menggadaikan gitu loh Yang Mulia, dia butuh uang jadi menjaminkan ke saya," ucap Ammar.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |