Kasus Lula Lahfah Meninggal Dunia, Polisi Ungkap Hasil Pendalaman Terkait Jenazah Sang Selebgram

1 month ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Pihak Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap hasil pendalaman terkait penyebab meninggalnya Lula Lahfah. Sebelumnya, polisi meminta keterangan kepada sejumlah saksi, guna mendapatkan alur peristiwa dari meninggalnya sang selebgram.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, membeberkan detail temuan penyidik dari penemuan jenazah hingga kesimpulan akhir dari kasus ini. Iskandaryah menjelaskan langkah awal polisi saat menerima laporan dari petugas lingkungan setempat mengenai adanya penemuan jenazah di sebuah apartemen di wilayah Jakarta Selatan.

"Kami mendapat informasi bahwa adanya penemuan mayat dari anggota Babinkamtibmas Polsek Kebayoran Baru. Dengan komunikasi yang baik dengan pihak apartemen, anggota Polsek Kebayoran Baru melakukan cek TKP bersama dengan tim identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan," ujar Iskandarsyah di Polres Metro, dalam giat rilis, Jumat (30/1/2026).

Setibanya di lokasi kejadian, petugas langsung bergerak cepat mengamankan area dan melakukan identifikasi terhadap korban untuk memastikan validitas data. Iskandarsyah menyebutkan bahwa proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan secara transparan dengan melibatkan sejumlah saksi.

"Dari informasi itu kita menemukan bahwa faktanya di tempat kejadian perkara ada jenazah wanita yang sudah kita identifikasi, identitasnya sudah jelas. Oleh karena itu kita lakukan olah TKP bersama dengan tim identifikasi Polres dan disaksikan oleh saksi-saksi dari apartemen, maupun saksi-saksi dari yang pada saat kejadian perkara hadir. Ada 15 saksi kita periksa sejauh ini," tuturnya.

Guna menemukan kepingan fakta yang utuh, penyidik menyandingkan data visual dari kamera pengawas (CCTV) dengan keterangan para saksi yang telah diperiksa secara maraton. Iskandarsyah menegaskan urgensi pemaparan kronologi ini untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana terkait penemuan jenazah Lula Lahfah.

"Saya dapat menjelaskan kronologi berdasarkan CCTV dan dibandingkan dengan keterangan-keterangan saksi yang sudah kita klarifikasi dalam proses penyelidikan. Kenapa kita perlu menjelaskan proses penyelidikan ini, karena kita perlu menentukan ada atau tidaknya peristiwa pidana dalam kasus penemuan jenazah di sebuah apartemen di wilayah Jakarta Selatan," jelasnya.

Penelusuran dimulai dengan membedah aktivitas korban sesaat sebelum kejadian. Polisi meneliti interaksi korban dengan orang-orang di sekitarnya. Sambil memperlihatkan layar monitor, Iskandarsyah menjelaskan momen ketika Lula terlihat beraktivitas bersama seorang rekannya berinisial VA. "Aktivitas itu dimulai pada awalnya saudari LL bersama rekannya, di sini saudari VA, kita melihatnya dari CCTV dalam lift. Yang di lingkaran adalah saudari LL bersama rekannya saudari VA, aktivitas keluar dari apartemen," paparnya. Tidak hanya terpaku pada area hunian, tim penyidik juga melacak jejak aktivitas Lula di luar apartemen untuk memastikan tidak ada celah waktu yang terlewat. Menurut Iskandarsyah, Lula dan rekannya sempat terpantau mengunjungi sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan sebelum kembali pulang. "Selain CCTV apartemen kami coba menelusuri ke mana LL bepergian saat itu. Kita menemukan di suatu kafe di wilayah Jakarta Selatan juga, di jalan Gunawarman, saudari LL masih terlihat bersama orang yang sama, yaitu saksi saudari VA, kita melihat masuk ke dalam restoran," ungkap Iskandarsyah. Setelah menyelesaikan kegiatan di luar, keduanya terekam kembali menuju apartemen dan tidak terlihat adanya gelagat mencurigakan. Iskandarsyah lantas menjelaskan detik-detik saat korban kembali ke unit tempat tinggalnya di lantai atas. "Sampai dengan akhirnya saudari LL dengan saudari VA ini selesai lalu menuju ke kendaraan pribadi saudari LL. Hingga saudari LL tiba kembali di apartemen miliknya dan masih bersama orang yang sama saudari VA menuju lantai tempat saudari LL tinggal," katanya. Fakta lain yang turut didalami kepolisian adalah adanya riwayat medis korban yang sempat menjalani pengobatan sebelum meninggal dunia. Iskandarsyah kemudian menyoroti aktivitas asisten rumah tangga (ART) korban yang sempat terekam mengambil sesuatu di area lobi. "Berdasarkan dari bukti-bukti yang ada kita sudah lihat rekam medis dan bukti pembayaran rumah sakit saudari LL melaksanakan atau melakukan pengobatan di rumah sakit. Sementara saudari LL masih di rumah sakit, itu asisten rumah tangga turun ke bawah menghampiri saudara A di sini yang berada di lobi," terangnya.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |