Jaga Warisan Dunia, SIG Lindungi Situs Prasejarah Bulu Sipong 4

5 hours ago 1

loading...

SIG memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya dunia melalui konservasi situs prasejarah Leang Bulu Sipong 4. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Semen Tonasa, memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya dunia melalui konservasi situs prasejarah Leang Bulu Sipong 4 di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Langkah strategis ini bertujuan menjaga keberlanjutan seni cadas tertua di dunia yang diperkirakan berusia 44.000 tahun sekaligus melindungi ekosistem keanekaragaman hayati di sekitar area operasional perusahaan.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, penetapan kawasan Bulu Sipong sebagai kawasan konservasi menjadi bukti komitmen SIG dan PT Semen Tonasa terhadap pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan industri dengan lingkungan dan nilai budaya.

“Perusahaan juga berkolaborasi dengan LPPM Universitas Hasanuddin dalam merilis Cultural Heritage Management Plan atas situs prasejarah Bulu Sipong 4. Dokumen tersebut berfungsi sebagai panduan pengelolaan warisan budaya yang dimiliki oleh Perusahaan, termasuk Bulu Sipong yang merupakan situs cagar budaya, sehingga dapat dikelola dengan baik secara berkelanjutan untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada,” kata Vita dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3).

Baca Juga: SIG Catat Nihil Fatalitas di 2025, Tegaskan K3 Jadi Nilai Utama

Situs yang terletak di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene ini berada di dalam area tambang tanah liat milik PT Semen Tonasa. Sejak ditemukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar pada 2016, perusahaan langsung mengambil langkah proteksi dengan menetapkan lahan seluas 31,64 hektare, atau sekitar 11,3% dari total luas tambang 280 hektare, sebagai area konservasi yang tidak tersentuh aktivitas penambangan.

Implementasi perlindungan ini diwujudkan melalui peresmian Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Geopark Bulu Sipong pada 2018. Kawasan ini merupakan bagian penting dari Geopark Maros Pangkep yang kini telah resmi menyandang status sebagai UNESCO Global Geopark. Status internasional tersebut menuntut standar pengelolaan yang ketat guna memastikan integritas arkeologis dan ekologisnya tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Dalam operasional harian, PT Semen Tonasa menggandeng Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX untuk melakukan pemantauan rutin terhadap getaran dan kualitas udara ambien di sekitar gua. Upaya teknis seperti pengerasan jalan sepanjang 1.800 meter dan penyiraman rutin dilakukan secara konsisten guna menekan paparan debu. Selain itu, pemasangan pagar pembatas sepanjang 1.900 meter juga dilakukan untuk memitigasi risiko kerusakan fisik pada situs.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |