Hashim Buka-bukaan Ada Oknum Coba Ambil Untung di Lahan Negara: Tolak Tawaran 1.000 Apartemen

5 hours ago 2

loading...

Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo mengaku pernah mendapatkan tawaran menggiurkan berupa ribuan unit apartemen dengan memanfaatkan lahan strategis milik negara. Foto/Dok

JAKARTA - Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo mengaku, banyak pihak yang mau mencoba mengambil keuntungan dengan cara memanfaatkan aset- aset negara untuk tujuan komersial. Bahkan Adik Kandung Presiden Prabowo itu mengaku pernah mendapatkan tawaran menggiurkan berupa ribuan unit apartemen oleh pihak swasta dengan memanfaatkan lahan strategis milik negara.

Namun demikian, Hashim menegaskan bahwa aset negara wajib digunakan untuk kepentingan bersama. "Itu khusus subsidi perumahan, sudah petunjuk begitu. Karena terus terang saja, ada pihak yang mau ambil keuntungan dengan memanfaatkan nilai pasar dan sebagainya," ujar Hashim dalam acara groundbreaking Rusun PT KAI di Manggarai, Senin (16/3/2026).

Baca Juga: Pemkot Jakbar Fasilitasi Penyelesaian Sertifikat Warga City Park

Hashim menyebut, tawaran yang datang saat itu diberikan 500-1.000 unit apartemen untuk di jual dengan harga pasar. Sehingga, ketika lokasi apartemen tersebut cukup strategis dari pusat kota maupun simpul transportasi, praktis punya harga yang fantastis.

"Ada yang bilang ke saya, Pak Hasyim, kita bisa untung lho. Di tempat-tempat strategis, Pak Hasyim bisa minta jahatan 1.000 apartemen, 500 apartemen. Nanti jual kita bisa dapat keuntungan lima kali. Ada yang ngomong begitu, Pak," ujarnya.

Baca Juga: Hibah 32,2 Ha dari Lippo, Danantara Bangun Rusun MBR Tahan I Rp14-16 Triliun

Hashim menegaskan, setiap aset negara seperti tanah maupun bangunan, baik di lokasi strategis atau tidak, sama-sama milik rakyat. Sehingga harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Salah satu contohnya dengan membangun rumah subsidi, yang terjangkau bagi masyarakat.

"Pak Prabowo sudah katakan beberapa kali, di depan saya dan di tempat lain, bahwa tanah milik BUMN itu adalah tanah milik rakyat Indonesia, sehingga tanah itu tidak boleh dijual dengan harga pasar," katanya.

(akr)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |