Habib Jafar Ungkap Makna di Balik Film Seni Merayu Tuhan, Ada Kisah Spiritual dan Pendewasaan

2 hours ago 5

Jadi intinya...

  • Film "Seni Merayu Tuhan" adaptasi buku Habib Jafar, rilis 13 Agustus.
  • Buku lahir dari keresahan pascapandemi, ibadah bukan hanya ritual.
  • Filmnya fokus pada coming-of-age, cinta, persahabatan, dan hubungan keluarga.

Liputan6.com, Jakarta - Ada yang istimewa dalam film Seni Merayu Tuhan yang akan rilis pada 13 Agustus mendatang. Film tersebut adalah adaptasi karya tulis Habib Jafar yang diproduksi Wahana Kreator dan sekaligus juga film debut Cesa David Luckmansyah. 

Dalam konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (4/8/2026), Habib Jafar mengungkapkan bahwa buku Seni Merayu Tuhan lahir dari keresahannya melihat fenomena pascapandemi Covid-19.

“Itu proses di era-era setelah covid, ketika banyak orang yang bersemangat kembali kepada Tuhannya tapi cenderung pendekatannya itu sampai ritual aja dan tidak lanjut ke sosial,” ungkap Habib Jafar.

Ia menjelaskan, inti pesan dalam bukunya adalah memaknai ibadah sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan sekadar mengejar imbalan.

“Artinya apa yang kita lakukan sebagai peribadahan, baik dalam Islam atau agama lainnya, itu bukan menjadi nilai kita untuk mendapatkan surga tapi sebagai bahan dalam situasi untuk meraih Tuhan agar ia memberikan kasihnya kepada kita dan ia memberikan kita tempat yang terbaik di sisi-Nya,” tuturnya.

Pendakwah sekaligus penulis Indonesia berusia 38 tahun itu juga menambahkan bahwa film Seni Merayu Tuhan menghadirkan pendekatan yang berbeda dibandingkan bukunya.

“Ini dalam konteks buku, jika bergeser platformnya ke layar lebar, akan beda lagi ceritanya. Ini bukan hanya tentang spiritualnya aja, tapi juga tentang coming-of-age dan pendewasaan, baik dalam kisah cinta, remaja, persahabatan, sampai hubungan anak dan ibu,” tambahnya.

Proses Penerjemahan Buku Motivasi ke Layar Lebar

Salman Aristo selaku produser juga mengungkapkan proses mengubah sebuah karya sastra berbentuk esai ke dalam film. Ia mengatakan bahwa mereka melibatkan Habib Jafar langsung dalam prosesnya.

“Pertama, kami selalu melakukan proses development. Prosesnya lumayan panjang, hampir setahun lebih. Salah satu yang kami lakukan adalah menghadirkan Habib Jafar selama proses development. Bukan hanya untuk menggali banyak pemikiran yang mungkin belum tertuang, tapi lebih seperti ini sebenarnya mau membentuk ceritanya ke mana,” ungkap Aris.

Para Produser Membuat Esai Tentang Seni Merayu Tuhan

Aris juga mengatakan bahwa di tengah proses itu, para produser membuat esai tentang pandangan pribadi mereka terhadap Seni Merayu Tuhan untuk menemukan misi yang sama.

“Saat itu kita para produser juga masing-masing membuat esai tentang bagaimana pandangan kita tentang Seni Merayu Tuhan itu sendiri sampai pada akhirnya menemukan draft penulisan yang pas,” ungkapnya.

Sinopsis Film Seni Merayu Tuhan

Seni Merayu Tuhan mengisahkan tentang Hikmah (Ari Irham)  yang kesehariannya mengabaikan keluarga dan kehidupan spiritual. Hari-harinya seringkali ia habiskan untuk bekerja dan bertemu kekasihnya Sophia (Lutesha).

Namun, hidupnya seketika berubah selepas ibunya (Rieke Diah Pitaloka) meninggal dunia. Kehilangan itu memberikannya penyesalan terdalam dan mengubah cara pandangnya tentang kehidupan.

Hikmah perlahan demi perlahan mulai merayu Tuhan dengan mendekatkan diri kepada-Nya. Sepanjang prosesnya, ia ditemani oleh Sophia dan sahabat sejak masa kecilnya Hotib (Teuku Ryzki).

Hikmah terus berusaha mencari tahu makna rasa ikhlas dan keimanan yang selama ini tidak pernah ia temukan dalam hidupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Eross Candra Ungkap Alasan Sheila On 7 Tak Pernah Tampil di Podcast

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |