Andien Panik Pesawatnya Muter-Muter Hampir 1 Jam, Kini Penerbangan ke Jakarta Dibatalkan

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Andien menjadi salah satu figur publik yang terdampak gangguan penerbangan pada Minggu (6/9/2026). Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Minggu pagi, pelantun "Gemintang" tersebut mengabarkan tengah berada di Salatiga setelah penerbangannya dari Semarang menuju Jakarta dibatalkan.

Andien mengaku sebenarnya sudah mengalami situasi menegangkan sejak sehari sebelumnya. Saat hendak mendarat di Semarang, pesawat yang ditumpanginya harus berputar-putar di udara selama hampir satu jam. Berdasarkan kabar yang diterimanya, kondisi tersebut terjadi karena jarak pandang atau visibility yang rendah.

"Halo teman-teman semuanya, saat ini aku lagi berada di Salatiga. Jadi kemarin waktu aku mau landing di Semarang, pesawat yang aku tumpangi itu sempat muter-muter hampir 1 jam di udara, dan kabarnya itu adalah karena visibility yang rendah. Aku juga sempat panik," kata Andien.

Situasi tak membaik ketika Andien hendak kembali ke Jakarta. Penerbangannya dari Semarang dibatalkan. Ia dan rombongan kemudian mencoba mencari tiket kereta api sebagai alternatif, tetapi tiket sudah habis.

Andien Pilih Perjalanan Darat ke Jakarta

Tak mendapatkan tiket pesawat maupun kereta api, Andien akhirnya mempertimbangkan perjalanan melalui jalur darat. Ia kemungkinan akan menggunakan mobil untuk menempuh perjalanan dari Jawa Tengah menuju Jakarta.

"Nah, seharusnya hari ini aku terbang dari Semarang ke Jakarta, tapi akhirnya penerbangannya dibatalkan. Kita udah sempat berusaha di sini cari tiket kereta, ternyata udah habis juga. Jadi setelah ini kemungkinan aku bakalan menempuh perjalanan darat pakai mobil untuk pulang ke Jakarta," ujarnya.

Di tengah ketidakpastian perjalanan tersebut, Andien tak menampik rasa khawatir yang dirasakannya. Terlebih, ada dua anaknya yang masih kecil menunggu kepulangannya di rumah.

Selain anak-anak, Andien juga memikirkan sang ibu yang telah lanjut usia dan termasuk kelompok rentan. Ia menyadari kondisi serupa kemungkinan dialami banyak orang yang tengah berusaha kembali kepada keluarga masing-masing.

"Jadi kalau ditanya khawatir, iya banget, karena ada 2 anak kecilku yang menunggu di rumah, mungkin juga sama seperti banyak sekali teman-teman lainnya di sini yang mungkin juga sama seperti aku sedang berusaha untuk pulang ke keluarganya. Dan ada ibuku juga yang sudah lansia, yang termasuk kelompok rentan," tutur Andien.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Pengalaman tersebut membuat Andien kembali merenungkan bahwa tak semua hal dalam kehidupan dapat dikendalikan. Ia pun menyadari apa yang dialaminya hanya sebagian kecil dari dampak situasi yang tengah terjadi. "Teman-teman, di situasi seperti ini rasanya kita jadi diingatin lagi betapa banyak hal dalam hidup yang memang berada di luar kendali kita," ungkapnya. Andien kemudian menyinggung masyarakat yang harus berhadapan langsung dengan abu vulkanik. Menurutnya, dampak yang dirasakan masyarakat jauh lebih luas, mulai dari aktivitas dan perjalanan yang terganggu hingga pekerjaan yang terhambat. Belum lagi rasa cemas terhadap kesehatan dan keselamatan anggota keluarga yang turut dirasakan masyarakat di tengah situasi tersebut.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |