Alasan Hanung Bramantyo Adaptasi Descendants Of The Sun, Suka Tema Religius

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Film Descendants Of The Sun akan hadir di Indonesia tahun 2027. Dalam IdeaFest 2026 hari kedua yang dihelat pada (5/9/2026), sutradara Hanung Bramantyo mengungkapkan penjelasannya mengenai film adaptasi yang ia garap tersebut di  Hanung menjelaskan tentang ideologi dokter dan militer yang berbeda dalam Descendants Of The Sun (DOTS).

“Dokter dituntut untuk bagaimana caranya mengorban- kalau perlu mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain. Sementara kalau militer, dituntut bagaimana caranya agar supaya negara ini selamat di agar meskipun meskipun itu harus mengorbankan orang lain. Nah, dua keyakinan ini kalau di Indonesia itu tuh ibaratnya kebedaan agama gitu,” ungkapnya.

Hal ini yang membuatnya tertarik untuk mengadaptasi drama korea itu menjadi film lantaran dirinya menyukai tema religius.

“Nah, ini yang kemudian buat saya menarik. Menarik untuk saya adaptasi karena saya sebenarnya kan teman-teman tahu sendiri kan, saya selalu suka tema-tema yang sifatnya itu keyakinan gitu kan. Religiusitas, terus kemudian sejarah, itu kan soal ideologi, soal keyakinan. Nah, di sini saya saya merasa saya merasa harus membuat itu,” ucap Hanung.

Latar tempat sebuah pulau yang diciptakan

Serupa dengan versi Korea-nya, pulau tempat para dokter dan militer itu bertemu adalah sebuah pulau fiktif yang diciptakan khusus untuk film tersebut.

“Dan pada saat kita menciptakan sebuah pulau, kita menciptakan sebuah pulau di sini karena kita tidak mau kemudian menghadirkan benar-benar cerita asli. Sepasang manusia ini dokter sama tentara ini, itu berada di situ. Ditemanin sama ajudannya yang juga lagi pacaran. Beda kalau ini bukan beda ideologi, ini beda pangkat,” ujar Hanung.

>Karakter Mutia, seorang tentara yang diperankan oleh Eva Celia, pangkatnya lebih tinggi dari pada pasangannya yang diperankan oleh Yoshi Sudarso. Dengan perbedaan yang sang sutradara sebut beda ideologi dan kelas, Hanung menjadikan kedua itu sebagai latar dasar ideanya dalam melokalisasi DOTS.

“Jadi dua dunia, dua kelas, dua ideologi ini ini yang menurut saya harus saya localize ke dalam konflik yang yang sangat Indonesia sekali. Itu yang menjadi latar yang menjadi basic dari ide saya,” jelas Hanung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Reza Rahadian yang juga hadir di acara yang sama menambahkan pengertian lokalisasi untuknya, di mana ia menilai bahwa penting membawa cerita DOTS ke akar ke-Indonesia-an. “Localized tuh buat saya mencari seperti yang tadi Mas Hanung sudah jelaskan gitu ya bahwa this is not a remake, it's an adaptation. Dan saya rasa penting sekali untuk membawa cerita ini ke dalam akar ke-Indonesia-an kita dengan problematik yang kita punya juga yang kemudian melatarbelakangi Descendants Of The Sun di dalam ke-Indonesia-an kita hari ini gitu,” ujar sang aktor.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |